HIDUP DALAM KEBENARAN

1. Pendahuluan

Menjelang akhir tahun lalu masyarakat Indonesia banyak memperbincangkan masalah kebenaran dan keadilan dalam kasus 2 pimpinan KPK: Bibit S. Rianto dan Chandra M. Hamzah. Dan tahun 2010 ini gereja kita menggumuli tema besar “Angkatan Orang Benar”. Mungkinkah itu? Bisakah kita hidup dalam kebenaran? Bukankah hampir setiap saat pikiran, perkataan, dan perbuatan kita tidak benar?

Lalu jika kita berkata bahwa kita telah hidup benar, benar itu menurut siapa? Kebenaran bersifat mutlak atau relative? Dalam Teropong Firman kali ini kita akan belajar tentang arti kebenaran dan aspek-aspek kehidupan dalam kebenaran. Baca lebih lanjut

DOA

1. Pendahuluan

Banyak ungkapan tentang doa yang menggugah kita untuk hidup dalam doa. Ungkapan-ungkapan itu antara lain:

• Let us pray, not for lighter buderns, but for stronger backs (Berdoalah bukan agar beban menjadi lebih ringan, melainkan agar punggung menjadi lebih kuat).
• A Christian must get on his kness before he can get on his feet (Seorang Kristen harus berdoa dulu sebelum melangkah).
• P-U-S-H (Pray Until Something Happen) (Berdoalah terus sampai sesuatu terjadi).
• Life is fragile – handle it with prayer (Hidup ini rentan, jalani dengan doa).

Salah satu ungkapan lain tentang doa yang sangat baik adalah bahwa “doa adalah nafas orang percaya”. Itu berarti doa bukan sekedar kegiatan agamawi tetapi merupakan gaya hidup (life style) setiap orang percaya. Kali ini kita akan melihat kembali apa yang Alkitab katakan tentang hakekat doa, agar tidak terbiasa oleh banyak definisi lain yang dibuat manusia bagi kepentingannya sendiri. Baca lebih lanjut

YESUS KRISTUS – SANG PENERANG ABADI

revelation_churches

1. Pendahuluan

Jika kita mempelajari kehidupan Yesus dari Injil Matius, Markus, dan Lukas, maka kita melihat suatu kesejajaran dari ketiganya. Berita yang disampaikan oleh ketiga penulis Injil itu saling melengkapi dalam bentuk cerita atau narasi. Tetapi di dalam Injil Yohanes kita menjumpai hal-hal yang lebih mendalam, lebih bersifat filosofis. Dalam Injil Yohanes kita menjumpai pernyataan Yesus tentang diri-Nya dengan pernyataan: “Akulah …”, seperti: “Akulah Pintu” (Yoh. 10:7,9), “Akulah gembala yang baik” (Yoh. 10:11), “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yoh. 11:25), “Akulah jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6), “Akulah pokok anggur yang benar” (Yoh. 15:1). Dalam setiap pernyataan Yesus terkandung makna rohani yang amat mendalam. Dalam artikel Natal kali ini kita akan merenungkan pernyataan Yesus, “Akulah terang dunia” (Yoh. 8:12). Untuk mendapatkan pengertian yang menyeluruh kita mempelajari perikop Yohanes 8:12-20. Baca lebih lanjut