DIGITALISASI ALKITAB

          Alkitab adalah firman Allah yang dibaca setiap hari oleh orang-orang percaya dalam membangun iman dan kerohaniannya. Di masa kini, yang dikenal sebagai era digital, Alkitab terkena dampak nyata perkembangan dari teknologi digital. Alkitab telah mengalami proses digitalisasi. Pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana digitalisasi Alkitab ini memengaruhi minat baca orang Kristen terhadap Alkitab tersebut.

Bentuk Alkitab Dari Waktu Ke Waktu

Di zaman Perjanjian Lama, umat Tuhan mendengarkan firman Allah yang disampaikan secara lisan atau dibacakan dari gulungan kitab (scroll) yang ditulis dengan tangan oleh para nabi atau imam (Yeremia 36:14). Selanjutnya, setelah ditemukan alat mesin cetak oleh Johannes Gutenberg (1398-1468), maka pada tahun 1452 dicetaklah Alkitab untuk pertama kalinya. Alkitab adalah hasil cetak pertama dari mesin cetak Gutenberg itu, yang disebut “Alkitab Gutenberg” dan dikenal sebagai buku tercetak tertua di Dunia Barat.

Untuk orang-orang tunanetra yang tidak bisa membaca Alkitab hanya bisa memahami firman Allah dengan cara mendengarkan pembacaan yang dilakukan oleh orang lain. Hal ini terus berlangsung hingga kemudian dicetaklah Alkitab dalam bentuk cetakan huruf Braille, yaitu jenis huruf timbul yang ditemukan oleh Louis Braille (1909-1952).

Kemudian sejak ditemukannya sistem komputer, maka banyak bahan-bahan cetakan, termasuk Alkitab yang dapat disajikan dalam bentuk teks yang bisa dibaca di layar monitor komputer. Hal ini terus berkembang dan kumpulan perangkat lunak mengenai Alkitab ini dikenal dengan istilah Biblical Software.

Alkitab Digital

            Kini, kehidupan umat manusia telah berada dalam era yang serba aktif dan bergerak secara dinamis, dan serba praktis. Akibatnya, Alkitab yang tadinya hanya bisa dibaca dalam bentuk cetak berukuran besar, kemudian bisa dibaca melalui layar monitor komputer pribadi (Personal Computer – PC) dan laptop, kini bisa bersifat lebih mobile, yaitu dengan dibuatnya aplikasi Alkitab yang bisa diunduh (download) di gawai termasuk handphone kita. Sedangkan bagi para kaum tunanetra, kini telah tersedia Alkitab bersuara (audiobible) yang disampaikan dengan banyak jenis suara dan dilatarbelakangi musik yang mendukung pembacaan Alkitab tersebut.

            Kini, dengan adanya Alkitab digital yang bersifat mobile, maka baik pembicara atau pengkhotbah maupun jemaat, lebih suka membawa gawai dan handphone mereka saat mengikuti ibadah di gereja maupun di kelompok sel (komsel) dan persekutuan doa lainnya. Dari sini kita melihat banyak manfaat:

  1. Alkitab dapat dibaca dengan besar dan bentuk huruf serta tampilan dan pencahayaan yang bisa diatur sesuai dengan keinginan pembacanya.
  2. Lebih mudah ketika mencari ayat yang terlupakan, yaitu dengan menggunakan fitur “cari” (search), tanpa harus menggunakan buku konkordansi yang biasa dilakukan di zaman lampau.
  3. Ayat Alkitab bisa lebih dipahami karena bisa dibaca dalam bahasa asli, yaitu Bahasa Ibrani dan Bahasa Yunani, Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, Bahasa asing; dalam pelbagai versi, serta adanya fitur-fitur tambahan yang sangat membantu seperti: kamus, tafsiran, peta, renungan singkat, dan sebagainya.
  4. Pada ayat yang sedang dibaca atau diteliti, pembaca bisa memberikan catatan disertai pewarnaan yang berbeda-beda, baik untuk keperluan saat menyampaikan khotbah/ renungan, maupun untuk pendalam Alkitab secara pribadi.
  5. Ayat yang bisa langsung disalin dan dikirimkan melalui media sosial guna menguatkan iman mereka yang menerima pesan ayat tersebut.

Namun, di samping beberapa manfaat di atas, Alkitab digital juga memiliki kelemahan, antara lain: pertama, saat dalam Ibadah dan jemaat membaca Alkitab dari gawai mereka, bisa menimbulkan syak bagi jemaat lain yang duduk di sekitarnya karena menganggapnya tidak memperhatikan khotbah yang disampaikan melainkan terus berfokus pada gawai. Kedua, saat gawai itu hilang dan tidak ditemukan lagi, maka pelbagai catatan yang telah dibuat bisa ikut lenyap, kecuali jika catatan di-back up di tempat lain, atau disimpan di cloud. Ketiga, penggunaan gawai untuk membaca Alkitab dalam waktu yang lama tentunya bisa merusak indra mata kita. Jadi tetap harus ada pembatasan waktu agar rohani kita sehat dan mata jasmani kita juga tetap sehat.

Situs dan Aplikasi Alkitab Digital

Situs – Bagi Saudara yang ingin mempelajari Alkitab harus mengetahui situs-situs mana di Internet yang pengajarannya benar, sebab jika tidak iman Saudara bisa goyah oleh ajaran yang salah. Berikut ini ada beberapa situs yang saya rekomendasi untuk bisa dikunjungi dan belajar dari sana: http://www.sabda.org, http://www.sarapanpagi.org, http://www.bible.orghttp://www.biblestudy.org.  http://www.biblehub.com, http://www.biblestudytools.com,

Aplikasi – Aplikasi Alkitab Digital dan buku-buku lain yang bisa menolong Saudara saat melakukan Pendalaman Alkitab (berbasis Android atau iOS) bisa diunduh baik yang cuma-cuma maupun yang berbayar, dan harus disesuaikan dengan kapasitas penyimpanan di gawai Saudara: Teks Alkitab, Alkitab Suara, Kamus Alkitab, Alkitab PEDIA, Tafsiran, peta Alkitab, Cerita Alkitab untuk anak-anak, Audio Bible MP3 40+ bahasa, dan lain-lain.-

—– 00000 —–

pdt. dr. petrus f. setiadarma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s