KESETIAAN BERIBADAH

Pendahuluan

 Kata “kesetiaan” telah menjadi barang langka pada masa kini. Banyak kasus terjadi di mana suami atau isteri tidak setia lagi pada pasangannya yang ditunjukkan dengan melakukan penyelewengan atau perselingkuhan. Karyawan yang telah dibina selama ini kemudian tidak loyal atau setia lagi kepada perusahaan yang telah membesarkannya. Dengan pelbagai alasan yang masuk akal ia hengkang ke perusahaan lain yang dipandangnya bisa memberikan nilai lebih guna mencukupi kebutuhannya. Yang lain lagi ada orang Kristen yang tidak setia lagi beribadah di gereja lokal yang selama ini telah melayaninya. Karena satu dan lain hal ia pindah ke gereja lokal yang lain dengan alasan karena kekecewaan atau – agar nampak lebih rohani – “disuruh Tuhan”. Baca lebih lanjut

SANG PEMBAHARU: MEMAHAMI ROH KUDUS DARI KITAB NABI YESAYA

Pendahuluan

 

            Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru mengajarkan tentang Allah Tritunggal: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Dalam artikel ini kita akan belajar memahami siapa dan apa saja karya Roh Kudus dari Perjanjian Lama, khususnya dari Kitab Nabi Yesaya. Yesaya yang melayani sekitar 700 SM disebut sebagai Nabi Besar (major prophet), karena isi beritanya yang mencakup nubuatan global, terutama nubuatan mesianis yang diberitakannya. Yesaya ternyata tidak hanya mengungkapkan Mesias kepada kita tetapi juga Roh Kudus. Dengan memahami pribadi dan karya Roh Kudus dari Kitab Yesaya ini diharapkan kita dapat mengenal-Nya lebih baik dan mengalami penyertaan, pertolongan dan kuat kuasa-Nya. Baca lebih lanjut

MEMAHAMI KARUNIA ROH KUDUS

Pendahuluan

 

Pengajaran Alkitab mengenai Roh Kudus perlu dipahami secara mendalam, agar kita dapat hidup dalam pimpinan-Nya dan mengalami kedahsyatan kuasa-Nya. Pemahaman yang salah terhadap pribadi dan karya Roh Kudus bisa menimbulkan ekses-ekses yang menyimpang dari kebenaran firman Allah. Pengajaran tentang Roh Kudus ini bukan monopoli gereja beraliran tertentu, misalnya aliran pentakosta atau kharismatik, melainkan pengajaran yang memiliki dasar yang kuat dalam Alkitab. Jangan hanya karena kita pernah mendengar atau melihat ekses-ekses yang ada lalu kita menolak belajar tentang Oknum ketiga Allah Tritunggal ini. Pepatah mengatakan “Jangan membuang bayi bersama popoknya.”  Dalam tulisan singkat ini saya akan menjelaskan beberapa hal penting tentang karunia Roh Kudus. Jika kita memahami bahwa di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya ada karunia yang diberikan Roh Kudus kepada kita, dan kita menggunakan karunia Roh itu dengan sebaik-baiknya, maka kita akan mengalami perubahan yang luar biasa, baik dalam kehidupan kita pribadi maupun dalam pelayanan kita. Baca lebih lanjut

TREND-TREND PELAYANAN MASA KINI

pelayanan

 Pendahuluan

             Setiap orang Kristen yang menyadari bahwa hidupnya telah ditebus oleh darah Yesus Kristus di kayu salib Golgota, telah dimerdekakan dari status sebagai hamba dosa, akan segera melibatkan dirinya dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu melayani dalam kasih Kristus itu sendiri (Galatia 5:13). Pelayanan yang dilakukan tentunya berada dalam suatu konteks tertentu, sehingga setiap anak Tuhan yang mau melayani diperhadapkan kedua dua hal yang amat krusial: mengikuti kehendak Allah yang telah memanggil dan memilih-Nya untuk menjadi mitra kerja-Nya, serta menyesuaikan pelayanan yang dilakukannya dengan konteks yang ada. Tugas ini bisa disebut sebagai impossible mission, sehingga dibutuhkan komitmen yang sangat kuat untuk berpegang pada prinsip yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri, yaitu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Matius 10:16). Baca lebih lanjut

BERKAT TERSELUBUNG

Pendahuluan

             Ketika seorang anak menyatakan keinginannya kepada ayahnya bahwa ia ingin melihat pelangi, ayahnya berkata agar ia bersedia menunggunya. Saat itu langit sedang cerah. Namun kemudian perlahan-lahan berawan dan dari awan yang semula putih menjadi kelabu kemudian menjadi gelap. Sang anak ketakutan, dan bertanya di mana pelanginya. Ayahnya kembali berkata agar ia tetap menunggunya. Tak lama kemudian, dari awan yang gelap pekat itu turun hujan lebat. Segera sesudah hujan reda, mulailah nampak pelangi yang indah. Ketika sang ayah melihat awan gelap ia tetap tenang sebab ia mengerti bahwa awan gelap harus datang terlebih dahulu, baru kemudian pelangi akan muncul. Tidak demikian halnya dengan si anak. Ia ketakutan dan penuh kecemasan, seolah-olah keinginannya tak terpenuhi. Ia belum memahami proses alam yang terjadi. Setelah ia melihat pelangi dan memperoleh penjelasan dari ayahnya barulah ia mengerti bahwa pelangi tidak datang begitu saja. Ada sesuatu yang mendahuluinya, yang nampaknya sangat tidak menyenangkan, yaitu datangnya awan gelap.

Baca lebih lanjut

PRESTASI TERSEMBUNYI

Pendahuluan

Achievement and success concept related words in tag cloud isolated on white
Achievement and success concept related words in tag cloud isolated on white

Jarang sekali ada orang yang menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya untuk mencapai prestasi dalam bidang yang ditekuninya. Itulah sebabnya kita melihat banyak orang-orang ternama yang kehidupannya telah memberikan inspirasi kepada orang lain, bahkan generasi-generasi yang datang kemudian, karena prestasi luar biasa yang berhasil dicapainya. Bahkan tidak jarang nama orang-orang itu kemudian dikenakan kepada anak-anak yang lahid dalam keluarga kita, dengan harapan ia bisa memperoleh prestasi serupa. Sebenarnya ada orang-orang yang tidak ternama dalam sejarah umat manusia – bahkan yang tidak dikenal – namun telah mencapai prestasi besar yang menjadi berkat bagi orang lain. Baca lebih lanjut

RUNTUHNYA TEMBOK YERIKHO

 

Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 

Ibrani 13:15

 

 

 

Umat Tuhan yang dipimpin oleh Yosua telah tiba di Tanah Perjanjian. Oleh pertolongan Tuhan, mereka telah mampu menyeberangi Sungai Yordan. Kini mereka harus menghadapi tantangan besar: tembok Kota Yerikho yang begitu tebal dan kokoh. Namun Tuhan telah berkata kepada Yosua bahwa dengan cara Tuhan yang ajaib mereka akan mampu merobohkan tembok Kota Yerikho yang tebal itu. Semua prajurit Israel harus mengedari kota itu sehari sekali saja hingga enam hari lamanya. Tetapi pada hari yang ketujuh, mereka harus mengelilinya tujuh kali. Ketika para imam meniup sangkakala maka seluruh bangsa harus bersorak dengan sorak suara nyaring, maka tembok Yerikho itu akan runtuh (Yos. 6:1-5). Pelajaran apakah yang kita terima dari peristiwa yang luar biasa ini, di mana Tuhan memberikan kemenangan besar terhadap umat-Nya? Baca lebih lanjut