AKTIVASI OTAK TENGAH

1. Pendahuluan

Kita hidup di tengah-tengah dunia yang selalu berubah. Pelbagai kemajuan di segala bidang, di satu sisi telah membawa manusia kepada kehidupan yang lebih baik; tetapi di sisi lain kemajuan itu telah menjadikan manusia cenderung mencari solusi yang cepat serta instant, tanpa melalui proses yang berbelit-belit dan berkepanjangan. Iman Kristen selalu diperhadapkan pada isu-isu yang menyangkut kehidupan umat manusia, termasuk pelbagai kemajuan tersebut agar memberikan penilaian yang jujur dengan landasan Alkitab yang kuat. Baca lebih lanjut

SIMON PETRUS


Setiap kali kita merayakan Paskah, maka serangkaian peristiwa yang terjadi pada saat-saat terakhir Yesus Kristus, baik ketika Ia memasuki kota Yerusalem, ketika Ia mengadakan perjamuan malam terakhir dengan para murid-Nya, ketika Ia di berdoa di taman Getsemani dan ditangkap di sana, ketika Ia dibawa ke tempat Imam Besar Kayafas, ketika Ia di bawa ke Pilatus, Herodes, dan kembali ke Pilatus, hingga Ia disiksa dan disalibkan, sangat menyentuh hati kita. Di dalam beberapa  peristiwa itu terdapat salah seorang murid-Nya yang bernama Simon Petrus, yang memberikan beberapa pelajaran penting dalam kehidupan kita di masa kini.

Sebelumnya kita akan kembali melihat kehidupan Simon Petrus serta pengakuan-pengakuannya yang dicatat di dalam Alkitab. Baca lebih lanjut

KESETIAAN BERIBADAH

1. Pendahuluan

Kata “kesetiaan” telah menjadi barang langka pada masa kini. Banyak kasus terjadi di mana suami atau isteri tidak setia lagi pada pasangannya yang ditunjukkan dengan melakukan penyelewengan atau perselingkuhan. Karyawan yang telah dibina selama ini kemudian tidak loyal atau setia lagi kepada perusahaan yang telah membesarkannya. Dengan pelbagai alasan yang masuk akal ia hengkang ke perusahaan lain yang dipandangnya bisa memberikan nilai lebih guna mencukupi kebutuhannya. Yang lain lagi ada orang Kristen yang tidak setia lagi beribadah di gereja lokal yang selama ini telah melayaninya. Karena satu dan lain hal ia pindah ke gereja lokal yang lain dengan alasan karena kekecewaan atau – agar nampak lebih rohani – “disuruh Tuhan”. Baca lebih lanjut