ROH KUDUS DAN ALKITAB

biblespirit-300x219ROH KUDUS DAN ALKITAB

            Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Allah Tritunggal, yaitu Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, terus berkarya dalam kehidupan kita. Kali ini kita akan belajar tentang karya Roh Kudus yang dahsyat bagi kita, yaitu dalam kaitannya dengan Alkitab, firman Allah yang berkuasa. Dengan memahami karya Roh Kudus ini, maka sikap kita terhadap Alkitab akan jauh lebih baik dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Sikap seseorang terhadap sesuatu merupakan akibat dari pengetahuan atau pengenalannya terhadap sesuatu itu. Jika ia mengenal lebih baik, maka sikap pun akan menjadi lebih baik. Jemaat di Berea yang mengenal firman Allah lebih baik karena bersedia menerima dan menyelidiki lebih lanjut ternyata lebih baik hatinya dibandingkan jemaat di Tesalonika (Kisah 17:11). Demikian pula halnya dengan orang yang mengenal lebih baik karya Roh Kudus akan mengalami perubahan dalam hidupnya. Apa saja karya Roh Kudus dalam kaitannya dengan Alkitab? Baca lebih lanjut

KASIH MEMBAWA KEMENANGAN

            Makna kata ‘kasih’ yang sering dikatakan oleh banyak orang di sekitar kita sama sekali berbeda dengan makna yang dimaksudkan oleh Alkitab. Kasih yang dipahami banyak orang seringkali bermakna ‘jikalau’, misalnya muncul dalam kalimat: “Jikalau kamu …. barulah aku mau mengasihimu.” Sedangkan kasih dalam Alkitab bermakna ‘walaupun’, artinya “Walaupun kamu …. Aku akan tetap mengasihimu.” Kasih dalam Alkitab – yang sering juga disebut sebagai ‘kasih agape’ – adalah kasih Allah sendiri yang dinyatakan kepada seisi dunia ini. Allah menghendaki agar kita pun mengasihi Allah dan sesame kita dengan kasih agape ini. Baca lebih lanjut

DAMPAK KEHADIRAN TUHAN

Kehadiran Tuhan di tengah-tengah kehidupan umat-Nya menimbulkan dampak yang luar biasa. Dalam Perjanjian Lama, kehadiran Tuhan berdampak dalam kehidupan setiap individu dan seluruh umat Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, kehadiran Yesus Kristus mendatangkan berkat dan pertolongan bagi orang-orang yang membutuhkan; kehadiran Roh Kudus melalui pelayanan para rasul yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul juga menimbulkan dampak yang luar biasa. Melalui tulisan ini kita akan melihat lebih rinci tentang dampak kehadiran Tuhan ini, agar kita juga boleh mengalaminya. Baca lebih lanjut

BANYAK YANG DIPANGGIL SEDIKIT YANG DIPILIH

Pendahuluan

Allah itu Mahakuasa. Namun dalam banyak hal Allah ‘membutuhkan’ orang-orang untuk menjadi mitra kerja-Nya. Itulah sebabnya dalam setiap zaman Allah – yang empunya lading pelayanan – selalu mencari, memanggil, dan memilih orang-orang yang dapat dipakai-Nya menjadi alat di tangan-Nya bagi kemuliaan-Nya.

Pada diri orang-orang yang dicari, dipanggil, dan dipilih Allah, ada kehendak bebas yang bisa digunakan oleh individu yang bersangkutan untuk menyatakan respons yang positif dengan menerima ajakan Allah tersebut, atau respons yang negatif dengan menolak ajakan Allah yang mulia itu. Itulah sebabnya ada kalanya Allah dipuaskan dengan orang-orang yang memberikan respons positif terhadap panggilan dan pilihan-Nya (mis. Yesaya – Yes. 6:8; Matius – Mat. 9:9). Tetapi adakalanya juga Allah sedih sebab tidak ada satu pun yang menanggapi panggilan dan pilihan-Nya itu (Yehezkiel 22:30). Kali ini kita akan melihat seluruh proses panggilan dan pilihan Allah ini. Baca lebih lanjut

KEMITRAAN PELAYANAN

Pendahuluan

Oleh kemurahan Tuhan, sekalipun masih cukup banyak tantangan yang harus dihadapi, Tuhan kita Yesus Kristus yang adalah Kepala Gereja oleh Roh Kudus-Nya telah menumbuh-kembangkan gereja Tuhan di Tanah Air, khususnya di Kota Semarang tercinta ini. Dalam teori-teori Penanaman dan Pertumbuhan Gereja (Church Planting and Church Growth) dinyatakan bahwa terdapat banyak faktor penyebab terjadinya keberhasilan dalam penanaman dan pertumbuhan Gereja. Salah satu di antara faktor penentu tersebut adalah kemitraan (partnership). Sayangnya, sejauh pengamatan penulis, selama ini faktor kemitraan masih belum dipahami dan ditangani secara lebih serius. Selama ini kemitraan hanya baru bersifat insidentil, yaitu dalam mengadakan event-event tertentu seperti hari raya gerejawi (Paskah, Natal). Yang dibutuhkan pada masa kini adalah kemitraan yang bersifat permanen, yang terus-menerus terjalin dan bahkan semakin erat. Baca lebih lanjut

KESETIAAN BERIBADAH

Pendahuluan

 Kata “kesetiaan” telah menjadi barang langka pada masa kini. Banyak kasus terjadi di mana suami atau isteri tidak setia lagi pada pasangannya yang ditunjukkan dengan melakukan penyelewengan atau perselingkuhan. Karyawan yang telah dibina selama ini kemudian tidak loyal atau setia lagi kepada perusahaan yang telah membesarkannya. Dengan pelbagai alasan yang masuk akal ia hengkang ke perusahaan lain yang dipandangnya bisa memberikan nilai lebih guna mencukupi kebutuhannya. Yang lain lagi ada orang Kristen yang tidak setia lagi beribadah di gereja lokal yang selama ini telah melayaninya. Karena satu dan lain hal ia pindah ke gereja lokal yang lain dengan alasan karena kekecewaan atau – agar nampak lebih rohani – “disuruh Tuhan”. Baca lebih lanjut

SANG PEMBAHARU: MEMAHAMI ROH KUDUS DARI KITAB NABI YESAYA

Pendahuluan

 

            Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru mengajarkan tentang Allah Tritunggal: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Dalam artikel ini kita akan belajar memahami siapa dan apa saja karya Roh Kudus dari Perjanjian Lama, khususnya dari Kitab Nabi Yesaya. Yesaya yang melayani sekitar 700 SM disebut sebagai Nabi Besar (major prophet), karena isi beritanya yang mencakup nubuatan global, terutama nubuatan mesianis yang diberitakannya. Yesaya ternyata tidak hanya mengungkapkan Mesias kepada kita tetapi juga Roh Kudus. Dengan memahami pribadi dan karya Roh Kudus dari Kitab Yesaya ini diharapkan kita dapat mengenal-Nya lebih baik dan mengalami penyertaan, pertolongan dan kuat kuasa-Nya. Baca lebih lanjut

MEMAHAMI KARUNIA ROH KUDUS

Pendahuluan

 

Pengajaran Alkitab mengenai Roh Kudus perlu dipahami secara mendalam, agar kita dapat hidup dalam pimpinan-Nya dan mengalami kedahsyatan kuasa-Nya. Pemahaman yang salah terhadap pribadi dan karya Roh Kudus bisa menimbulkan ekses-ekses yang menyimpang dari kebenaran firman Allah. Pengajaran tentang Roh Kudus ini bukan monopoli gereja beraliran tertentu, misalnya aliran pentakosta atau kharismatik, melainkan pengajaran yang memiliki dasar yang kuat dalam Alkitab. Jangan hanya karena kita pernah mendengar atau melihat ekses-ekses yang ada lalu kita menolak belajar tentang Oknum ketiga Allah Tritunggal ini. Pepatah mengatakan “Jangan membuang bayi bersama popoknya.”  Dalam tulisan singkat ini saya akan menjelaskan beberapa hal penting tentang karunia Roh Kudus. Jika kita memahami bahwa di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya ada karunia yang diberikan Roh Kudus kepada kita, dan kita menggunakan karunia Roh itu dengan sebaik-baiknya, maka kita akan mengalami perubahan yang luar biasa, baik dalam kehidupan kita pribadi maupun dalam pelayanan kita. Baca lebih lanjut

TREND-TREND PELAYANAN MASA KINI

pelayanan

 Pendahuluan

             Setiap orang Kristen yang menyadari bahwa hidupnya telah ditebus oleh darah Yesus Kristus di kayu salib Golgota, telah dimerdekakan dari status sebagai hamba dosa, akan segera melibatkan dirinya dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu melayani dalam kasih Kristus itu sendiri (Galatia 5:13). Pelayanan yang dilakukan tentunya berada dalam suatu konteks tertentu, sehingga setiap anak Tuhan yang mau melayani diperhadapkan kedua dua hal yang amat krusial: mengikuti kehendak Allah yang telah memanggil dan memilih-Nya untuk menjadi mitra kerja-Nya, serta menyesuaikan pelayanan yang dilakukannya dengan konteks yang ada. Tugas ini bisa disebut sebagai impossible mission, sehingga dibutuhkan komitmen yang sangat kuat untuk berpegang pada prinsip yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri, yaitu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Matius 10:16). Baca lebih lanjut

BERKAT TERSELUBUNG

Pendahuluan

             Ketika seorang anak menyatakan keinginannya kepada ayahnya bahwa ia ingin melihat pelangi, ayahnya berkata agar ia bersedia menunggunya. Saat itu langit sedang cerah. Namun kemudian perlahan-lahan berawan dan dari awan yang semula putih menjadi kelabu kemudian menjadi gelap. Sang anak ketakutan, dan bertanya di mana pelanginya. Ayahnya kembali berkata agar ia tetap menunggunya. Tak lama kemudian, dari awan yang gelap pekat itu turun hujan lebat. Segera sesudah hujan reda, mulailah nampak pelangi yang indah. Ketika sang ayah melihat awan gelap ia tetap tenang sebab ia mengerti bahwa awan gelap harus datang terlebih dahulu, baru kemudian pelangi akan muncul. Tidak demikian halnya dengan si anak. Ia ketakutan dan penuh kecemasan, seolah-olah keinginannya tak terpenuhi. Ia belum memahami proses alam yang terjadi. Setelah ia melihat pelangi dan memperoleh penjelasan dari ayahnya barulah ia mengerti bahwa pelangi tidak datang begitu saja. Ada sesuatu yang mendahuluinya, yang nampaknya sangat tidak menyenangkan, yaitu datangnya awan gelap.

Baca lebih lanjut