KESAKSIAN

1. MANDUL – MELAHIRKAN

Dalam Alkitab kita melihat mukjizat Tuhan dialami oleh beberapa orang Ibu. Semula mereka mandul, tidak bisa melahirkan anak. Tetapi setelah mereka bergumul dan membawa masalah itu dalam doa yang sungguh-sungguh kepada Tuhan, maka Tuhan pun membuka rahim mereka. Ribkah, setelah didoakan oleh Ishak, suaminya, akhirnya melahirkan 2 (dua) orang anak sekaligus: Esau dan Yakub (Kejadian 25:21-28).. Hana, setelah sekian lama disakiti hatinya oleh Penina, madunya, bergumul dalam doa. Akhirnya ia bukan hanya memperoleh satu anak yaitu Samuel, melainkan ia diindahkan Tuhan sehingga bisa melahirkan 5 orang anak lagi! (1 Samuel 1:20; 2:21)

Mukjizat itu bukan hanya terjadi di masa lalu sebagaimana dikisahkan dalam Alkitab. Sampai masa kini pun mukjizat seperti itu bisa terjadi. Berikut ini adalah kisah nyata yang sungguh menggetarkan hati.

Ibu Susana namanya. Pada tanggal 24 September 1989, dalam usianya yang ke-26, ia memperoleh anugerah dari Tuhan, seorang suami yang mengasihi Tuhan, Stevanus Sugianto namanya. Namun saat itu ia terikat dengan perjanjian kerja di sebuah bank bahwa dalam setahun setelah pernikahannya ia tidak boleh mempunyai anak terlebih dahulu, agar tidak mengganggu pekerjaan di kantor. Maka bersama suaminya ia sepakat untuk tidak mempunyai anak terlebih dahulu. Namun pimpinan bank itu kemudian memberikan kelonggaran. Setahun belum berlalu, tetapi ia telah diperbolehkan mempunyai anak. Tanpa beban apa pun ia mensyukuri hal itu dan bersama suaminya siap untuk memperoleh keturunan.

Namun setelah ditunggu selama kurang lebih 3 tahun, ia tidak kunjung hamil. Mulailah mereka was-was mengingat usia suami juga sudah di atas 30! Mereka pun mulai berusaha menghubungi seorang dokter ahli kandungan untuk berkonsultasi. Usaha itu menjadi menggebu-gebu karena rekan-rekan sekantornya selalu menanyakan kapan ia akan punya anak, bahkan kadang-kadang ucapan mereka – sekalipun maksudnya bercanda – cukup menyakitkan hatinya.

Dokter pertama yang mereka hubungi menyatakan bahwa kehamilan biasanya bisa diperoleh jika pikiran dibuat semeleh, yaitu penuh damai sejahtera, tanpa kecemasan dan tanpa beban! Ibu Susana sempat jengkel dengan dokter yang pertama, dan berjanji untuk tidak berkonsultasi dengannya lagi. Mereka pun berkonsultasi ke beberapa dokter lainnya. Hasil diagnosa beberapa dokter tersebut berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa penyebab kemandulan itu adalah tingkat keasaman rahim yang cukup tinggi, ada pula yang mengatakan bahwa saluran di rahimnya bumpet, yang lain lagi menyatakan volume sperma suami tidak cukup banyak. Memang semasa belum menikah Ibu Susana pernah mengalami sakit ginjal dan lever, tetapi setelah menikah penyakit itu tidak kambuh lagi. Apakah memang ada hubungannya dengan rahimnya? Pelbagai pertanyaan lain sempat terbersit di pikirannya.

Pernah terbersit dalam hati pasangan ini pula keinginan untuk mengadopsi, tetapi setelah berunding dengan keluarga, orang tua mereka tidak menyetujuinya. Dalam kebingungan mereka sempat menuruti nasehat teman untuk berkonsultasi dengan paranormal, padahal langkah itu membuat hati mereka sama sekali tidak ada damai sejahtera. Kini mereka menyesali hal itu dan telah meminta pengampunan kepada Tuhan, karena langkah mereka berkonsultasi ke paranormal tidak sesuai dengan firman Tuhan.

Ibu Susana pun sempat berupaya ke dukun bayi, sehingga posisi rahim dalam perutnya sempat diputar ke kanan dan ke kiri, tetapi tetap tidak membuahkan hasil.

Upaya lainnya yang telah diupayakan adalah melakukan inseminasi, yaitu mengarah ke bayi tabung yang disebut dengan program “Melati”. Iseminasi yang dijalani Ibu Susana berakibat pendarahan yang cukup mengkhawatirkan. Demi kerinduan mereka memiliki anak, mereka nyaris menjual apa yang ada untuk membiayai operasi yang akan dijalani dalam program “Melati” tersebut. Untuk itu mereka sampai pernah rela antri dokter di Yogyakarta dari jam11.30 siang sampai jam 00.30 dini hari. Namun dokter tetap tidak bisa menjamin bahwa operasi yang akan dijalaninya akan berhasil.

Akhirnya, setelah melalukan pelbagai upaya, mereka akhirny amenyerah kepada Tuhan. Manusia yang diharapkan dapat menolong mereka ternyata tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka pun membawa seluruh masalah ini dalam doa secara rutin. Setiap jam 12 malam mereka bangun untuk berdoa. Semula mereka bangun dengan bantuan jam wekker dan akhirnya menjadi terbiasa dan bangun secara otomatis. Doa dipanjatkan dengan penuh kesungguhan hati.

Akhirnya, pada suatu kali mereka merasakan adanya dorongan di hati mereka untuk kembali ke dokter yang pertama. Semula mereka ragu, tetapi dorongan itu semakin kuat. Mereka pun kembali ke dokter yang pertama dengan membawa hasil diagnose dokter yang di Yogya. Dokter ini cukup terkejut melihat hasil diagnosa tersebut dan menyarankan pasangan ini memeriksakan diri ke dokter lain yang memiliki laboratorium medis di Semarang. Mereka pun menuruti nasehatnya dan hasil lab menunjukkan bahwa keduanya berada pada kondisi normal dan sehat-sehat saja.Sama sekali tidak ada jamur seperti yang didiagnosakan dokter di Yogya. Semuanya bersih!

Dengan penuh keyakinan mereka pun bersyukur kepada Tuhan dan kembali meminta agar rahimnya dibuka. Puji Tuhan. Tiga bulan kemudian – setelah menunggu sekian lama, dan berupaya demikian rupa – oleh kemurahan Tuhan haid datang terlambat 3 minggu. Ibu Susana belum mau memeriksakan kandungannya karena ia takut kecewa. Dulu pernah terlambat haid tetapi tidak hamil. Jadi ia menunggu sampai keterlambatan haid itu berlangsung satu bulan lebih. Di suatu hari Minggu pagi, sebelum datang beribadah untuk mengikuti Perjamuan Suci di GIA Pringgading Semarang, ia mengadakan test urine (eva test), dan hasilnya … positif. Mereka saling berpelukan dan menangis penuh sukacita. Ternyata Tuhan berkenan menyatakan kasih karunia-Nya bagi mereka. Tepat tanggal 27 Nopember 1995, setelah menunggu selama 6 (enam) tahun, anak mereka lahir. Seorang putri bernama Natania. Bukan itu saja. Tuhan kembali membuka rahim Ibu Susana untuk keduakalinya, sehingga pada tanggal 27 Juni 1998 ia melahirkan anak kedua, seorang putra, Michael namanya.Kini mereka mengakui kedahsyatan Tuhan, Allah Pencipta, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, yang telah menyatakan mukjizat-Nya kepada mereka.

Hingga kini, mereka tetap menjalankan Mezbah Keluarga (Family Altar) bersama dengan kedua anak mereka. Mereka berjanji untuk tetap setia kepada Tuhan, dan mengajar anak-anak mereka untuk hidup menyenangkan hati Tuhan! Mereka mengalami indahnya Mezbah Keluarga, selain menghadirkan hadirat Tuhan, komunikasi antar anggota keluarga pun menjadi semakin baik. Bahkan nilai pelajaran sekolah – khususnya Bahasa Indonesia bagi Michael – meningkat, karena dalam Mezbah Keluarga mereka secara bergiliran membaca Alkitab. Segala kemuliaan bagi nama Tuhan saja!

 bayi

2. TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH

Oleh : Ibu Indah Wahyuni – Semarang

Inilah kisah saya, sejak kecil saya menderita penyakit keturunan yaitu kekurangan darah merah/hemoglobin yang dalam dunia kedokteran disebut penyakit thalasimia. Dalam bimbingan kasih sayang kedua orangtua, akupun  beranjak dewasa. Dan Tuhan-pun mempertemukan aku dengan seseorang yang mengasihi & mencintaiku. Hingga pada bulan Agustus 2003 kami menikah. Apabila terlalu capai HB-ku turun dan harus transfusi di RS. Telogorejo. Kemudian atas saran dokter aku diminta untuk menjalani pengobatan dengan cara pengangkatan limfa. Namun begitu, operasi tersebut tidak bisa dilakukan di Semarang. Pada bulan Desember saya harus berangkat ke Singapura untuk operasi. Tapi setelah sampai disana, operasi tersebut tidak bisa dilakukan. Karena ada masalah dengan darah saya yakni sejak bulan Agustus s.d Oktober saya sudah 3 (tiga) kali transfusi yang menyebabkan darah saya membentuk anti bodi. Sedangkan di Singapura tidak ada stock darah yang anti bodi. Jadi sayapun harus pulang kembali ke Semarang.

Pada bulan Januari 2004 saya ke dokter, karena saya curiga kalau saya hamil. Dan ternyata benar, saya hamil. Dokterpun meminta saya untuk ke Jakarta berkonsultasi di Yayasan Khusus Penderita Thalasimia, apakah orang seperti saya penderita thalasimia boleh hamil & punya anak. Dari hasil konsultasi dokter tersebut saya diijinkan untuk punya anak karena kondisi suamiku sehat.

Hingga akhirnya di bulan Januari itu juga saya melakukan operasi pengangkatan limfa, saat itu saya sedang hamil 2 bulan.

Oleh karena kasih, anugrah & kebaikan Tuhan pada tanggal 17 Agustus 2004 saya melahirkan seorang anak perempuan yang sehat, PATRICIA AUDRIYA AGAPUTRI Yang luar biasa sayapun sehat. Tuhan Yesus benar-benar ajaib, Dia menunjukkan kasih & mujizat-Nya bagi orang yang percaya kepada DIA. Benarlah firman Tuhan yang mengatakan, “apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil  bagi Allah”.

3. PERTOLONGAN TUHAN YESUS KRISTUS TEPAT PADA WAKTUNYA

Arif Pandhinata – Semarang

Waktu itu pagi hari tepatnya Senin, 17 Januari 2011 ketika saya melewati jalan Kartini dengan naik sepeda motor, mendadak seseorang menyeberang sehingga rem langsung saya tekan, tetapi saya terjatuh. Bahu kanan saya terbentur jalan, rasanya sakit sekali. Tetapi saya masih dapat mengendarai motor dan langsung menuju ke rumah mami. Saya beristirahat sejenak dan berdoa, mohon tuntunan Tuhan untuk langkah yang harus saya ambil.

Saya memutuskan pergi ke rumah seorang kenalan yang biasa memijat tulang yang terkilir. Menurutnya tulang di bahu saya tidak retak dan tidak patah. Dalam beberapa hari, saya dipijat tiga kali agar aliran darah lancar kembali pada bagian yang memar. Bahu kanan saya masih terasa sakit, maka saya putuskan ke rumah sakit untuk difoto dan ingin mengetahui kepastiannya. Dokter yang melihat hasil foto mengatakan, “hasilnya buruk dan tulang patah.” Saya diberi surat pengantar untuk periksa ke dokter bedah tulang. Saya makin tekun berdoa mohon belas kasihan Bapa di sorga.

Setelah mencari informasi, saya memutuskan akan berobat ke Solo. Dua hari sebelumnya, saat mami saya membeli ayam goreng di penjual langganan, penjual ayam goreng tersebut menanyakan keadaan tangan saya. Saat itu ada seorang om yang tidak saya kenal, yang juga membeli ayam goreng ikut mendengarkan tentang keadaan saya.  Om itu mengatakan akan melihat keadaan bahu saya. Setelah om itu melihat kondisi bahu saya, ia langsung mengatakan, tulang saya tidak retak dan tidak patah. Saya disuruh membeli sendiri obat Tionghoa dan oleh om itu saya dipijat tiga kali.

Puji Tuhan, pertolongan-Nya tepat pada waktunya. Bahu saya sembuh tanpa perlu melakukan operasi di Solo. Melalui seorang om yang Tuhan utus, saya benar-benar telah mengalami kesembuhan dan belas kasihan dari Tuhan Yesus Kristus.  Amin.

10 thoughts on “KESAKSIAN

  1. Tuhan itu selalu mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh umatnya,jadi benar adanya bila Tuhan menanugerahkan permintaan umatnya yang menbutuhkan pertolongan dengan alasan bahwa Tuhan itu Maha Pemurah,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bahwa Dia akan mendengarkan dan setiap jeritan anak manusia yang benar – benar memerlukan pertolongannya.
    walau kadang- kadang orang tidak sadar akan pertolongan yang diberikan oleh Tuhan,karena berkah dan pertolongan yang diberikan oleh Tuhan tidak secara langsung dari surga tetapi selalu melalui orang lain,nah hal ini menbuat orang tidak sadar bahwa pertolongan yang diberikan oleh orang lain kepadanya adalah jawaban dari doa yang selama ini ya panjatkan dan ini semua dari YMK.Aku adalah orang percaya akan kasih allah karena akupun pernah mengalami seperti apa yang diceritakan diatas,Selama tujuh tahun aku menikah tetapi aku tidak dikarunia anak,meskipun aku dan isteriku begitu berusaha untuk menpunyai anak,kami ke dokter,ke dukun,ke uma lulik ( adat Timor Leste ) tetapi hasilnya nihil.Kami selalu berdoa dan berdoa agar Tuhan dapat memberikan berkahnya untuk kami dapat memeliki anak ternyata doa kami itu terkabulkan dengan melalui seorang tabib yang menbantu menberikan obat kepada kami berdua dan akhirnya kini dapat bebahagia karena kami berdua telah memeliki seorang putra.
    kasih tuhan tidak datang dengan sendiri namun melalui perantara,oleh sebab itu sadarlah bahwa apa yang diberikan dari orang lain untuk menbantumu itu adalah pemberian dari Tuhan lewat perantaranya.

    Jery santos
    Maubara,Liquica Timor Leste

  2. Bapa-ku DAHSYAT…
    ajaib s’gala rancanganMu. Tuhanku heran perbuatanMu..
    Saya juga sedang bergumul menanti kehamilan, mohon dukungan doa nya ya…
    God Bless!!!!

  3. yups Tuhan tq prnah meninggalkan org2 yg menanti n yg mengharapkan uluran tangan-Nya olh sbb tu ttplah prcayalh n yakinlah bhw Tuhan kan sll mnjwb n mendengar,n mengetahui stiap tetes air mata qta,n dia memahami stiap pergumulan u,n smuwa jerih payah u,keluh kesah u,beban berat u….!!!
    percayalah kan janji-Nya mka u kan melihat keajaiban-Nya yg Ia lakukan bagi diri u

  4. sesuatu yang mustahil dan TIDAK MUNGKIN bagi manusia, tetapi PASTI dimungkinkan bagi ALLAH. puji syukur bagi YESUS KRISTUS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s