BERKAT TERSELUBUNG

Pendahuluan

             Ketika seorang anak menyatakan keinginannya kepada ayahnya bahwa ia ingin melihat pelangi, ayahnya berkata agar ia bersedia menunggunya. Saat itu langit sedang cerah. Namun kemudian perlahan-lahan berawan dan dari awan yang semula putih menjadi kelabu kemudian menjadi gelap. Sang anak ketakutan, dan bertanya di mana pelanginya. Ayahnya kembali berkata agar ia tetap menunggunya. Tak lama kemudian, dari awan yang gelap pekat itu turun hujan lebat. Segera sesudah hujan reda, mulailah nampak pelangi yang indah. Ketika sang ayah melihat awan gelap ia tetap tenang sebab ia mengerti bahwa awan gelap harus datang terlebih dahulu, baru kemudian pelangi akan muncul. Tidak demikian halnya dengan si anak. Ia ketakutan dan penuh kecemasan, seolah-olah keinginannya tak terpenuhi. Ia belum memahami proses alam yang terjadi. Setelah ia melihat pelangi dan memperoleh penjelasan dari ayahnya barulah ia mengerti bahwa pelangi tidak datang begitu saja. Ada sesuatu yang mendahuluinya, yang nampaknya sangat tidak menyenangkan, yaitu datangnya awan gelap.

Ada di antara orang percaya yang belum memahami hal ini, yakni bahwa selalu ada berkat Tuhan dalam setiap peristiwa. Tulisan ini dibuat dengan maksud membuka mata rohani kita untuk melihat prinsip yang indah ini dalam Alkitab, yang jika dikalimatkan menjadi peribahasa yang sangat terkenal. “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,” atau “Habis gelap tampaklah terang.”

Kelimpahan Di Balik Kekurangan

           

            Tak ada seorang pun yang bersedia menjadi budak seperti Yusuf. Ia adalah anak Yakub yang kaya raya, namun ia dijual oleh saudara-saudaranya dan menjadi budak di rumah Potifar. Sesudah ia difitnah oleh isteri Potifar, Yusuf dipenjarakan dan tentunya ia berkekurangan. Hanya oleh karena janji Tuhan kepadanya yang diberikan-Nya dalam mimpinya, maka Yusuf dipimpin oleh Tuhan hingga menjadi raja muda di Mesir. Proses hidup dalam kekurangan menjadikannya orang yang sangat bijaksana dalam kelimpahan. Ia tidak segera menghabiskan kelimpahan yang ada dalam tujuh tahun, melainkan menyimpannya sehingga ia tetap mampu menghidupi banyak orang ketika masa kekekeringan yang hebat terjadi tujuh tahun berikutnya (Kej. 37-50).

Hanya orang yang pernah berada dalam kekurangan akan dapat memahami arti dari setiap berkat Tuhan, sekecil apapun. Itu berarti bahwa ketika kita berada dalam kekurangan, Tuhan sedang mengajar kita untuk menghargai setiap berkat yang Ia berikan.

Pertumbuhan Di Balik Tekanan

            Tak ada seorang pun yang suka akan penindasan atau tekanan seperti yang dialami umat Tuhan ketika mereka menjadi budak di Mesir. Selama kurang lebih 400 tahun mereka terus berada dalam tekanan. Namun justru dalam tekanan yang demikian, umat Tuhan

semakin bertambah jumlahnya, terjadi pelipatgandaan jumlah populasi umat Tuhan (Kel. 1:10b). Demikian pula dengan kehidupan orang Kristen mula-mula. Tak ada yang salah dengan iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Namun ketika jumlah orang percaya semakin banyak, mulailah terjadi penganiayaan yang hebat. Namun justru penganiayaan semacam itu membuat mereka semakin tersebar dan berkembang (Kisah 5:40; 6:7).

Sebaliknya, dalam perkembangannya lebih lanjut, Sejarah Gereja mencatat tentang Kaisar Konstantin yang mengeluarkan suatu keputusan bahwa Agama Kristen menjadi agama Negara. Keputusan yang dikenal sebagai Maklumat Milan (edict of Milan) itu dikeluarkan pada tahun 313 M, dan mengubah dunia kekristenan dari kaum yang tertindas menjadi kaum yang memperoleh kemerdekaan seluas-luasnya. Orang Kristen berada dalam zona nyaman. Terhentilah perkembangan dan pertumbuhan mereka. Yang banyak bermunculan adalah orang-orang Kristen yang tanpa pertobatan. Misi dan penginjilan melambat …

Jadi ketika kita berada dalam tekanan, percayalah bahwa di balik itu ada potensi pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa. Seperti anggur dan biji zaitun dalam perasan: semakin ditekan, semakin menghasilkan air anggur dan minyak zaitun.

Kesempatan Di Balik Tantangan

                       

            Ketika umat Israel meninggalkan Tuhan dengan beribadah kepada ilah-ilah, Tuhan mendisiplin mereka dengan mengijinkan bangsa Aram-Mesopotamia menindas mereka. Mereka meminta ampun kepada Tuhan dan berseru kepada-Nya agar dibebaskan dari akibat kekuasaan bangsa Aram-Mesopotamia tersebut. Tuhan yang penuh kasih mendengar seruan mereka dan memenuhi Otniel dengan Roh Kudus-Nya. Otniel menjadi pembebas bagi bangsanya. Mengapa Otniel?

Alasannya sederhana. Ia dipilih Tuhan menjadi hakim atas bangsanya, karena jauh hari sebelumnya ia mau menerima tantangan yang sangat besar. Saat itu Kaleb, pamannya menawarkan kepada para generasi muda untuk ikut serta menaklukkanKota Kiryat-Sefer di Hebron. Namun hanya Otniel, keponakannya sendiri, yang bersedia menerima tantangan yang besar itu. Otniel pun maju memerangi penduduk Kiryat-Sefer dan berhasil menang. Otniel memperoleh kota itu dan sekaligus mendapatkan Akhsa, puteri Kaleb menjadi isterinya (Yos. 15:13-19).

Hanya orang yang mampu melihat kesempatan di balik setiap tantangan, yang akan memperoleh apa yang ia harapkan. Tuhan menghargai orang yang mau menerima kesempatan yang diberikan-Nya. Orang yang bersikap pesimis selalu melihat adanya tantangan dalam setiap kesempatan. Sedangkan orang yang bersikap optimis selalu melihat adanya kesempatan dalam setiap tantangan. Sikap manakah yang Saudara miliki?

Kemuliaan Di Balik Penderitaan (Daniel)

            Sebagian besar orang akan terus menggerutu ketika mereka mengalami penderitaan. Apalagi jika penderitaan itu tidak harus ia tanggung. Ada orang yang terus menggerutu karena kesalahan orang tuanya yang kalah berjudi, atau salah dalam mengurus bisnisnya sehingga membuat keluarga masuk dalam kesulitan ekonomi yang besar, dan anak-anak tidak dapat melanjutkan studi dengan baik. Ada pula yang menggerutu menyalahkan pemerintah ketika jumlah pengangguran semakin bertambah.

Tidak demikian halnya dengan Daniel. Bersama dengan beberapa rekannya, ia berada di Babel sebagai tawanan. Daniel berasal dari kalangan bangsawan. Tetapi kali ini ia menjadi orang buangan. Namun Daniel tidak menggerutu. Juga ketika Babel ditaklukkan oleh Kerajaan Persia dan ia tetap menjadi tawanan di istana Raja Darius.

Ia dapat memperoleh kemuliaan dengan menduduki jabatan sebagai salah satu dari menteri utama di  pemerintahan Darius (Dan. 6:1-29). Saat Daniel terancam masuk ke gua singa karena ia beribadah kepada Allah Abraham, Ishak dan yakub, ia tetap setia kepada-Nya. Ia justru semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, dan terus berkarya bagi bangsa asing yang memanfaatkannya. Justru musuh-musuhnya kemudian dihukum oleh raja dan menjadi santapan singa-singa yang lapar itu.

Apakah Saudara sedang berada dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan? Berhentilah menggerutu. Ambil sikap sebaliknya, yaitu bersyukur kepada Tuhan. Karena di saat-saat seperti itu Allah tetap bisa mengangkat Saudara ke dalam posisi yang mulia! Jadi bertahanlah dan nantikan campur tangan Tuhan dalam kehidupan Saudara.

Kekuatan Di Balik Kelemahan

            Siapa yang mau tetap berada dalam kondisi lemah karena sakit? Kita tentu sangat mengharapkan jamahan tangan Tuhan – sesuai dengan janji-Nya – untuk menyembuhkan dan memulihkan kita. Bukankah oleh bilur-bilur-Nya kita bisa mengalami kesembuhan itu (1 Pet. 2:24). Tetapi bagaimana jika kesembuhan belum kunjung datang?

Rasul Paulus pernah mengalami hal itu. Ia menderita sakit. Para penafsir mengatakan bahwa ia mengidap sakit pada matanya akibat cahaya kemuliaan Tuhan yang terpancar saat dalam perjalanannya ke Damsyik untuk menganiaya umat Tuhan (Kisah 9:1-9). Telah tiga kali ia berdoa agar Tuhan menjamah dan menyembuhkannya. Namun kesembuhan itu tidak kunjung ia peroleh. Apa kata Tuhan? “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” (2 Kor. 12:9).

Jadi ketika kita berada dalam kelemahan, ketika kita tidak berdaya, tetaplah bersyukur. Tuhan mempunyai maksud yang indah dalam semuanya itu. Ia lebih mementingkan karakter kita agar tidak sombong, dari pada melihat kita sehat tetapi kemudian jatuh dalam kesombongan. Lihatlah anugerah Tuhan yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, dan jangan mudah kecewa kepada-Nya. Tuhan paling mengerti keberadaan kita. Ia lebih tahu siapa kita dari pada diri kita sendiri.

 

Kehadiran Tuhan Di Balik Kesendirian

            Baik Yehezkiel maupun Yohanes berada dalam kesendirian. Kondisi itu mereka alami bukan karena mereka ingin menyendiri, melainkan karena resiko yang mereka tanggung sebagai hamba-hamba Tuhan. Nabi Yehezkiel berada di tepi Sungai Kebar bersama para buangan. Memang berada di tengah banyak orang, namun tetap merasa sendiri? Mengapa? Karena hanya dia yang diberitahu Tuhan tentang keberadaan umat Tuhan sebagai bangsa buangan. Namun Yehezkiel justru bisa memperoleh penglihatan-penglihatan tentang Allah. Ia mengalami kuasa kehadiran-Nya dan itu cukup menguatkan dia untuk terus melayani sebagai nabi Tuhan (Yeh. 1:1-28).

Demikian pula dengan Yohanes, salah seorang murid Tuhan Yesus Kristus. Ia dibuang ke Pulau Patmos karena Injil. Ia tidak mengegrutu. Sebaliknya, ia bersyukur kepada Tuhan. Bahkan, di tempat yang sepi dan sendiri itu ia memperoleh penglihatan tentang Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan. Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit baginya adalah Alfa dan Omega. Ia juga memperoleh wahyu Tuhan Yesus Kristus tentang akhir zaman yang begitu luar biasa (Why. 1:9-20).

Ada banyak orang di masa tuanya, ketika ia merasa sepi dan sendiri, terus menggerutu dan menyesali diri. Namun ada banyak orang lain justru tetap bisa menghasilkan karya-karya besar ketika ia berada dalam kesendirian. Ada buku-buku bagus yang ditulis pada situasi yang sulit semacam itu. Ada karya-karya seni yang luar biasa yang dihasilkan dalam kesepian dan kesendirian. Tuhan Yesus berjanji bahwa Ia tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita. Sebenarnya, kita tidak pernah sendiri. Nama-Nya adalah Imanuel … Allah beserta kita. Jadi tetaplah bersyukur dan hasilkan karya besar bersama Tuhan, ketika kita merasa sepi dan sendiri.-

petrus f. setiadarma

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s