KELUARGA YANG KOKOH

KELUARGA YANG KOKOH

Pdt. Petrus F. Setiadarma

 

Pendahuluan

Pembicaraan dan seminar tentang keluarga semakin marak hari-hari ini. Hal itu menunjukkan bahwa keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang sangat penting. Ketika keluarga mengalami kehancuran maka masyarakat pun akan terkena imbasnya. Walaupun penuh rekayasa, tayangan sinetron di televisi kita menunjukkan kompleksnya masalah dalam keluarga. Jika masalah yang timbul tidak diantisipasi dan diselesaikan dengan baik tentu akan berakibat fatal. Dalam artikel ini kita akan merenungkan beberapa prinsip penting dalam Alkitab, khususnya melalui Mazmur 128 agar keluarga kita menjadi keluarga yang kokoh. Baca lebih lanjut

MENOPAUSE DAN PUBER KEDUA

Suatu Tinjauan Teologis

menopause

  1. Allah menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya. Ia membentuk kita sejak dari dalam kandungan. Keberadaan kita seutuhnnya berharga bagi Allah, termasuk ketika memasuki masa menopause atau puber kedua. Gambar diri yang sehat dan Alkitabiah ini penting dalam relasi kita dengan Tuhan, dengan pasangan hidup dan keluarga, dan dengan sesama (Yesaya 43.1,4).
  2. Berbagai proses dan metabolisma yang terjadi dalam tubuh manusia telah diatur oleh Allah sedemikian rupa untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28).
  3. Perubahan yang bersifat fisik dalam diri manusia ternyata mempengaruhi juga jiwa dan rohnya karena ketiganya merupakan satu kesatuan yang utuh, demikian pula sebaliknya (psikosomatis – Amsal 17:22). Namun demikian, tidak berarti bahwa kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk mengantisipasi hal itu. Allah memberi kita otoritas untuk “menaklukkan alam ciptaan” termasuk diri kita sendiri ketika mengalami sesuatu yang bersifat alamiah, misalnya: sedia payung sebelum hujan, menata keindahan penampilan diri, bahkan dalam menghadapi menopause dan puber kedua.
  4. Berbagai dampak psikologis seperti depresi karena menopause dan pubertas kedua, harus diantisipasi sebaik mungkin. Hubungan yang intim dengan Tuhan harus tetap dijaga, karena orang percaya hidup oleh iman, bukan karena perasaan atau penglihatan (Roma 1:17; Gal. 2:20).
  5. Masalah yang muncul dalam hubungan suami-isteri berkaitan dengan menopause dan puber kedua sering kali muncul akibat kekurang-tahuan. Misalnya: cara melayani suami dalam masa menopause. Di sisi lain suami juga harus lebih realistis, tidak boleh menuntut pelayanan isteri seperti di masa mudanya (Efs. 5:22-33).

LIMA BAHASA KASIH

the-five-love-languages

1. Pendahuluan

Bahasa merupakan alat untuk kita berkomunikasi dengan orang lain. Kasih adalah salah satu sifat buah Roh (Gal. 5:22-23), dan merupakan hal yang terbesar dibandingkan iman dan pengharapan (1 Kor. 13:13). Yang dimaksud dengan Bahasa Kasih di sini adalah ungkapan kasih yang dinyatakan antara suami isteri. Bahasa Kasih ini harus terus dipelajari dan ditingkatkan, agar kebahagiaan dalam rumah tangga semakin bertambah di dalam Tuhan. Baca lebih lanjut