HAMBATAN-HAMBATAN PERTUMBUHAN ROHANI

obstacle            Ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka ia dapat dipandang sebagai sebuah tunas tanaman yang baru bertumbuh. Untuk pertumbuhan berikutnya, tergantung pada banyak faktor seperti: firman Tuhan yang diterima melalui pendengaran atau pembacaan dan perenungan (Mazmur 1:1-3), kehidupan doa yang ditekuninya, pengalaman hidup bersama dengan Tuhan, dan interaksinya dengan sesama. Seharusnya, dengan adanya faktor-faktor yang Allah sediakan itu, setiap orang percaya dapat mengalami pertumbuhan rohani yang baik sejalan dengan lama waktu ia mengikut Tuhan Yesus Kristus, hingga menjadi dewasa rohani, yaitu memiliki karakter seperti Yesus Kristus sendiri. Namun dalam kenyataannya tidak semua orang Kristen mengalami pertumbuhan rohani yang sama. Bahkan ada yang mengalami stagnasi atau kemandegan, tetap berjalan di tempat. Itu berarti ada gangguan yang menghalangi atau menghambat pertumbuhan yang normal. Dalam tulisan singkat ini kita akan melihat sejenak hal-hal apa saja yang dapat menghambat pertumbuhan rohani kita. Dengan mengetahui hambatan-hambatan itu, maka oleh pertolongan dan kekuatan dari Roh Kudus, kita akan mampu mengatasinya, dan mengalami pertumbuhan rohani sesuai dengan ukuran Kristus sendiri. Baca lebih lanjut

PENDIDIKAN POLITIK BAGI GENERASI MUDA

PENDIDIKAN DEMOKRASI

Pendahuluan

democracyKita adalah warganegara Indonesia, sebuah negara demokratis berbentuk republik. Perlu diingat bahwa demokrasi yang dianut di negara kita adalah Demokrasi Pancasila. Hal tersebut nampak jelas dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945 yang berbunyi, “…dalam susunan Negara indonsia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan yang Mahaesa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Demokrasi sendiri adalah “bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi – baik secara langsung atau melalui perwakilan – dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum.” Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya praktik kebebasan politik secara bebas dan setara. Baca lebih lanjut