PENGHAMBAT ALIRAN KUASA ROH KUDUS

Pendahuluan

Baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dinyatakan bahwa salah satu simbol Roh Kudus adalah air. Nabi Yehezkiel memperoleh penglihatan tentang adanya aliran sungai dari Bait Allah. Ke mana saja sungai itu mengaljr, di situ ada kehidupan. Ada beragam jenis ikan, dan di sebelah kanan kirinya ada pohon-pohon yang lebat buahnya, dan daunnya menjadi obat (Yeh. 47). Tuhan Yesus Kristus juga berkata bahwa barangsiapa yang haus bisa datang kepada-Nya lalu minum. Maka di dalam dirinya akan memancar aliran air hidup (Yoh. 7:37-39). Bahkan saat berada di Pulau Patmos Rasul Yohanes memperoleh penglihatan tentang sungai air kehidupan yang keluar dari takhta Lah dan takhta Anak Domba (Why. 22). Karya Roh Kudus di masa kini seharusnya dapat dialami oleh semua orang percaya, yaitu mereka yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, bagaikan aliran air yang mengalir dengan derasnya, yang menyegarkan setip jiwa yang dahaga. Namun dalam kenyataannya tidak semua mengalami berka Roh Kudus yang luar biasa ini. Masih ada anak Tuhan yang sulit bersukacita, yang memiliki damai sejahtera, yang mengerti dan melakukan kebenaran, serta yang melayani penuh kuasa. Mengapa? Karena, baik disadari atau tidak, ada penghalang besar yang merintangi aliran kuasa Roh Kudus dalam kehidupannya. Sejenak kita akan melihat beberapa penghalang ini, dan mengetahui bagaimana cara menyingkirkannya.

Pemahaman Yang Salah

Ada orang Kristen yang menolak pribadi dan karya Roh Kudus dalam kehidupannya karena ia belum memahami pengajaran Alkitab tentang Roh Kudus dengan benar. Selama ini pengetahuan yang dimilikinya hanya berasal dari ‘apa kata orang’ dan bukan ‘apa kata firman Tuhan atau Alkitab’. Para murid pernah memperoleh informasi atau pandangan ‘apa kata orang’ yang keliru tentang Mesias. Mereka baru mengenal Mesias dengan benar yaitu pribadi Yesus Kristus sendiri, setelah Simon Petrus memberikan pernyataan berdasarkan pewahyuan dari Allah Bapa (Mat. 16:13-20). Informasi yang diperoleh dari ‘apa kata orang’ harus dicek kebenarannya dengan Alkitab, yaitu pewahyuan yang tertulis (written revelation). Bahkan kadang-kadang ada orang yang walaupun sudah belajar dari Alkitab tentang Roh Kudus pun, masih tetap tidak nemiliki pemahaman yang benar. Mengapa? Karena ia menafsirkannya dengan pemikiran manusia, bukan dengan penafsiran yang dipjmpin oleh Roh Kudus. Alkitab tidak boleh ditafsirkan secara ‘eisegesis’ yaitu memasukkan penilaian subyektif manusia terhadap firman Tuhan, melainkan harus secara ‘eksegesis’, yaitu menerima pernyataan ayat-ayat Alkitab seperti yang Roh Kudus sendiri inspirasikan kepada para penukis Kitab Suci. Alkitab harus ditafsirkan dalam pimpinan Roh Kudus sendiri (2 Pet. 1:21). Pemahaman yang keliru menghasillkan sikap yang keliru. Ada orang Kristen yang keliru ketika ia berkata bahwa Roh Kudus adalah suatu kuasa. Akibatnya ia merasa bisa ‘menggunakan’ kuasa itu. Yang benar adalah bahwa Roh Kudus itu adalah seorang Pribadi, salah satu Pribadi dalam diri Allah Tritunggal yang memberi kita kuasa untuk melakukan kehendak-Nya. Jadi Roh Kuduslah yang memakai kita, bukan kita yang memakai Roh Kudus. Pemahaman yang keliru juga membuat kita tidak mengalami berkat kehadiran dan pimpinan-Nya dalam kehidupan kita. Ia adalah Penolong dan Penghibur yang selalu menyertai kita untuk membawa kita kepada seluruh kebenaran. Dengan senantiasa mengalami kehadiran-Nya dan menaati pimpinan-Nya, kehidupan kita akan menjadi lebih indah lagi di hadapan-Nya.

Kekerasan Hati

Penghalang yang kedua adalah kekerasan hati kita. Rasul Paulus meminta agar jemaat Korintus jangan mengeraskan hatinya. Kalau Roh Kudus berkata dan menyuruh kita melakukan sesuatu, jangan berkeras hati dengan menunda-nundanya. Kesempatan yang baik belum tentu datang dua kali dalam kehidupan kita (Maz. 95:7-8; Ibr. 3:7-11). Orang yang mengeraskan hati akan jatuh ke dalam malapetaka (Amsal 28:14). Mari kita mau meneladani Saulus yang kemudian berubah nama menjadi Paulus. Dahulu ia adalah peniaya jemaat. Namun ketika Tuhan Yesus sendiri menampakkan diri kepadanya, ia segera berbalik, bertobat, dan menjadi rasul yang luar biasa, menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Beberapa tahun lalu, pekerjaan Roh Kudus yang mengalir secara luar biasa di gereja-gereja beraliran pentakosta dan kharismatis, dianggap sebagai penyesatan. Mungkin memang ada beberapa ekses yang kurang baik. Tetapi tentu kita tidak akan ‘membuang popok bau bersama bayinya’, bukan? Artinya, jika ada ekses-ekses yang kurang baik, eksesnya dibuang, tetapi pribadi dan karya Roh Kudus harus tetap diterima. Sekarang, terbukti banyak jiwa dimenangkan, banyak gereja dibangkitkan, ketika umat Tuhan tidak lagi berkeras hati, melainkan menyambut pekerjaan Roh Kudus itu dengan penuh sukacita. Ketika Roh Kudus memenuhi 120 murid di sebuah rumah loteng di Yerusalem, ada tiga tanggapan dari orang-orang yang menyaksikannya: pertama, menganggap bahwa para murid itu telah mabuk anggur; kedua, menunggu dan bertanya-tanya tentang apa yang terjadi; dan ketiga, menerimanya sebagai pekerjaan Tuhan yang besar yang melawat umat-Nya (Kisah 2:1-13). Karya Roh Kudus di masa kini merupakan penggenapan nubuatan Nabi Yoel, di mana terjadi hal-hal yang spektakuler, dan percepatan perkembangan gereja Tuhan yang melanda seluruh generasi (Yoel 2:28-32). Jika kita terus mengeraskan hati, kita tidak akan mengalami karya Roh Kudus yang luar biasa itu, dan kekristenan kita akan semakin gersang. Mengapa? Karena kita menolak aliran sungai kehidupan yang Allah sendiri sediakan bagi kita.

Budaya Gereja

Penghambat lainnya terhadap aliran sungai kehidupan dari Roh Kudus adalah budaya gereja yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Penanganan pelayanan di gereja Tuhan memang harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat berjalan dengan tertib. Itu adalah kehendak Allah sendiri, di mana pelayanan harus berjalan secara profesional dan berkualitas, tertib dan teratur (1 Kor. 12:40). Sayangnya pengaturan yang dilakukan secara bertahun-tahun menjadi tradisi bahkan budaya gereja. Akibatnya gereja menjadi kaku dan tidak bersikap adaptif terhadap adanya perubahan-perubahan besar yang Allah kerjakan. Budaya gereja yang kaku justru telah melawan Allah sendiri, di mana peraturan manusia dipandang lebih tinggi dari firman Allah! Gereja jatuh ke dalam kesuaman rohani. Jika gereja terus berada dalam kondisi seperti itu, Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan memuntahkannya (Why. 3:16). Ketika para rasul diminta untuk tidak lagi memberitakan Injil dalam nama Tuhan Yesus Kristus, mereka berkata bahwa jauh lebih baik taat kepada Allah dari pada taat kepada manusia dengan segala peraturannya yang menghambat pekerjaan Allah (Kisah 5:29). Mari kita terbuka untuk hal-hal baru yang Allah kerjakan melalui Roh Kudus-Nya, di mana akan ada sungai-sungai di padang belantara (Yes. 43:19).

Kuasa Kegelapan

Satu penghalang lagi yang tidak boleh sama sekali dilupakan adalah kuasa kegelapan yang semakin gencar dilancarkan guna menghambat laju aliran kuasa Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Iblis terus menggoda umat Tuhan untuk mengurangi bahkan meniadakan kegemaran umat Tuhan untuk bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan firman. Melalui pelbagai kesenangan duniawi yang semakin gencar, banyak anak Tuhan yang lebih suka menonton tayangan-tayangan di pesawat televisi dari pada duduk di bawah kaki Tuhan. Tentu tidak salah jika kita menikmati tontonan dan berita lewat pesawat teve dan internet, atau bermain game menikmati hobi lainnya, namun jika kemudian kita tenggelam berlama-lama di sana, maka kegemaran berada di hadirat Tuhan lambat laun akan tergerus. Pembacaan Alkitab menjadi membosankan, berdoa menjadi beban, dan beribadah kepada Tuhan menjadi rutinitas tanpa makna. Padahal jika kita setia melakukan hal itu dan semakin giat melakukannya menjelang kedatangan Tuhan yang kian mendekat, maka kita akan memperoleh manfaat atau ‘keuntungan’ yang luar biasa besarnya (1 Tim. 6:6; Ibr. 10:25). Oleh sebab itu kita harus waspada terhadap godaan kuasa kegelapan ini. Kita harus menang terhadap godaan itu, sebagaimana Yesus Kristus telah menang.

Penutup

Nikmati aliran sungai kehidupan dari Roh Kudus lebih lagi, yaitu dengan menyingkirkan pelbagai penghalang di atas, oleh pertolongan Tuhan. Ketika hidup kita disegarkan oleh sungai air kehidupan itu, maka dari dalam kehidupan kita juga akan memancarkan air kehidupan bagi orang-orang di sekitarkita. Keluarga kita akan menikmati berkat atas kehadiran kita, kata-kata yang kita ucapkan, sikap dan perbuatan yang kita lakukan. Kemudian, mereka akan memuliakan Bapa kita yang di sorga. Kita tidak lagi menjadi batu sandungan bagi mereka, melainkan menjadi orang yang mendatangkan kesejukan. Tuhan memberkati kita sekalian.-

One thought on “PENGHAMBAT ALIRAN KUASA ROH KUDUS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s