BANYAK YANG DIPANGGIL SEDIKIT YANG DIPILIH

Pendahuluan

Allah itu Mahakuasa. Namun dalam banyak hal Allah ‘membutuhkan’ orang-orang untuk menjadi mitra kerja-Nya. Itulah sebabnya dalam setiap zaman Allah – yang empunya lading pelayanan – selalu mencari, memanggil, dan memilih orang-orang yang dapat dipakai-Nya menjadi alat di tangan-Nya bagi kemuliaan-Nya.

Pada diri orang-orang yang dicari, dipanggil, dan dipilih Allah, ada kehendak bebas yang bisa digunakan oleh individu yang bersangkutan untuk menyatakan respons yang positif dengan menerima ajakan Allah tersebut, atau respons yang negatif dengan menolak ajakan Allah yang mulia itu. Itulah sebabnya ada kalanya Allah dipuaskan dengan orang-orang yang memberikan respons positif terhadap panggilan dan pilihan-Nya (mis. Yesaya – Yes. 6:8; Matius – Mat. 9:9). Tetapi adakalanya juga Allah sedih sebab tidak ada satu pun yang menanggapi panggilan dan pilihan-Nya itu (Yehezkiel 22:30). Kali ini kita akan melihat seluruh proses panggilan dan pilihan Allah ini. Baca lebih lanjut

PENGHAMBAT ALIRAN KUASA ROH KUDUS

Pendahuluan

Baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, dinyatakan bahwa salah satu simbol Roh Kudus adalah air. Nabi Yehezkiel memperoleh penglihatan tentang adanya aliran sungai dari Bait Allah. Ke mana saja sungai itu mengaljr, di situ ada kehidupan. Ada beragam jenis ikan, dan di sebelah kanan kirinya ada pohon-pohon yang lebat buahnya, dan daunnya menjadi obat (Yeh. 47). Tuhan Yesus Kristus juga berkata bahwa barangsiapa yang haus bisa datang kepada-Nya lalu minum. Maka di dalam dirinya akan memancar aliran air hidup (Yoh. 7:37-39). Bahkan saat berada di Pulau Patmos Rasul Yohanes memperoleh penglihatan tentang sungai air kehidupan yang keluar dari takhta Lah dan takhta Anak Domba (Why. 22). Baca lebih lanjut

KEMITRAAN PELAYANAN

Pendahuluan

Oleh kemurahan Tuhan, sekalipun masih cukup banyak tantangan yang harus dihadapi, Tuhan kita Yesus Kristus yang adalah Kepala Gereja oleh Roh Kudus-Nya telah menumbuh-kembangkan gereja Tuhan di Tanah Air, khususnya di Kota Semarang tercinta ini. Dalam teori-teori Penanaman dan Pertumbuhan Gereja (Church Planting and Church Growth) dinyatakan bahwa terdapat banyak faktor penyebab terjadinya keberhasilan dalam penanaman dan pertumbuhan Gereja. Salah satu di antara faktor penentu tersebut adalah kemitraan (partnership). Sayangnya, sejauh pengamatan penulis, selama ini faktor kemitraan masih belum dipahami dan ditangani secara lebih serius. Selama ini kemitraan hanya baru bersifat insidentil, yaitu dalam mengadakan event-event tertentu seperti hari raya gerejawi (Paskah, Natal). Yang dibutuhkan pada masa kini adalah kemitraan yang bersifat permanen, yang terus-menerus terjalin dan bahkan semakin erat. Baca lebih lanjut

KESETIAAN BERIBADAH

Pendahuluan

 Kata “kesetiaan” telah menjadi barang langka pada masa kini. Banyak kasus terjadi di mana suami atau isteri tidak setia lagi pada pasangannya yang ditunjukkan dengan melakukan penyelewengan atau perselingkuhan. Karyawan yang telah dibina selama ini kemudian tidak loyal atau setia lagi kepada perusahaan yang telah membesarkannya. Dengan pelbagai alasan yang masuk akal ia hengkang ke perusahaan lain yang dipandangnya bisa memberikan nilai lebih guna mencukupi kebutuhannya. Yang lain lagi ada orang Kristen yang tidak setia lagi beribadah di gereja lokal yang selama ini telah melayaninya. Karena satu dan lain hal ia pindah ke gereja lokal yang lain dengan alasan karena kekecewaan atau – agar nampak lebih rohani – “disuruh Tuhan”. Baca lebih lanjut

SANG PEMBAHARU: MEMAHAMI ROH KUDUS DARI KITAB NABI YESAYA

Pendahuluan

 

            Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru mengajarkan tentang Allah Tritunggal: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Dalam artikel ini kita akan belajar memahami siapa dan apa saja karya Roh Kudus dari Perjanjian Lama, khususnya dari Kitab Nabi Yesaya. Yesaya yang melayani sekitar 700 SM disebut sebagai Nabi Besar (major prophet), karena isi beritanya yang mencakup nubuatan global, terutama nubuatan mesianis yang diberitakannya. Yesaya ternyata tidak hanya mengungkapkan Mesias kepada kita tetapi juga Roh Kudus. Dengan memahami pribadi dan karya Roh Kudus dari Kitab Yesaya ini diharapkan kita dapat mengenal-Nya lebih baik dan mengalami penyertaan, pertolongan dan kuat kuasa-Nya. Baca lebih lanjut

MEMAHAMI KARUNIA ROH KUDUS

Pendahuluan

 

Pengajaran Alkitab mengenai Roh Kudus perlu dipahami secara mendalam, agar kita dapat hidup dalam pimpinan-Nya dan mengalami kedahsyatan kuasa-Nya. Pemahaman yang salah terhadap pribadi dan karya Roh Kudus bisa menimbulkan ekses-ekses yang menyimpang dari kebenaran firman Allah. Pengajaran tentang Roh Kudus ini bukan monopoli gereja beraliran tertentu, misalnya aliran pentakosta atau kharismatik, melainkan pengajaran yang memiliki dasar yang kuat dalam Alkitab. Jangan hanya karena kita pernah mendengar atau melihat ekses-ekses yang ada lalu kita menolak belajar tentang Oknum ketiga Allah Tritunggal ini. Pepatah mengatakan “Jangan membuang bayi bersama popoknya.”  Dalam tulisan singkat ini saya akan menjelaskan beberapa hal penting tentang karunia Roh Kudus. Jika kita memahami bahwa di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya ada karunia yang diberikan Roh Kudus kepada kita, dan kita menggunakan karunia Roh itu dengan sebaik-baiknya, maka kita akan mengalami perubahan yang luar biasa, baik dalam kehidupan kita pribadi maupun dalam pelayanan kita. Baca lebih lanjut

TREND-TREND PELAYANAN MASA KINI

pelayanan

 Pendahuluan

             Setiap orang Kristen yang menyadari bahwa hidupnya telah ditebus oleh darah Yesus Kristus di kayu salib Golgota, telah dimerdekakan dari status sebagai hamba dosa, akan segera melibatkan dirinya dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu melayani dalam kasih Kristus itu sendiri (Galatia 5:13). Pelayanan yang dilakukan tentunya berada dalam suatu konteks tertentu, sehingga setiap anak Tuhan yang mau melayani diperhadapkan kedua dua hal yang amat krusial: mengikuti kehendak Allah yang telah memanggil dan memilih-Nya untuk menjadi mitra kerja-Nya, serta menyesuaikan pelayanan yang dilakukannya dengan konteks yang ada. Tugas ini bisa disebut sebagai impossible mission, sehingga dibutuhkan komitmen yang sangat kuat untuk berpegang pada prinsip yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri, yaitu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Matius 10:16). Baca lebih lanjut