RUNTUHNYA TEMBOK YERIKHO

 

Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. 

Ibrani 13:15

 

 

 

Umat Tuhan yang dipimpin oleh Yosua telah tiba di Tanah Perjanjian. Oleh pertolongan Tuhan, mereka telah mampu menyeberangi Sungai Yordan. Kini mereka harus menghadapi tantangan besar: tembok Kota Yerikho yang begitu tebal dan kokoh. Namun Tuhan telah berkata kepada Yosua bahwa dengan cara Tuhan yang ajaib mereka akan mampu merobohkan tembok Kota Yerikho yang tebal itu. Semua prajurit Israel harus mengedari kota itu sehari sekali saja hingga enam hari lamanya. Tetapi pada hari yang ketujuh, mereka harus mengelilinya tujuh kali. Ketika para imam meniup sangkakala maka seluruh bangsa harus bersorak dengan sorak suara nyaring, maka tembok Yerikho itu akan runtuh (Yos. 6:1-5). Pelajaran apakah yang kita terima dari peristiwa yang luar biasa ini, di mana Tuhan memberikan kemenangan besar terhadap umat-Nya?

Pertama, tak ada yang bisa menghambat rencana Allah yang indah dalam kehidupan umat-Nya. Allah telah berjanji untuk memberikan Kanaan kepada umat-Nya. Allah setia pada janji-Nya, sehingga dalam Tiang Awan dan Tiang Api Ia menyertai perjalanan umat-Nya di padang belantara hingga tiba di Tanah Perjanjian. Itu berarti penghalang apapun yang ada di depan umat-Nya akan dapat diatasi mereka, sebab Tuhan yang menyertai mereka berperang ganti mereka!

Bagi setiap orang percaya ada rencana Tuhan yang indah: masa depan yang penuh harapan. Memang bisa saja dalam perjalanan ke masa depan ini ada aral yang melintang. Kita tidak boleh takut dan putus asa. Bersama dengan Tuhan kita akan bisa mengatasi segalanya. Justru dengan adanya tantangan itu kita bisa mengalami mukjizat Tuhan. Semakin besar tantangannya, semakin dahsyat mukjizat-Nya!

            Kedua, untuk mengalami kemenangan dalam hidup ini, dibutuhkan ketaatan total terhadap petunjuk atau perintah Allah dalam firman-Nya. Allah berbicara kepada Yosua agar umat Tuhan tidak bertindak menurut mau mereka sendiri. Ada peraturan yang Allah tetapkan dalam barisan itu: prajurit bersenjata, tujuh orang imam yang membawa tujuh sangkakala dari tanduk domba, imam-imam yang memikul Tabut Perjanjian, dan ditutup dengan barisan prajurit bersenjata. Urutan ini telah ditetapkan oleh Tuhan dan mereka harus menaatinya. Peraturan lainnya adalah bahwa mereka harus tetap tutup mulut saat mengelilingi Kota Yerikho itu. Setelah diperintahkan untuk bersorak barulah mereka harus bersorak. Ketaatan mendatangkan kuasa kemenangan!

Ada sejenis penyakit yang cukup mematikan, seperti kanker, misalnya, yang disebabkan oleh adanya akar pahit atau kebencian dan kekecewaan di dalam hati seseorang. Walaupun tidak semua kasus demikian, tetapi sebagian besar ada kaitan antara suasana hati dengan penyakit yang diderita. Peraturan yang Tuhan tetapkan adalah: hati yang gembira adalah obat (Ams 17:22). Hati yang gembira bisa dimiliki jika mau mengampuni dan menerima kembali orang yang telah menyakitinya. Jika seseorang mau menaati aturan ini, maka penyakitnya pun akan sembuh. Sayangnya banyak yang mengabaikan ketentuan ini, dan lebih suka menderita dengan penyakitnya itu. Jika kita mau taat – sekalipun sulit – maka pemulihan terjadi.

            Ketiga, dibutuhkan kekompakan seluruh unsur, karena di mana ada teamwork yang baik, terjadi sinergi yang luar biasa. Semuanya dapat bekerjasama: Yosua, para imam, para prajurit, dan seluruh umat Tuhan. Di situlah inti dari kemenangan. Bukankah ada pepatah: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh? Kesatuan bukan suatu hal yang mudah, tetapi tetap bisa dijalin asalkan setiap orang mau saling mengerti dan menerima satu dengan yang lain. Alkitab banyak mengajarkan tentang kehidupan umat Tuhan sebagai anggota tubuh. Tempat dan fungsinya bisa berbeda-beda, tetapi semuanya penting dan harus menganggap anggota tubuh yang lainnya juga penting (1 Kor. 12:12-26).

Kesatuan menghasilkan sinergi yang luar biasa. Ini sama seperti sebuah tim olahraga. Di mana ada kekompakan di antara para atlitnya, maka kemenangan mudah diraih. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa-Nya agar murid-murid-Nya menjadi satu, sama seperti Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh. 17:20-23). Keluarga yang bersatu, rakyat yang bersatu, jemaat yang bersatu, akan mengalami kemenangan besar!

            Keempat, ada kuasa dalam pujian dan pengucapan syukur. Ketika tiba saatnya untuk bersorak, mereka bersorak dengan nyaring … dan tembok yang tebal serta kokoh itu pun runtuhlah! Ada kuasa dalam pujian! Ada kuasa dalam pengucapan syukur!

 

One thought on “RUNTUHNYA TEMBOK YERIKHO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s