PEREMPUAN SAMARIA

 

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. 

Matius 5:16

 Salah satu mukjizat yang terbesar yang Allah kerjakan dalam kehidupan umat-Nya adalah mukjizat keselamatan. Yesus Kristus diutus oleh Bapa ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi dunia ini, melainkan untuk menyelamatkannya (Yoh. 3:17). Yesus Kristus sendiri berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Mrk. 2:17). Dalam Yohanes 4:1-42 kita akan mempelajari bagaimana Tuhan Yesus menyelamatkan dan mengubah seorang perempuan berdosa, seorang perempuan Samaria.

Dalam perjalanan-Nya dari Yudea kembali ke Galilea, Yesus melintasi daerah Samaria. Di dekat Sikhar, sekitar jam 12 siang, Yesus yang saat itu secara manusiawi sangat letih oleh perjalanan, beristirahat di sumur Yakub. Kemudian datanglah seorang perempuan ke sumur itu untuk mengambil air di sumur Yakub. Yesus pun memulai pembicaraan penting dengan perempuan Samaria tersebut hingga pada keputusan penting: hati perempuan itu terpuaskan oleh air hidup yang Tuhan Yesus telah berikan kepadanya, dan ia langsung menjadi saksi bagi seisi kota Samaria. Sebelumnya, ia adalah seorang perempuan yang tidak pernah terpuaskan. Sudah ada lima orang suami yang dimiliki perempuan Samaria ini dan saat itu ada seorang laki-laki lain lagi tinggal bersamanya. Bayangkan nafsu yang tak pernah terpuaskan dari perempuan ini. Namun kini tidak lagi. Ia melihat bahwa kepuasan sejati bukan pada pemuasan hawa nafsu, melainkan pada pengenalan akan Allah yang benar, dan menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Dari kisah pertobatan perempuan Samaria ini ada beberapa pelajaran penting tentang mukjizat perubahan hidup dalam diri seseorang.

Pertama, Tuhan Yesus memrioritaskan pertobatan seseorang. Banyak orang meremehkan keberadaan seseorang. Padahal, justru dari seseorang yang sungguh-sungguh bertobat bisa menghasilkan jiwa-jiwa yang lain. Terjadi multiplikasi atau pelipatgandaan. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya dan kepada kita semua bahwa ada “makanan rohani” yang haruis segera dinikmati. Tuhan Yesus berkata: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan perkerjaan-Nya.” (Yoh. 4:34).

Filipus, salah seorang hamba Tuhan, memberitakan Kabar Baik kepada seorang sida-sida dari Etiopia, di jalan yang sunyi. Namun Allah memakainya, sehingga sida-sida itu bertobat. Menurut catatan dalam sejarah misi, Etiopia mendengar Injil Yesus Kristus melalui sida-sida tersebut (Kisah 8:26-40). Mari kita juga memedulikan jiwa-jiwa yang ada di sekitar kita yang belum terselamatkan. Mungkin hanya ada satu orang. Mulailah berdoa dan berbicaralah kepadanya. Roh Kudus dapat memakai kita semua menjadi pemenang jiwa.

            Kedua,pemberitaan Injil bisa disampaikan dengan santun namun penuh kuasa. Dalam pembicaraan itu Yesus tidak memburuk-burukkan apa yang diyakini atau dipercayai perempuan Samaria itu. Ia hanya menyatakan pokok permasalahan yang ada, yaitu tentang “air hidup. Hal itu disampaikan-Nya dengan penuh ketenangan dan kesantunan. Perempuan itu lalu membuka hati dan menerima Kabar Baik yang Tuhan Yesus sampaikan.

Dari hasil penelitian misi yang dilakukan oleh banyak ahli, pemenangan jiwa yang paling banyak dihasilkan bukan melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), melainkan melalui persahabatan (friendship). Penginjilan dilakukan secara tatap muka, dari hati ke hati, tentang kasih Allah bagi dunia ini. Hasilnya sungguh luar biasa.

            Ketiga,inti dari pemberitaan Injil adalah penyembahan kepada Allah dalam roh dan kebenaran. Yesus membawa pembicaraan dengan perempuan Samaria itu kepada inti Injil, yaitu mengenal Allah yang benar dan menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Jadi, berita Injil tidak hanya berbicara tentang kesembuhan dari sakit-penyakit, atau mengalirkan berkat-berkat jasmani, melainkan tentang karya keselamatan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Semua berkat yang lain akan menyusul ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Selama ini, yang diketahui oleh perempuan Samaria itu berasal dari nenek moyangnya bahwa penyembahan hanya dilakukan di gunung Gerisim, sementara orang Yahudi menyatakan bahwa ibadah yang benar hanya bila dilakukan di Yerusalem. Namun Tuhan Yesus menyatakan bahwa penyembahan kepada Allah yang benar tidak bergantung dari tempat atau lokasi, melainkan dari hati.

Keempat, hasil dari pertobatan adalah perubahan hidup yang radikal dan kesaksian yang dinamis. Semula perempuan ini keluar dari rumahnya pada siang hari, ketika jalanan sepi. Mengapa? Karena sebagai perempuan berdosa, ia tidak berani menampakkan diri di hadapan orang banyak. Namun kini, setelah ia berjumpa dengan Yesus, ia mengalami perubahan total dan radikal. Ia langsung kembali ke kotanya dan menceritakan perubahan hidup yang dialaminya. Akibatnya? Banyak orang percaya atas kesaksiannya. Mereka percaya karena mereka melihat perubahan hidup yang ditunjukkan oleh perempuan itu: dari orang yang menghindari komunitas sosial menjadi orang yang menerangi komunitas sosial. Luar biasa, bukan?

Orang-orang akan memercayai berita yang kita sampaikan, apabila mereka bukan hanya mendengar pemberitaan Injil yang kita sampaikan, melainkan juga karena mereka melihat perubahan hidup yang kita alami di dalam Tuhan Yesus Kristus. Jika dulunya ia adalah seorang penjahat dan kini hidupnya menjadi berkat, orang akan mendengar kesaksiannya dan menjadi percaya. Zakheus berubah dari orang yang egois dan pencuri, menjadi seorang yang peduli orang miskin dan memiliki integritas. Saulus berubah: dari seorang penganiaya orang Kristen menjadi Paulus, seorang Rasul yang gigih memberitakan kasih Tuhan. Inilah mukjizat di mana hidup seseorang diubahkan: dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran! Biarlah orang melihat perbuatan kita yang baik yang dihasilkan dari pertobatan sejati, dan kemudian mereka memuliakan Bapa yang di sorga.

           

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s