JEJARING SOSIAL FACEBOOK

 

 

Pendahuluan

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial. Ia membutuhkan orang lain dan ia pun dibutuhkan oleh orang lain. Kontak-kontak sosial di masa lalu banyak dilakukan melalui kontak langusng di dunia nyata (real direct social contact). Namun sekarang, dengan semakin majunya teknologi internet, maka kontak social dilakukan secara maya (virtual social contact). Bermunculanlah komunitas atau jejaring sosial di Internet yang begitu cepat menyebar dan dampaknya begitu luar biasa, seperti Facebook, Twitter, Friendster, Flixster, MySpace, dsb. Terjadilah pro dan kontra tentang masalah ini. Ada beberapa gereja yang mungkin berpendapat bahwa kemajuan teknologi itu tidak baik dan pengaruh negatifnya lebih banyak sehingga melarang jemaatnya untuk menggunakannya.

Sudut pandang kali ini membahas jejaring sosial Facebook (http://www.facebook.com). Sejauh mana manfaat menggunakan Facebook dan seberapa besar bahayanya sert atips-tips penting dalam menggunakannya dapat disimak dalam di sini.

Manfaat Facebook

 Salah seorang rekan rohaniwati, Sdri. Lenny Pancaningrum yang sehari-hari melayani di Seksi Kebaktian Anak Anak (KAA) GIA Pringgading mengamati beberapa manfaat ber-Facebook ria, antara lain sebagai berikut.

Pertama, bagi para remaja, Internet (termasuk Facebook) dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi yang menunjang pelajaran, perkuliahan dan hal-hal yang mencerdaskan lainnya.  Sedangkan bagi orang dewasa, Facebook dapat dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan dalam mencari data-data yang dibutuhkan, maupun memperkenalkan produknya secara gratis.

Kedua, untuk mempererat persahabatan karena melalui jejaring ini kita bisa berkomunikasi dan berdiskusi akan banyak hal dengan teman-teman kita yang berada di tempat yang jauh bahkan kita pun bisa berjumpa dengan teman-teman lama melalui jejaring ini.

Seorang rekan remaja, Alvin Tirtawidjaja mengatakan, “Menurut saya itu semua tetap akan berpengaruh positif dan baik asal digunakan semestinya, karena di setiap perkembangan teknologi pasti ada suatu efek positif yang ingin dicapai oleh pembuatnya, yang akan berguna bagi orang-orang yang menggunakannya,disamping keperluan finansial tentunya.” Manfaat bagi tiap golongan atau kelompok usia sebenarnya tidak terlalu berbeda, seperti motto yang selama ini dimiliki oleh Facebook yaitu “Facebook membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda” maka manfaat utamanya juga tidak bergeser jauh dari tujuan tersebut. Bahkan, lanjutnya, banyak di kalangan anak muda atau orang tua yang menggunakan Facebook sebagai ajang berkenalan untuk mencari teman,bahkan pacar dan ga’ sedikit juga lho yang sampai melangkah ke hubungan yang lebih lanjut yang diawali dari perkenalan di Facebook. Remaja yang aktif melayani di Seksi RBK juga berkata, “Selain itu Facebook juga banyak digunakan untuk kepentingan lainnya, seperti: untuk iklan produk, publikasi acara, tempat sarana jual beli, bahkan sampai menghimpun dukungan untuk pemilihan umum.

Pokoknya kalau mau dicari lebih dalam lagi pasti akan banyak ditemukan manfaat Facebook yang lainnya termasuk jika gereja dapat melihat kesempatan ini untuk sarana penginjilan.

Dapatkah Facebook dan Internet digunakan dalam pelayanan? Untuk itu Leny berpendapat bahwa banyak manfaat yang bisa diperoleh guna meningkatkan pelayanan. Antara lain sebagai berikut.  

 Pertama, para pemimpin pujian, bisa mengakses lagu-lagu rohani.

Kedua, hamba-hamba Tuhan yang membutuhkan berbagai informasi untuk bahan khotbah dan pengajaran Alkitab bisa mengaksesnya dari Internet. Sebaliknya juga bisa meng-upload pelbagai tulisan yang bisa menguatkan iman, misalnya http://www.petrusfs.co.cc/. Mengenal sebuah gereja juga bisa melalui situs yang ada di Internet, misalnya: http://www.giapringgading.org/.

Ketiga, Internet juga sarana penginjilan yang efektif, dengan menuliskan ayat-ayat Firman Tuhan atau artikel-artikel yang sarat dengan muatan rohani, maka semua orang bisa membacanya.  Melalui live streaming, di mana kebaktian-kebaktian bisa langsung diakses lewat Internet juga bisa memberkati orang-orang yang sedang berselancar di dunia maya. Radio Agape juga bisa dinikmati di seluruh dunia melalui live streaming ini (http://www.agapefm.net)

Keempat, Internet bisa menjadi sarana konseling yang efektif, misal ada orang yang bermasalah yang mau curhat, bisa melalui chatting.

Kelima, jarak yang jauh kadang-kadang membuat sulitnya komunikasi, khususnya dalam hal surat-menyurat. Seperti contohnya, saat ini gereja kita sedang membuka 10 cabang di berbagai propinsi di Indonesia, bila surat-menyurat dilakukan secara manual maka akan memakan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit.  Untuk mengatasi hal tersebut maka Internet sangatlah dibutuhkan, yakni dengan menggunakan email.  

Senada dengan itu, salah seorang mantan Sekretaris Majelis, yaitu Bapak Timotius The Kwie Hong mengatakan bahwa menggunakan Facebook dan Internet wajar saja. “’kan manusia mahluk sosial jadi membutuhkan sarana untuk berkomunitas, dalam hal ini dengan memakai sarana kemajuan tehnologi, jadi positif thinking aja,” begitu ujar beliau. Selanjutnya beliau menyatakan bahwa dengan ber-Facebook ia dapat saling berbagi perasaan, pendapat, pandangan, saran/nasehat, informasi, dan sebagainya. Jadi dapat berfungsi sebagai sarana berkomunikasi. Beliau menyakan sangat terberkati apabila membaca tulisan yang bermanfaat di Facebook, yang kata-katanya sopan, kata-kata bijak yang memberi kekuatan dan penghiburan. Beliau mengatakan bahwa yag menulis sudah melakukan pelayanan dan menjadi berkat.


Bahaya Facebook

Mengenai bahaya Facebook, Leny menyatakan hal-hal berikut.

Pertama, orang yang mengadakan kontak dengan kita bisa hanya bermanis di kata-kata, tetapi kepribadian dan tingkah lakunya serba misterius. Kejadian akhir-akhir ini, beberapa remaja putri dikabarkan hilang dan diculik setelah bertemu dengan teman barunya melalui Facebook. 

Kedua, adanya link di Facebook dengan situs-situs pornografi yang terkadang bisa muncul tiba-tiba, bahkan juga di situs-situs Kristen pun bisa muncul tiba-tiba.

Ketiga, terjadi penipuan dalam berbisnis di dunia maya. Leny mengingatkan kita dengan mengutip Amsal 15:3, “Mata Tuhan ada di segala tempat mengawasi orang jahat dan orang baik”. Jadi walaupun kita bisa mengakses Internet di tempat tersembunyi sekalipun dan tidak ada orang yang melihat, ingatlah bahwa Tuhan tahu apa yang kita lakukan dan pikirkan.

Alvin menambahkan demikian, “Berbicara soal bahaya, setiap perkembangan teknologi pasti akan dapat menimbulkan dampak negatif jika tidak digunakan secara “benar”. Bahaya Facebook misalnya adalah adanya komunitas “pemuja sex” yang secara fulgar membuat account dan group di Facebook yang sengaja untuk mengumpulkan orang-orang yang mempunyai kegemaran yang sama, banyaknya gambar bahkan video porno yang ditampilkan di dinding Facebook yang notabene dapat dengan mudahnya dilihat dan merusak pikiran banyak orang yang “menemukannya”, termasuk anak-anak muda dan mungkin anak kecil yang saat ini juga sudah menggunakan Facebook sebagai “mainan kegemaran” setiap harinya tanpa protection atau perlindungan khusus.“ Ia juga berkata bahwa banyak pekerja yang produktivitasnya dan pelajar yang prestasinya menurun diakibatkan kecanduan Facebook, banyak yang mencuri-curi kesempatan untuk ber-Facebook ria saat pelajaran atau jam kerja, bahkan ekstrimnya ada yang sampai membuat skenario untuk dapat tidak masuk kerja untuk dapat menikmati Facebook sepanjang hari di rumah. Ada juga katanya, orang-orang yang terlalu asyik dengan teman-temannya di dunia maya sampai tidak menghiraukan lagi orang-orang di sekitarnya yang mengakibatkan adanya pernyataan “mendekatkan orang2 yang jauh dan menjauhkan orang2 yang dekat”. Itu adalah beberapa efek negatif yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan Facebook yang tidak sehat.

Tips-tips Penting

Leny memberikan tips-tips dalam menggunakan Internet agar memberi dampak positif baik bagi diri sendiri atau orang lain.

Pertama, sekalipun di dunia maya, kita harus tetap sadar bahwa kita adalah orang percaya yang harus menjaga etika dalam menuliskan kata-kata.  Karena banyak dijumpai, anak- anak Tuhan menulis kata-kata yang tidak menjadi berkat untuk yang membacanya-seperti kata-kata makian, ejekan, keluhan-keluhan, bahkan kata-kata yang tidak senonoh dengan bangganya ditulis menjadi status.  Hal ini bisa melemahkan iman sesamanya, bahkan pada akhirnya bisa menjadi ajang perkelahian.

 Kedua, apabila sudah menikah dan bertemu dengan mantan pacar lewat dunia maya, jangan bangkitkan kenangan masa lalu yang bisa menimbulkan perselingkuhan. 

 Ketiga, bijaksanalah mengatur waktu dalam menggunakan jejaring sosial.  Jangan menggunakan jam kantor untuk Facebook-an, terlebih lagi kalau hanya untuk hal-hal yang tidak perlu.  Jangan menghabiskan waktu dengan on-line dari pagi sampai malam, bahkan ada yang tidak tidur hanya gara-gara bermain facebook.   Hal ini merugikan diri sendiri yaitu kesehatan terganggu dan orang lain pun akan kena dampaknya, contohnya kalau sakit tidak masuk kerja.

Keempat, bahasa tulis berbeda dengan bahasa lisan, sehingga gunakanlah tata bahasa yang baik dan tidak menimbulkan salah pengertian pihak lain. 

 Kelima, peringatan khususnya untuk anak-anak remaja: jangan mudah meng-confirm orang yang tidak dikenal, hati-hati dengan biodata yang terkadang bisa menipu.  Misalnya,

mengaku bujangan (single), padahal sudah menikah (married).  Mengaku wanita padahal bisa

jadi itu orang laki-laki, yang iseng dan mengajak untuk berkenalan sampai akhirnya bertemu dan kemudian terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pemerkosaan, perampokan bahkan pembunuhan,dsb. Bapak Timotius juga menyatakan demikian. Ia mengusulkan agar kalau memasukkan ke daftar teman/add, harus orang yang kita kenal.

Keenam, perhatikan soal hak cipta saat menyalin (copy-paste) maupun menyebarkan tulisan, gambar atau video dari pihak / situs lain agar tidak ada tuntutan dikemudian hari.

Ketujuh, gunakan internet seperlunya agar biaya tidak membengkak.

Sedangkan guna meminimalkan bahaya Facebook dan Internet di atas, Leny mengutip Heru Sutadi, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia tentang beberapa cara sebagai berikut.

Pertama, jangan mengumbar atau memberikan data diri Anda dengan mudah di Facebook, sebab data diri Anda bisa saja disalahgunakan pihak lain.  Internet bersifat anonimous, mengaku perempuan tapi lelaki, bernama X tapi ternyata Y, tinggal di kota A tapi sesungguhnya di B, jangan mudah percaya begitu saja akan informasi yang disampaikan.  Gunakan secara bijak media Internet ini, atur waktu mengakses agar tetap produktif dan jangan sembarangan menerima ajakan “kopi darat” yaitu istilah untuk bertemu dengan orang yang belum dikenal.

Kedua, bagi orang tua, dampingi putra-putri Anda saat mengakses Internet dan berikan penjelasan serta batasan apa saja yang boleh diakses.  Untuk menanggulangi situs-situs pornografi dan pornoaksi gunakan program-program filter, seperti netnanny (http://www.netnanny.com), K9 web protection (http://www.k9webprotection.com) di komputer sehingga akses internet dapat terbatasi untuk situs-situs yang aman saja.

Ketiga, Internet memang mempermudah transaksi bisnis, perbankan maupun jual beli barang.  Disarankan agar menggunakan transaksi dnegan tingkat keamanan yang aman, berhati-hati dengan nomor kartu kredit, PIN e-banking, sebab penjahat internet siap mengintai setiap saat.  Selalu log out setelah Anda log in suatu aplikasi maupun transaksi apa pun.  Keadaan tetap log in beresiko jika ada pihak lain yang kemudian melanjutkan aplikasi maupun transaksi terutama untuk akses internet di tempat umum seperti  warnet.

Alvin menyarankan agar kita menggunakan Facebook, twitter dan sebagainya dengan bijaksana dan secukupnya, Lebih baik menggunakannya untuk menguatkan teman dengan menulis status dan comment yang memberkati. Begitu penggunaannya dirasakan memberikan suatu dampak negatif hingga kecanduan, menemukan hal-hal yang tidak kudus, dan sebagainya, harus segera belajar untuk mengendalikan diri, Bahkan kalau perlu dengan tegas mematikan komputernya.

Kesimpulan

 Dapat disimpulkan bahwa Facebook bagaikan sebilah pisau. Ia bisa bermanfaat untuk digunakan memotong sesuatu. Namun jika disalahgunakan akan sangat berbahaya. Jadi kembali bergantung kepada orang yang menggunakannya. Intinya iman dan teknologi adalah milik Tuhan, dan biarlah keduanya berjalan bersama-sama bagi kemuliaan-Nya.

Perangkum: Pdt. Petrus F. Setiadarma

Iklan

2 thoughts on “JEJARING SOSIAL FACEBOOK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s