PASKAH


Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita,

oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Roma 5:8

            Oleh karena Firaun menolak untuk untuk mengizinkan umat Tuhan beribadah kepada Tuhan Allah, maka Tuhan menurunkan berbagai tulah ke atas seluruh negeri Mesir. Ada 10 (sepuluh) tulah yang Tuhan turunkan ke atas Mesir. Kesembilan tulah yang pertama adalah: air menjadi darah, katak, nyamuk, lalat pikat, penyakit sampar pada ternak, barah, dan hujan es, belalang, dan kegelapan. Akhirnya sebelum tulah kesepuluh dijatuhkan oleh Tuhan atas Mesir, yaitu kematian anak sulung orang Mesir, dari anak sulung Firaun sampai anak sulung hewan, Tuhan menyuruh umat-Nya melakukan sesuatu yang menjadi simbol dari kebebasan dan keselamatan dari Allah yang akan diterima oleh manusia. Baca lebih lanjut

MUKJIZAT MANNA

  

Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; …

Yesaya 49:16

             Peristiwa keluarnya bangsa Israel dari Mesir yang disebut Exodus, merupakan sebuah peristiwa yang luar biasa. Hanya Tuhanlah yang mampu melakukan hal itu. Umat Tuhan yang telah empat puluh lima hari sebelumnya dibebaskan-Nya dari perbudakan selama sekitar 400 tahun di Mesir, kini berada di padang gurun Sin. Mereka baru saja mengalami mukjizat di mana Tuhan memberikan air yang sehat dan menyegarkan di Elim, setelah sebelumnya mereka mendapati air yang pahit di Mara. Baca lebih lanjut

AIR MENJADI ANGGUR


… Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Yesaya 43:19

            Jika dalam Perjanjian Lama, mukjizat pertama adalah Penciptaan, maka dalam Perjanjian Baru mukjizat pertama yang dibuat oleh Tuhan Yesus Kristus adalah mengubah air menjadi anggur (Yoh 2:1-11). Mukjizat itu terjadi dalam sebuah pesta perkawinan di Kana. Dari peristiwa mukjizat ini kita memperoleh banyak pelajaran penting. Pertama, kita perlu mengundang Tuhan Yesus selalu hadir dalam kehidupan kita. Ia memang Allah yang Mahahadir, namun seringkali kita mengabaikan-Nya. “Mengundang” Yesus artinya, benar-benar menyadari kehadiran-Nya dalam hidup kita, berbicara dengan-Nya secara intim dalam doa kita, dan berseru kepada-Nya ketika kita berada dalam kesulitan. Baca lebih lanjut

PENCIPTAAN


Maka Allah melihat segala yang dijadikan-nya itu, sungguh amat baik. …

 

Kejadian 1:31

            Kalimat pertama dalam Alkitab adalah “Pada mulanya Allah …”. Ini menunjukkan bahwa segala sesuatu berasal dari, oleh, dan untuk Allah. Mengapa? Pertama, karena ia adalah Allah yang telah merencanakan segala sesuatunya dalam kekekalan. Allah Tritunggal telah merancangkan sesuatu yang luar biasa sebelum Ia menciptakan alam semesta dan manusia. Rancangan-Nya jauh lebih mulia dan lebih indah dari pada rancangan manusia, sebab Allah tak terbatas hikmat-Nya sedangkan manusia penuh dengan keterbatasan (Yes. 55:8-9). Baca lebih lanjut

DARI NAZARET KE BETLEHEM

Pendahuluan

            Dalam setiap renungan Natal, kita bisa menggali kekayaan pelajaran penting dari kisah Natal dengan limpahnya. Mulai dari nubuatan para nabi tentang kedatangan Mesias atau Kristus dalam Perjanjian Lama, hingga para tokoh penting seperti Yusuf, Maria, para majus, para gembala, bahkan Raja Herodes Agung. Semua pelajaran itu berpusat kepada satu hal yang mahapenting: kasih Allah bagi dunia ini yang dinyatakan dengan mengaruniakan Yesus Kristus, Putera-Nya Yang Tunggal itu guna menyelamatkan manusia berdosa (Yohanes 3:16). Jadi pusat berita Natal adalah Yesus Kristus, yaitu Allah yang datang menjelma atau berinkarnasi menjadi manusia.

Salah satu hal penting lainnya yang tidak bisa diabaikan adalah tempat atau lokasi yang disebutkan dalam peristiwa Natal itu, yaitu Nazaret dan Betlehem. Dengan mengenal kedua kota ini secara lebih mendalam, saya berharap kita semua memperoleh pemahaman yang lebih baik lagi tentang Natal.
Baca lebih lanjut

CHARACTERISMA


 

Pendahuluan

Apabila kita belajar dari orang-orang yang dipakai Allah dalam Alkitab dan di era masa kini, kita melihat hal-hal yang luar biasa. Ada karya-karya besar yang dihasilkan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Sayangnya ada hal-hal lain yang cukup mengganggu bahkan merusak prestasi gemilang yang telah dicapai sebelumnya. Itu bagaikan kerikil-kerikil yang ada dalam sepatu seorang pengembara. Nampaknya kecil tetapi cukup mengganggu sepanjang perjalanan.

Ketika seseorang mau memberikan yang terbaik bagi Tuhan, maka ia harus memperhatikan 2 (dua) hal penting dalam hidupnya, yaitu: charakter dan charisma, atau saya sebut “characterisma”. Kedua hal inilah yang akan kita pahami dengan baik. Baca lebih lanjut

EVOLUSI ATAU PENCIPTAAN


 

Pendahuluan

Ketegangan antara iman dan ilmu pengetahuan sudah terjadi cukup lama, apalagi sejak munculnya filsafat rasionalisme yang dicetuskan oleh René Descartes (1596-1650). Segala sesuatu diukur dan dihakimi dengan rasio (akal budi), termasuk Kitab Suci. Hal-hal yang dipandang masuk akal diterima, sedangkan yang dianggap tidak masuk akal ditolak dan dibuang. Baca lebih lanjut