<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MORELORD</title>
	<atom:link href="http://petrusfs.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://petrusfs.com</link>
	<description>Berakar Ke Bawah, Berbuah Ke Atas</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 03:20:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='petrusfs.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/3f56598e9b01075f74d2e0ab9cf1ced4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>MORELORD</title>
		<link>http://petrusfs.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://petrusfs.com/osd.xml" title="MORELORD" />
	<atom:link rel='hub' href='http://petrusfs.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>037. DISPENSASI</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/19/037-dispensasi/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/19/037-dispensasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 06:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Dispensasi atau pengecualian dalam beberapa hal diperlukan. Misalnya, dalam berlalu lintas. Mobil ambulance, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, dan konvoi pejabat seringkali mendapatkan dispensasi untuk bisa terus melaju sekalipun trafiic light menunjukkan warna merah yang berarti semua kendaraan harus berhenti. Dispensasi juga bisa diberikan sebagai hadiah bagi warganegara yang membayar pajak tertinggi di suatu negara, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=247&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dispensasi atau pengecualian dalam beberapa hal diperlukan. Misalnya, dalam berlalu lintas. Mobil <em>ambulance</em>, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, dan konvoi pejabat seringkali mendapatkan dispensasi untuk bisa terus melaju sekalipun <em>trafiic light </em>menunjukkan warna merah yang berarti semua kendaraan harus berhenti. Dispensasi juga bisa diberikan sebagai hadiah bagi warganegara yang membayar pajak tertinggi di suatu negara, yaitu berupa diskon khusus.<span id="more-247"></span></p>
<p>Namun dalam beberapa hal lainnya dispensasi atau pengecualian justru sangat berbahaya. Misalnya, dispensasi bagi anak pejabat yang akan memasukkan anaknya kuliah. Panitia penerimaan murid baru di sekolah negeri diharuskan menerima anak pejabat sekalipun nilai-nilainya tidak memenuhi syarat. Tidak akan menjadi masalah apabila nilai mereka bagus, tetapi jika tidak akan mendatangkan masalah besar di kemudian hari.</p>
<p>Yang lebih mengerikan adalah adanya orang-orang yang menghendaki adanya dispensasi dari Tuhan atas diri mereka. Dengan memberikan dana besar bagi pelayanan mereka berharap mendapatkan dispensasi dari Tuhan yaitu pembebasan atas hukuman dosa yang mereka lakukan. Upah dosa itu maut. Prinsip atau hukum ilahi ini berlaku bagi siapa saja dan kapan saja. Tidak ada yang mendapatkan perlakuan atau dispensasi khusus. Tidak karena seseorang adalah anak pendeta atau majelis, tidak pula karena mereka penyumbang besar dalam pelayanan. Kita boleh memberikan bantuan dana bagi pelayanan, tetapi itu bukan untuk dijadikan sebagai syarat memperoleh perkenanan Allah, melainkan sebagi ucapan syukur atas karya-karya-Nya dalam hidup kita.</p>
<p>Ada seorang raja di negeri Yehuda yang bernama Uzia. Ia dibimbing oleh Zakharia yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Pemerintahannya kuat. Nama-Nya termasyhur sampai ke negeri-negeri yang jauh. Itu semua terjadi karena penyertaan Tuhan atas hidupnya. Sayangnya, setalah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berpikir bahwa statusnya sebagai raja bisa membuatnya memperoleh dispensasi untuk melakukan tugas imam di rumah Tuhan. Itulah sebabnya ia melanggar tatanan ibadah. Ia pun ditegur oleh para imam, namun Raja Uzia malah menajdi marah sehingga akhirnya ia dihukum Tuhan. Ia dihinggapi penyakit kusta yang saat itu merupakan kenajisan di hadapan Tuhan.</p>
<p>Mari kita ikuti semua tatanan kehidupan yang ada, baik hukum yang ditetapkan Tuhan maupun hukum yang ditetapkan pemerintah kita yang tidak bertentangan dengan hukum Tuhan. Dalam antrian kita ikut antri dengan tertib. Ketika ada persyaratan yang ditetapkan bagi kita untuk sesuatu dan lain hal, kita pun sedapat mungkin akan memenuhinya   Ketika kita taat terhadap hukum-hukum tersebut, maka semuanya akan menjadi tertib dan teratur.</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8211; 00000 &#8212;&#8211;</p>
<p>by: petrus f. setiadarma</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=247&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/19/037-dispensasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>M A R I A</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/02/m-a-r-i-a/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/02/m-a-r-i-a/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[… dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.    Yesaya 9:5                           Pernyataan Rasul Paulus yang berbunyi: Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat (Gal. 4:4), mengandung kebenaran yang sangat dalam.             Pertama, mukjizat kelahiran Yesus Kristus berkenaan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=422&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="right"><em><br />
… dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib,</em></p>
<p align="right"><em>Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. </em></p>
<p align="right"><em> </em></p>
<p align="right"><strong>Yesaya 9:5</strong></p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p><strong>           </strong></p>
<p><strong>            </strong>Pernyataan Rasul Paulus yang berbunyi: <em>Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat</em><strong> (Gal. 4:4)</strong>, mengandung kebenaran yang sangat dalam.</p>
<p><em>            Pertama, </em>mukjizat kelahiran Yesus Kristus berkenaan dengan waktu Allah sendiri. Ia tidak pernah salah dalam menetapkan waktunya. Bahwa pada waktu itu Kaisar Agustus yang memerintah di Roma, dan bahwa pada waktu itu Maria sedang bertunangan dengan Yusuf, serta pada waktu itu Raja Herodes yang memerintah di Yudea, semuanya berada dalam kendali Allah. Ia adalah Allah yang turu berkerja dalam segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya <strong>(Roma 8:28)</strong>. Allah tidak pernah terlalu cepat atau terlambat dalam melaksanakan rencana-Nya!</p>
<p><em>Kedua, </em>mukjizat kelahiran Yesus Kristus merupakan kehendak Allah sendiri. Yesus Kristus datang karena diutus oleh Bapa-Nya, Kandungan Maria bukan karena hasil hubungan kasihnya dengan Yusuf, melainkan karena Roh Kudus. Jika kita memahami hal ini, maka kita bisa menerima segala sesuatu yang Allah kerjakan dalam kehidupan kita. Kita hanya dapat berkata seperti yang Maria katakan kepada Gabriel, <em>“Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” </em><strong>(Luk. 1:38)</strong>. Sebagai hamba, kita tidak bisa menentukan segala sesuatu menurut kehendak kita sendiri. Demikian pula dengan mukjizat. Biarlah Allah menyatakan mukjizat-Nya sesuai dengan kehendak-Nya dalam kehidupan kita.</p>
<p><em>Ketiga, </em>mukjizat kelahiran Yesus Kristus melalui seorang perempuan yang rela berkorban dan dipakai oleh Tuhan. Maria hidup benar dan menjaga kekudusan hidupnya. Ia merelakan kandungannya dipakai untuk proses kelahiran Juruselamat dunia. Dengan kerelaannya itu Maria siap menanggung pelbagai anggapan orang lain di Nazaret. Jika sebagai seorang perawan ia kedapatan mengandung, maka ia bisa saja kemudian dihadapkan kepada orang banyak dan menanggung hukuman rajaman batu. Namun Maria rela menanggung itu semua karena ia mengasihi Allah. Ia pun juga rela menempuh perjalanan yang jauh: dari Nazaret ke Betlehem, kemudian dari Betlehem ke Mesir, dan akhirnya dari Mesir ke Nazaret. Itu bukan jarak yang dekat, apalagi pada zaman itu belum ada alat transportasi sece[pat dan senyaman sekarang. Namun, pengorbanan Maria tidak sia-sia. Yesus Kristus hadir di muka bumi ini dan menjadi Juruselamat seluruh umat manusia!</p>
<p><em>Keempat, </em>mukjizat kelahiran Yesus Kristus terjadi dalam penaklukan diri terhadap hukum Taurat. Itu berarti Allah menyatakan mukjizatnya tidak merusak atau membongkar apa yang ditetapkan-Nya. Hukum Taurat ditetapkan oleh Allah sendiri. Ia juga tahu bahwa manusia tidak akan mampu melakukan hukum Taurat dengan kemampuannya sendiri. Itulah sebabnya Yesus Kristus datang untuk menggenapi Taurat. Tentu saja, sebelum itu dilakukan-Nya, ia lahir dari anak dara Maria dan takluk terhadap Hukum Taurat. Pembaharuan dan perubahan dalam hidup ini tidak harus menghancurkan apa yang ada, melainkan menyempurnakannya.</p>
<p>Banyak orang menghendaki terjadinya mukjizat atas bangsa dan negara kita Indonesia. Sayangnya banyak tatanan yang kemudian dirusak. Banyak fasilitas publik yang juga dirusak. Akibatnya, perubahan atau pembaharuan tidak terjadi, malah biaya renovasi dan perbaikan atas kerusakan yang ditimbulkan harus dikeluarkan. Ada tatanan dan prosedur yang perlu kita taati jika menghendaki terjadinya perubahan dan pembaharuan. Allah tetap bisa bekerja menyatakan mukjizat-Nya tanpa harus merusak apa yang ada!</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=422&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/02/m-a-r-i-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RUNTUHNYA TEMBOK YERIKHO</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/02/runtuhnya-tembok-yerikho/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/02/runtuhnya-tembok-yerikho/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[  Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.  Ibrani 13:15       Umat Tuhan yang dipimpin oleh Yosua telah tiba di Tanah Perjanjian. Oleh pertolongan Tuhan, mereka telah mampu menyeberangi Sungai Yordan. Kini mereka harus menghadapi tantangan besar: tembok Kota Yerikho yang begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=420&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p align="right"><em>Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. </em></p>
<p align="right"><strong>Ibrani 13:15</strong></p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p align="right"><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Umat Tuhan yang dipimpin oleh Yosua telah tiba di Tanah Perjanjian. Oleh pertolongan Tuhan, mereka telah mampu menyeberangi Sungai Yordan. Kini mereka harus menghadapi tantangan besar: tembok Kota Yerikho yang begitu tebal dan kokoh. Namun Tuhan telah berkata kepada Yosua bahwa dengan cara Tuhan yang ajaib mereka akan mampu merobohkan tembok Kota Yerikho yang tebal itu. Semua prajurit Israel harus mengedari kota itu sehari sekali saja hingga enam hari lamanya. Tetapi pada hari yang ketujuh, mereka harus mengelilinya tujuh kali. Ketika para imam meniup sangkakala maka seluruh bangsa harus bersorak dengan sorak suara nyaring, maka tembok Yerikho itu akan runtuh <strong>(Yos. 6:1-5)</strong>. Pelajaran apakah yang kita terima dari peristiwa yang luar biasa ini, di mana Tuhan memberikan kemenangan besar terhadap umat-Nya?</p>
<p><em>Pertama, </em>tak ada yang bisa menghambat rencana Allah yang indah dalam kehidupan umat-Nya. Allah telah berjanji untuk memberikan Kanaan kepada umat-Nya. Allah setia pada janji-Nya, sehingga dalam Tiang Awan dan Tiang Api Ia menyertai perjalanan umat-Nya di padang belantara hingga tiba di Tanah Perjanjian. Itu berarti penghalang apapun yang ada di depan umat-Nya akan dapat diatasi mereka, sebab Tuhan yang menyertai mereka berperang ganti mereka!</p>
<p>Bagi setiap orang percaya ada rencana Tuhan yang indah: masa depan yang penuh harapan. Memang bisa saja dalam perjalanan ke masa depan ini ada aral yang melintang. Kita tidak boleh takut dan putus asa. Bersama dengan Tuhan kita akan bisa mengatasi segalanya. Justru dengan adanya tantangan itu kita bisa mengalami mukjizat Tuhan. Semakin besar tantangannya, semakin dahsyat mukjizat-Nya!</p>
<p><em>            Kedua, </em>untuk mengalami kemenangan dalam hidup ini, dibutuhkan ketaatan total terhadap petunjuk atau perintah Allah dalam firman-Nya. Allah berbicara kepada Yosua agar umat Tuhan tidak bertindak menurut mau mereka sendiri. Ada peraturan yang Allah tetapkan dalam barisan itu: prajurit bersenjata, tujuh orang imam yang membawa tujuh sangkakala dari tanduk domba, imam-imam yang memikul Tabut Perjanjian, dan ditutup dengan barisan prajurit bersenjata. Urutan ini telah ditetapkan oleh Tuhan dan mereka harus menaatinya. Peraturan lainnya adalah bahwa mereka harus tetap tutup mulut saat mengelilingi Kota Yerikho itu. Setelah diperintahkan untuk bersorak barulah mereka harus bersorak. Ketaatan mendatangkan kuasa kemenangan!</p>
<p>Ada sejenis penyakit yang cukup mematikan, seperti kanker, misalnya, yang disebabkan oleh adanya akar pahit atau kebencian dan kekecewaan di dalam hati seseorang. Walaupun tidak semua kasus demikian, tetapi sebagian besar ada kaitan antara suasana hati dengan penyakit yang diderita. Peraturan yang Tuhan tetapkan adalah: <em>hati yang gembira adalah obat </em><strong>(Ams 17:22)</strong>. Hati yang gembira bisa dimiliki jika mau mengampuni dan menerima kembali orang yang telah menyakitinya. Jika seseorang mau menaati aturan ini, maka penyakitnya pun akan sembuh. Sayangnya banyak yang mengabaikan ketentuan ini, dan lebih suka menderita dengan penyakitnya itu. Jika kita mau taat – sekalipun sulit – maka pemulihan terjadi.</p>
<p><em>            Ketiga, </em>dibutuhkan kekompakan seluruh unsur, karena di mana ada <em>teamwork </em>yang baik, terjadi sinergi yang luar biasa. Semuanya dapat bekerjasama: Yosua, para imam, para prajurit, dan seluruh umat Tuhan. Di situlah inti dari kemenangan. Bukankah ada pepatah: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh? Kesatuan bukan suatu hal yang mudah, tetapi tetap bisa dijalin asalkan setiap orang mau saling mengerti dan menerima satu dengan yang lain. Alkitab banyak mengajarkan tentang kehidupan umat Tuhan sebagai anggota tubuh. Tempat dan fungsinya bisa berbeda-beda, tetapi semuanya penting dan harus menganggap anggota tubuh yang lainnya juga penting <strong>(1 Kor. 12:12-26)</strong>.</p>
<p>Kesatuan menghasilkan sinergi yang luar biasa. Ini sama seperti sebuah tim olahraga. Di mana ada kekompakan di antara para atlitnya, maka kemenangan mudah diraih. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa-Nya agar murid-murid-Nya menjadi satu, sama seperti Yesus dan Bapa adalah satu <strong>(Yoh. 17:20-23)</strong>. Keluarga yang bersatu, rakyat yang bersatu, jemaat yang bersatu, akan mengalami kemenangan besar!</p>
<p><em>            Keempat, </em>ada kuasa dalam pujian dan pengucapan syukur. Ketika tiba saatnya untuk bersorak, mereka bersorak dengan nyaring … dan tembok yang tebal serta kokoh itu pun runtuhlah! Ada kuasa dalam pujian! Ada kuasa dalam pengucapan syukur!</p>
<p><em> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=420&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/02/runtuhnya-tembok-yerikho/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEREMPUAN SAMARIA</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/02/perempuan-samaria/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/02/perempuan-samaria/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.  Matius 5:16         Salah satu mukjizat yang terbesar yang Allah kerjakan dalam kehidupan umat-Nya adalah mukjizat keselamatan. Yesus Kristus diutus oleh Bapa ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi dunia ini, melainkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=418&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p align="right"><em>Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. </em></p>
<p align="right"><strong>Matius 5:16</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Salah satu mukjizat yang terbesar yang Allah kerjakan dalam kehidupan umat-Nya adalah mukjizat keselamatan. Yesus Kristus diutus oleh Bapa ke dalam dunia ini bukan untuk menghakimi dunia ini, melainkan untuk menyelamatkannya <strong>(Yoh. 3:17)</strong>. Yesus Kristus sendiri berkata, <em>&#8220;Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.&#8221;</em> <strong>(Mrk. 2:17)</strong>. Dalam Yohanes 4:1-42 kita akan mempelajari bagaimana Tuhan Yesus menyelamatkan dan mengubah seorang perempuan berdosa, seorang perempuan Samaria.</p>
<p>Dalam perjalanan-Nya dari Yudea kembali ke Galilea, Yesus melintasi daerah Samaria. Di dekat Sikhar, sekitar jam 12 siang, Yesus yang saat itu secara manusiawi sangat letih oleh perjalanan, beristirahat di sumur Yakub. Kemudian datanglah seorang perempuan ke sumur itu untuk mengambil air di sumur Yakub. Yesus pun memulai pembicaraan penting dengan perempuan Samaria tersebut hingga pada keputusan penting: hati perempuan itu terpuaskan oleh air hidup yang Tuhan Yesus telah berikan kepadanya, dan ia langsung menjadi saksi bagi seisi kota Samaria. Sebelumnya, ia adalah seorang perempuan yang tidak pernah terpuaskan. Sudah ada lima orang suami yang dimiliki perempuan Samaria ini dan saat itu ada seorang laki-laki lain lagi tinggal bersamanya. Bayangkan nafsu yang tak pernah terpuaskan dari perempuan ini. Namun kini tidak lagi. Ia melihat bahwa kepuasan sejati bukan pada pemuasan hawa nafsu, melainkan pada pengenalan akan Allah yang benar, dan menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Dari kisah pertobatan perempuan Samaria ini ada beberapa pelajaran penting tentang mukjizat perubahan hidup dalam diri seseorang.</p>
<p><em>Pertama,</em> Tuhan Yesus memrioritaskan pertobatan seseorang. Banyak orang meremehkan keberadaan seseorang. Padahal, justru dari seseorang yang sungguh-sungguh bertobat bisa menghasilkan jiwa-jiwa yang lain. Terjadi multiplikasi atau pelipatgandaan. Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya dan kepada kita semua bahwa ada “makanan rohani” yang haruis segera dinikmati. Tuhan Yesus berkata: <em>“Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan perkerjaan-Nya.” </em><strong>(Yoh. 4:34)</strong>.</p>
<p>Filipus, salah seorang hamba Tuhan, memberitakan Kabar Baik kepada seorang sida-sida dari Etiopia, di jalan yang sunyi. Namun Allah memakainya, sehingga sida-sida itu bertobat. Menurut catatan dalam sejarah misi, Etiopia mendengar Injil Yesus Kristus melalui sida-sida tersebut <strong>(Kisah 8:26</strong>-40). Mari kita juga memedulikan jiwa-jiwa yang ada di sekitar kita yang belum terselamatkan. Mungkin hanya ada satu orang. Mulailah berdoa dan berbicaralah kepadanya. Roh Kudus dapat memakai kita semua menjadi pemenang jiwa.</p>
<p><em>            Kedua,</em>pemberitaan Injil bisa disampaikan dengan santun namun penuh kuasa. Dalam pembicaraan itu Yesus tidak memburuk-burukkan apa yang diyakini atau dipercayai perempuan Samaria itu. Ia hanya menyatakan pokok permasalahan yang ada, yaitu tentang “air hidup. Hal itu disampaikan-Nya dengan penuh ketenangan dan kesantunan. Perempuan itu lalu membuka hati dan menerima Kabar Baik yang Tuhan Yesus sampaikan.</p>
<p>Dari hasil penelitian misi yang dilakukan oleh banyak ahli, pemenangan jiwa yang paling banyak dihasilkan bukan melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), melainkan melalui persahabatan <em>(friendship). </em>Penginjilan dilakukan secara tatap muka, dari hati ke hati, tentang kasih Allah bagi dunia ini. Hasilnya sungguh luar biasa.</p>
<p><em>            Ketiga,</em>inti dari pemberitaan Injil adalah penyembahan kepada Allah dalam roh dan kebenaran. Yesus membawa pembicaraan dengan perempuan Samaria itu kepada inti Injil, yaitu mengenal Allah yang benar dan menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Jadi, berita Injil tidak hanya berbicara tentang kesembuhan dari sakit-penyakit, atau mengalirkan berkat-berkat jasmani, melainkan tentang karya keselamatan Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus. Semua berkat yang lain akan menyusul ketika seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.</p>
<p>Selama ini, yang diketahui oleh perempuan Samaria itu berasal dari nenek moyangnya bahwa penyembahan hanya dilakukan di gunung Gerisim, sementara orang Yahudi menyatakan bahwa ibadah yang benar hanya bila dilakukan di Yerusalem. Namun Tuhan Yesus menyatakan bahwa penyembahan kepada Allah yang benar tidak bergantung dari tempat atau lokasi, melainkan dari hati.</p>
<p><em>Keempat, </em>hasil dari pertobatan adalah perubahan hidup yang radikal dan kesaksian yang dinamis. Semula perempuan ini keluar dari rumahnya pada siang hari, ketika jalanan sepi. Mengapa? Karena sebagai perempuan berdosa, ia tidak berani menampakkan diri di hadapan orang banyak. Namun kini, setelah ia berjumpa dengan Yesus, ia mengalami perubahan total dan radikal. Ia langsung kembali ke kotanya dan menceritakan perubahan hidup yang dialaminya. Akibatnya? Banyak orang percaya atas kesaksiannya. Mereka percaya karena mereka melihat perubahan hidup yang ditunjukkan oleh perempuan itu: dari orang yang menghindari komunitas sosial menjadi orang yang menerangi komunitas sosial. Luar biasa, bukan?</p>
<p>Orang-orang akan memercayai berita yang kita sampaikan, apabila mereka bukan hanya mendengar pemberitaan Injil yang kita sampaikan, melainkan juga karena mereka melihat perubahan hidup yang kita alami di dalam Tuhan Yesus Kristus. Jika dulunya ia adalah seorang penjahat dan kini hidupnya menjadi berkat, orang akan mendengar kesaksiannya dan menjadi percaya. Zakheus berubah dari orang yang egois dan pencuri, menjadi seorang yang peduli orang miskin dan memiliki integritas. Saulus berubah: dari seorang penganiaya orang Kristen menjadi Paulus, seorang Rasul yang gigih memberitakan kasih Tuhan. Inilah mukjizat di mana hidup seseorang diubahkan: dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran! Biarlah orang melihat perbuatan kita yang baik yang dihasilkan dari pertobatan sejati, dan kemudian mereka memuliakan Bapa yang di sorga.</p>
<p><em>           </em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/418/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/418/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/418/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=418&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/02/perempuan-samaria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HANA DAN SAMUEL</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/02/hana-dan-samuel/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/02/hana-dan-samuel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:17:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[  Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah, dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas.   Yeremia 31:25     Tidak ada kepedihan hati yang melebihi kepedihan hati seorang perempuan yang mandul dan dimadu sekaligus. Hal itu terjadi pada diri Hana. Suaminya, Elkana bukan hanya menikahinya, tetapi juga menikahi perempuan lain, yaitu Penina. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=416&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p align="right"><em>Sebab Aku akan membuat segar orang yang lelah,</em></p>
<p align="right"><em>dan setiap orang yang merana akan Kubuat puas.</em></p>
<p align="right"><em> </em></p>
<p align="right"><strong>Yeremia 31:25</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tidak ada kepedihan hati yang melebihi kepedihan hati seorang perempuan yang mandul dan dimadu sekaligus. Hal itu terjadi pada diri Hana. Suaminya, Elkana bukan hanya menikahinya, tetapi juga menikahi perempuan lain, yaitu Penina. Penina mempunyai anak, sedangkan Hana tidak. Pada masa itu kemandulan merupakan suatu aib. Dan Alkitab menyatakan bahwa Tuhan sendirilah yang menutup kandungan Hana. Penina pun sangat tidak rohani. Bukannya ia mendoakan dan menghibur Hana, ia malah selalu menyakiti hati Hana supaya ia gusar. Hal itu terjadi dari tahun ke tahun. Setiap kali Hana pergi ke rumah Tuhan bersama suami dan madunya, Penina selalu menyakiti hatinya.</p>
<p>Hana tidak marah kepada Tuhan yang telah menutup kandungannya, atau marah kepada suaminya. Ia justru datang kepada Tuhan dalam doa. Dengan hati yang pedih ia menangis tersedu-sedu di kaki Tuhan. Ia bernazar kepada Tuhan, bahwa jika Tuhan memberinya seorang anak laki-laki, ia akan memberikannya kepada Tuhan untuk dipakai menjadi hamba Tuhan <strong>(1 Sam. 1:1-11)</strong>.</p>
<p>Setahun kemudian Hana mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel. Setelah dipelihara selama beberapa tahun ia menyerahkannya kepada imam Eli, agar Tuhan memakai Samuel sebagai hamba-Nya. Bahkan Hana masih diberkati lagi dengan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi. Samuel pun akhirnya dipakai Tuhan, menjadi nabi Tuhan, dan pelayanannya diberkati Tuhan. Dari kisah tentang mukjizat Tuhan ini kita memperoleh beberapa pelajaran penting.</p>
<p><em>Pertama,</em>Tuhan yang berdaulat untuk menutup dan membuka kandungan seorang perempuan. Tuhan Allah adalah Pencipta seluruh alam semesta, dan juga manusia. Ia yang menciptakan organ-organ tubuh manusia, termasuk kandungan seorang perempuan. Dengan jelas Alkitab berkata bahwa Tuhan berkuasa penuh untuk menutup atau membuka pintu, termasuk menutup atau membuka kandungan. Jika Tuhan yang menutup tak ada seorang pun dapat membuka, dan jika Tuhan yang membuka maka tak ada satu pun yang dapat menutup <strong>(Why. 3:8)</strong>. Alasan apa yang digunakan-Nya dalam menutup dan membuka kandungan merupakan misteri besar dalam kehidupan ini. Ada orang-orang yang setia kepada Tuhan, tetapi kandungannya tetap tertutup, sedangkan orang-orang yang tidak takut Tuhan, yang hidup dalam <em>free sex, </em>berhubungan intim dengan pacarnya, malah pacarnya bisa mengandung. Allah bukannya tidak adil, melainkan Ia mau menyatakan kuasa-Nya yang mutlak, yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun!</p>
<p><em>Kedua,</em>Tuhan mendengar dan menjawab doa umat-Nya yang dinaikkan dengan penuh kesungguhan hati. Hana tidak putus asa dengan kemandulannya itu. Ia tahu bahwa Tuhan adalah sumber pertolongan bagi umat-Nya. Hana berdoa, dan Tuhan menjawab dengan segera.</p>
<p>Hal yang sama terjadi pada Ribka, isteri Ishak. Ishak adalah anak perjanjian yang diberikan Allah kepada Abraham, Bapa Orang Beriman. Namun demikian ternyata Ribka, yang diperoleh Ishak atas pertolongan hambanya, Eliezer, yang berjumpa dengan Ribka atas pimpinan Tuhan, mandul. Bukankah hal ini menimbulkan pertanyaan besar? Bagaimana mungkin orang yang memperoleh janji Tuhan bahwa banyaknya keturunannya akan seperti bintang dilangit dan seperti pasir di laut, ternyata memiliki seorang isteri yang mandul. Namun sesuatu yang ajaib terjadi. <em>Berdoalah Ishak kepada TUHAN untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; TUHAN mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung </em><strong>(Kej. 25:21)</strong>. Doa merupakan sarana kita datang kepada Tuhan. Kita dapat meminta, mencari dan mengetuk pintu. Maka sesuai janji-Nya, kita akan menerima, mendapat dan kepada kita pintu akan dibukakan <strong>(Mat. 7:7-8)</strong>.</p>
<p><em>Ketiga, </em>jawaban Tuhan atas doa-doa umat-Nya bahkan bisa lebih dari yang diminta. Hana meminta seorang anak laki-laki kepada Tuhan, tetapi Tuhan memberikan kepada Hana tidak hanya seorang anak laki-laki, melainkan ditambah dengan beberapa anak laki-laki dan perempuan. Ishak dan Ribka pun berdoa, dan Tuhan memberikan dua bayi kembar dalam kandungan Ribka: Esau dan Yakub. Tuhan sanggup memberikan kepada kita lebih dari yang kita minta.</p>
<p><em>Keempat,</em>Tuhan senang dengan umat-Nya yang mengucap syukur dan menepati nazarnya. Dalam 1 Samuel 2:1-10 kita membaca bagaimana Hana menaikkan pujian bagi Tuhan yang telah mendengar dan menjawab doanya. Dalam pujiannya itu Ia mengakui kedaulatan Tuhan. <em>TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan dan meninggikan juga </em><strong>(1 Sam 2:6-7)</strong>. Hana pun menepati nazarnya untuk menyerahkan Samuel kepada Tuhan, dan Tuhan pun memakainya menjadi nabi bagi umat Israel. Jika kita pernah benazar, tepatilah. Alkitab berkata, <em>Kalau engkau bernazar kepada Allah, janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Ia tidak senang kepada orang-orang bodoh. Tepatilah nazarmu. Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya </em><strong>(Pengkh. 5:4-5)</strong>.</p>
<p>Tuhan telah membuat segar Hana yang lelah, dan memuaskan hati Hana yang semula begitu merana. Begitupun Tuhan berkehendak menyatakan mukjizat-Nya atas kita.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=416&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/02/hana-dan-samuel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BELENGGU TERLEPAS</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/02/belenggu-terlepas/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/02/belenggu-terlepas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!   Mazmur 144:15     Tentu semua orang berkata bahwa penjara adalah tempat yang sangat tidak menyenangkan. Ada orang yang dipenjara karena kesalahan atau tindak kriminal yang diperbuatnya. Tidak demikian dengan Paulus dan Silas. Mereka baru saja melakukan sebuah pelayanan yang sangat memberkati, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=414&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p align="right"><em>Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya!</em></p>
<p align="right"><em>Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN!</em></p>
<p align="right"><strong><em> </em></strong></p>
<p align="right"><strong>Mazmur 144:15</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tentu semua orang berkata bahwa penjara adalah tempat yang sangat tidak menyenangkan. Ada orang yang dipenjara karena kesalahan atau tindak kriminal yang diperbuatnya. Tidak demikian dengan Paulus dan Silas. Mereka baru saja melakukan sebuah pelayanan yang sangat memberkati, di mana Injil diberitakan dan mengeluarkan roh tenung dari seorang perempuan. Mereka bukannya disambut dengan sukacita, melainkan ditangkap, disiksa, dan dianiaya. Bahkan merek aberdua dipenjarakan di bagian tengah dengan kaki mereka dibelenggu dalam pasungan yang kuat <strong>(Kisah 16:18-24)</strong>. Sebenarnya mereka bisa marah dan kecewa terhadap Tuhan yang mereka layani. Mereka menerima penderitaan yang tidak seharusnya mereka tanggung. Namun, alih-alih menggerutu, berdua mereka justru berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Kemudian … <em>terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah, dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua </em><strong>(Kisah 16:26)</strong>. Dari peristiwa ini, kita melihat beberapa pelajaran penting tentang kuasa dalam pujian.</p>
<p><em>Pertama, </em>pujian yang penuh kuasa dihasilkan bukan saja di bibir mulut, melainkan dari hati yang penuh ucapan syukur sekalipun dalam penderitaan. Rasul Paulus dan Silas memiliki hati yang bersyukur kepada Tuhan. Hati yang bersyukur mudah dimiliki ketika kita berada dalam keadaan yang menyenangkan. Namun ketika kita menderita, ucapan syukur menjadi sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Iman kepada Tuhan Yesus Kristus mengajarkan kepada kita untuk selalu mengucap syukur dalam segala hal <strong>(1 Tes. 5:18)</strong>. Wujudnya adalah pujian yang penuh kuasa. Pujian dari hati yang bersyukur tidak dibatasi oleh lagu lama atau baru, diirngi musik atau tidak <em>(a capella), </em>banyak orang atau hanya berdua, diterangi oleh lampu gemerlapan atau gelapnya penjara.</p>
<p><em>Kedua, </em>pujian yang penuh kuasa menjadi kesaksian bagi orang lain, bahkan berdampak bagi orang lain. Orang-orang lain yang berada dalam penjara itu mendengar doa dan pujian mereka. Meskipun mereka belum mengenal Kristus, tetapi dengan mendengarkan lirik lagu yang dinyanyikan Rasul Paulus dan Silas – pujian syukur dan kemenangan, bukan lagu cengeng penuh rintihan – semangat mereka pun dibangkitkan. Mungkin mereka pernah melakukan tindak criminal yang menyebabkan mereka dijebloskan ke dalam penjara, tetapi kemudian mereka sadar untuk berbalik menjadi orang benar.</p>
<p>Ada banyak kisah tentang orang yang sudah putus asa karena bisnisnya yang hancur, keluarganya dan hidupnya yang hancur, yang mendorongnya untuk mengakhiri kehidupan ini dengan bunuh diri. Kemudian ia melewati sebuah rumah dan mendengar ada pujian rohani yang dilantunkan. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Ia bangkit dari keterpurukannya, bertobat dan dating kepada Tuhan, kemudian Tuhan memulihkan seluruh hidupnya. Teruslah menaikkan pujian yang penuh kuasa, agar ada orang lain yang terberkati <strong>(Maz. 40:4)</strong>.</p>
<p><em>Ketiga, </em>pujian yang penuh kuasa melepaskan segala belenggu. Sebagaimana pujian umat Israel pada masa Yosua mampu merubuhkan tembok Yerikho yang begitu kokoh, pujian Paulus dan Silas pun mendatangkan kuasa yang luar biasa: belenggu-belenggu terlepas. Sesuai dengan janji-Nya, ketika umat-Nya memuji Allah, maka Ia hadir di atas puji-pujian tersebut: <em>Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel</em> <strong>(Maz. 22:4)</strong>. Dan kalau Ia hadir serta bertakhta di sana, maka sesuatu yang ajaib terjadi.</p>
<p>Banyak kesaksian yang disampaikan oleh jemaat tentang kuasa pujian yang mereka alami. Dalam puji-pujian di tengah jemaat, mereka ikut menyanyi dengan penuh kesungguhan hati. Kemudian, Tuhan menjamah mereka sehingga mereka yang sakit mengalami kesembuhan, yang lemah memperoleh kekuatan, yang putus asa memperoleh pengharapan, yang mengalami tekanan memperoleh kebebasan. Pujian juga mampu mengusir kuasa kegelapan. Saat Daud memainkan kecapinya dan memuji Tuhan, maka roh jahat undur dari Raja Saul <strong>(1 Sam. 16:23)</strong>.. Kuasa kegelapan tidak mampu lagi menguasai umat Tuhan yang penuh kesungguhan hati memuji Tuhan. Jadi, pujian bagi Tuhan bisa mendatangkan kebebasan dan kemenangan!</p>
<p><em>Keempat, </em>pujian yang penuh kuasa membawa orang lain pada keselamatan. Kepala penjara Filipi yang saat itu mengetahui bahwa belenggu-belenggu terlepas mmenganggap bahwa semua tahanan telah lari. Sebagai bentuk tanggung jawabnya dan juga ketakutannya atas hukuman yang bakal diterimanya dari atasannya, ia nyaris membunuh dirinya sendiri. Untunglah Paulus dan Silas menemuinya dan mencegahnya dari kematian yang sia-sia. Mereka menginjili kepala penjara Filipi beserta keluarganya, dan akhirnya mereka semua member diri dibaptis. Keselamatan datang atas kepala penjara Filipi beserta seluruh keluarganya. Allah menghendaki semua pejabat, bahkan seluruh komponen bangsa Indonesia seperti kepala penjara Filipi: sadar akan dosanya kemudian bertobat, percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan diselamatkan: ia dan seisi keluarganya!</p>
<p>Ada perbedaan besar antara Paulus dan Simon Petrus. Keduanya memang sama-sama dipenjarakan karena memberitakan Injil. Tetapi di dalam penjara, keduanya melakukan sesuatu yang berbeda: Simon Petrus tidur, sedangkan Paulus memuji Tuhan. Akibatnya? Memang keduanya sama-sama dilepaskan dari penjara karena campur tangan Tuhan. Tetapi kepala penjara tempat Simon Petrus dipenjarakan akhirnya dibunuh oleh Herodes, sedangkan kepala penjara tempat Paulus dipenjarakan diselamatkan oleh Tuhan. Pilihan berada di tangan kita: bersifat pasif atau bersikap aktif dengan memuji Tuhan! Akibatnya tentu berbeda!</p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=414&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/02/belenggu-terlepas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BULI-BULI SEORANG JANDA</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/02/buli-buli-seorang-janda/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/02/buli-buli-seorang-janda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, …   Yeremia 17:8               Ketika Nabi Elisa melayani, ia benar-benar memperoleh urapan Roh Kudus dua kali lipat dibandingkan Nabi Elia. Allah mengurapinya, dan pelayanannya menjadi berkat bagi banyak orang. Banyak mukjizat yang dilakukan oleh Nabi Elisa, salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=412&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p align="right"><em>Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air,</em></p>
<p align="right"><em>yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, …</em></p>
<p align="right"><em> </em></p>
<p align="right"><strong>Yeremia 17:8</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>            </strong>Ketika Nabi Elisa melayani, ia benar-benar memperoleh urapan Roh Kudus dua kali lipat dibandingkan Nabi Elia. Allah mengurapinya, dan pelayanannya menjadi berkat bagi banyak orang. Banyak mukjizat yang dilakukan oleh Nabi Elisa, salah satunya adalah mukjizat bagaimana seorang janda yang sedang berada dalam kesulitan ekonomi keluarga dipulihkan Tuhan. Kisah tersebut terdapat dalam Kitab 2 Raja-raja 4:1-7. Dari kisah ini kita memperoleh banyak pelajaran penting tentang mukjizat di bidang ekonomi.</p>
<p><em>Pertama, </em>memahami bahwa masalah bisa datang ke dalam kehidupan semua orang <strong>(ayat 1)</strong>. Suami dari ibu janda ini dulunya adalah salah seorang nabi. Suaminya adalah orang yang takut akan Tuhan. Ketika suaminya mati, ia meninggalkan seorang isteri dan dua orang putera. Isterinya tidak memiliki kecakapan tertentu yang bisa digunakan untuk mencari nafkah, sedangkan kebutuhan keluarga perlu dipenuhi. AKhirnya ibu ini meminjam uang. Hutangnya terus bertambah banyak dan ia tidak dapat membayarnya. Penagih hutang <em>(debt collector) </em>datang untuk mengambil kedua puteranya menjadi budak.</p>
<p>Di sini nampak bahwa masalah kehidupan bisa datang atas semua orang, termasuk isteri seorang nabi atau hamba Tuhan. Manusia hidup tidak akan bebas dari masalah. Ada orang yang berpikir bahwa mengikut Tuhan itu berarti langit selalu cerah, hidup tanpa masalah. Padahal yang Tuhan janjikan sebagai Gembala Yang Baik adalah bahwa Ia memang membaringkan kita di rumput yang hijau serta membawa kita ke air yang tenang, namun ada jalan kehidupan yang berbentuk lembah kekelaman <em>(the valley of the shadow of death). </em>Di sinilah letak iman kita, bahwa kita tidak takut bahaya sebab Ia beserta kita. Masalah boleh datang atas kehidupan kita, tetapi ada solusi atau jalan keluar yang Allah sediakan. Rasul Paulus mengingatkan bahwa <em>“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialahpencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” </em><strong>(1 Kor. 10:13)</strong>.<em></em></p>
<p><em>Kedua, </em>datang kepada Tuhan melalui hamba-nya untuk meminta pertolongan. Saat dalam kondisi yang sangat kritis, janda ini datang meminta petunjuk Tuhan. Ia menemui Nabi Elisa dan mengutarakan masalah yang dihadapinya. Setelah mendengar apa yang diutarakan janda itu, Nabi Elisa menanyakan apa-apa yang dimiliki janda itu di rumahnya <strong>(ayat 2).</strong> Datang kepada hamba Tuhan untuk konseling adalah salah satu cara yang bisa diambil saat kita dalam kesulitan. Dalam urapan Tuhan, hamba Tuhan tersebut akan memberikan nasihat yang berdasar kepada firman Tuhan. Mungkin saja hamba Tuhan tidak mampu menolong memberikan sejumlah materi yang dibutuhkan, tetapi ia bisa memberikan nasihat bagaimana memperoleh pemulihan dari Tuhan.</p>
<p>Pertanyaan Nabi Elisa mengenai barang apa yang masih dimiliki perempuan tersebut merupakan pertanyaan etis. Mengapa? Banyak orang yang memiliki hutang atau pinjaman, tetapi ia berkeberatan untuk melepas atau menjual sesuatu yang menjadi miliknya. Aset-aset yang dimiliki terus dipegang bahkan disembunyikan, sementara tanggung jawab untuk membayar hutang diabaikan. Hal ini tidak dapat dibenarkan. Jadi Elisa mau mengajar perempuan itu agar ia melepaskan semua asset yang ada untuk menyelesaikan hutangnya.</p>
<p>Ternyata janda tersebut tidak memiliki apa-apa lagi kecuali sebuah buli-buli berisi minyak. Rupanya perempuan ini meremehkan ‘modal’ yang sedikit itu, padahal Tuhan bisa bekerja dengan sesuatu yang nampaknya kecil atau sedikit. Bukahkah Tuhan Yesus Kristus sendiri, setelah memberkati lima roti dan dua ikan persembahan seorang anak kecil, dapat melipatgandakannya sehingga mampu member makan lebih dari 5000 orang <strong>(Yoh 6:1-15)</strong>. Banyak orang mengabaikan hal-hal kecil, termasuk murid-murid Yesus. Padahal mukjizat Allah dimulai dengan yang kecil.</p>
<p>Contoh lainnya adalah mukjizat yang dialami Nabi Elia. Ia bersama bujangnya naik ke Gunung karmel. Kemudian sesudah ia berdoa, ia menyuruh bujangnya melihat ke arah laut. Hingga enam kali bujangnya tidak melihat apa-apa di langit. Baru pada ketujuh kalinya ketika Nabi Elia menyuruhnya lagi, ia berkata: “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Awan setelapak tangan? Sangat kecil, bukan? Tetapi kemudian dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu … turunlah hujan yang lebat! <strong>(1 Raja 18:41-46)</strong>.</p>
<p><em>Ketiga, </em>tidak jaga gengsi. Nabi Elisa menyuruh perempuan ini mendatangi para tetangganya dan meminta bejana-bejana kosong dari mereka tetapi jangan terlalu sedikit <strong>(ayat 3)</strong>. Ini merupakan suatu tantangan yang berat. Betapa tidak! Perempuan ini dikenal punya banyak hutang, yang tentunya menjadi cemoohan para tetangganya. Kini ia harus menjumpai mereka dan meminta bejana kosong dari mereka. Bagaimana dengan harga dirinya? Tetapi, perempuan ini mengesampingkan harga dirinya. Ia tahu bahwa ia harus menyelamatkan kedua anaknya. Kasihnya kepada keluarganya mamu menggeser keinginannya mempertahankan gengsinya. Ia pun pergilah dan bisa mendapatkan cukup banyak bejana kosong dari tetangganya.</p>
<p>Mujizat atas kondisi ekonomi kita bisa terjadi, jika kita tidak menjaga gengsi atau harga diri kita. Banyak orang merasa malu untuk meminta bantuan kepada rekan-rekannya ketika ia mengalami keterpurukan ekonomi. Asalkan kita tidak meminta sedekah, melainkan meminta ‘bantuan modal’ yang nantinya bisa digunakan secara wajar, sebenarnya sah-sah saja. Nabi Elisa tidak mengajar perempuan ini untuk menjadi peminta-minta, melainkan agar perempuan ini tidak menutup diri, melainkan mau tetap berelasi dengan orang lain.</p>
<p><em>Keempat, </em>ada kesatuan dalam keluarga. Setelah memperoleh bejana-bejana kosong itu, ia pun masuk ke dalam rumahnya, menutup pintunya dan mulai menuang minyak dalam buli-buli itu ke bejana-bejana tadi. Kedua anaknya mendekatkan bejana-bejana itu kepadanya, sedang ia terus menuang <strong>(ayat 5)</strong>. Sungguh suatu kerja sama yang sangat baik dalam keluarga. Di man aada kesatuan dan kerukunan, di sana mukjizat dan berkat Tuhan mengejar. Tidaklah aneh jika kemudian ekonomi perempuan ini dipulihkan.</p>
<p>Ketika keluarga kita mengalami masalah, jangan saling menyalahkan satu dengan yang lain, melainkan satukan hati dalam doa dan pembicaraan bersama: suami-isteri, orang tua dan anak-anak, guna mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi. Ketika semua orang dalam keluarga mau bersatu, maka dalam tempo tidak lama, pemulihan terjadi. Dalam kesatuan ada berkat Tuhan <strong>(Maz. 133:1-3)</strong>.</p>
<p><em>Kelima, </em>tidak serakah. Setelah ibu janda ini terus menuangkan minyaknya, penuhlah bejana-bejana itu. Begitu bejana yang terakhir penuh, maka berhentilah minyak itu mengalir <strong>(ayat 6)</strong>. Jika kita yang menjadi ibu janda itu apa yang akan kita lakukan ketika mengetahui bahwa bejana kosong sudah tidak ada lagi? Mungkin ada di antara kita yang akan bergegas meminta bejana lagi kepada para tetangga. Namun hal itu tidak dilakukan oleh janda tersebut. Mengapa? Karena ia tidak serakah. Berkat yang telah diberikan oleh Tuhan melalui mukjizat minyak itu sudah cukup untuk menyelesaikan hutangnya. Mari kita belajar dari rasa cukup ini.</p>
<p>Suatu peristiwa terjadi di salah satu perkebunan vanili. Orang-orang Kristen yang memiliki perkebunan vanili itu pada mulanya bersyukur kepada Tuhan, sebab produksi vanili mereka diterima di luar negeri dengan harga yang sangat baik. Ekonomi mereka pun terangkat. Namun kemudian ada informasi bahwa jika mereka mau memperoleh hasil panen yang lebih besar, mereka bisa mendapatkan berkat dua kali lebih banyak. Caranya? Dengan menyuntikkan bahan kimia merkuri ke tanaman vanili itu. Panen akan menjadi dua kali lebih banyak dalam setahun. Orang-orang Kristen tersebut tergoda oleh informasi tadi. Mereka pun – dalam keserakahannya – menyuntikkan merkuri ke tanaman vanili mereka. Hasilnya? Memang panen menjadi dua kali lebih banyak. Namun setelah dikirim ke luar negeri, produksi mereka ditolak karena ternyata mengandung bahan kimia merkuri yang berbahay abagi kesehatan. Hasil panen mereka tidak dipercaya lagi, dan harganya hancur. Akhirnya ekonomi mereka kembali terpuruk. Mari kit abelajar mencukupkan diri dengan apa yang ada dan waspada terhadap keserakahan.</p>
<p><em>Keenam, </em>memiliki etika dan akuntabilitas yang baik. Akhirnya setelah ibu ini mengalami mukjizat Tuhan, ia melaporkan kepada Nabi Elisa apa yang telah terjadi. Nabi Elisa yang snagat bijaksana itu berkata, <em>“Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.”</em> <strong>(ayat 7)</strong>. Nabi Elisa mengajar perempuan ini etika bisnis dan ekonomi yang benar. Ia harus segera membayar hutangnya dari hasil penjualan minyak itu. Sesudah itu barulah ia dan kedua puteranya hidup dari lebihnya.</p>
<p>Banyak orang memiliki etika dan akuntabilitas yang buruk. Setelah Tuhan memulihkan perekonomiannya, ia lupa untuk memberitahukan kepada hamba Tuhan bagaimana Tuhan telah memulihkan keadaannya. Ia mungkin kuatir kalau-kalau hamba Tuhan itu akan meminta bagian. Jangan sekali-kali berpikir demikian! Seorang hamba Tuhan yang tulus di hadapan Tuhan akan sangat bersyukur jika melalui doa dan nasihatnya bisa mendatangkan pemulihan atas diri jemaat. Ia sama sekali tidak menginginkan komisi atau imbalan dari hasil pemuluhan itu. Tuhan sudah memelihara hamba Tuhan itu dengan baik.</p>
<p>Ada lagi orang yang, setelah dipulihkan ekonominya, tidak segera menyelesaikan tanggung jawab hutangnya, melainkan menggunakannya untuk bersenang-senang. Sedangkan hutangnya tetap tidak dibayar dengan pelbagai alasan. Tuhan tidak menghendaki perbuatan semacam itu! Selesaikan tanggung jawab kita, kemudian baru menggunakan kelebihannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan penuh bijaksana.</p>
<p>Dari pertiwa mukjizat buli-buli seorang janda ini, kita tahu bahwa jika seseorang benar-benar mengandalkan Tuhan, ia akan memperoleh hasil yang luar biasa, bagaikan pohon yang ditanam di tepi air … memberikan hasil yang melimpah!</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=412&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/02/buli-buli-seorang-janda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESEMBUHAN ILAHI</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/02/kesembuhan-ilahi/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/02/kesembuhan-ilahi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[   Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, …   Yehezkiel 36:30   Salah satu mukjizat yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang akhir-akhir ini adalah mukjizat kesembuhan ilahi. Banyak orang mengalami sakit-penyakit, baik yang ringan maupun yang berat. Beberapa waktu lalu Bapak Gembala Jemaat pernah menyampaikan khotbah seri tentang sebab musabab timbulnya sakit-penyakit. Setidaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=410&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p align="right"><em>Aku juga memperbanyak buah pohon-pohonanmu dan hasil ladangmu, …</em></p>
<p align="right"><em> </em></p>
<p align="right"><strong>Yehezkiel 36:30</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Salah satu mukjizat yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang akhir-akhir ini adalah mukjizat kesembuhan ilahi. Banyak orang mengalami sakit-penyakit, baik yang ringan maupun yang berat. Beberapa waktu lalu Bapak Gembala Jemaat pernah menyampaikan khotbah seri tentang sebab musabab timbulnya sakit-penyakit. Setidaknya ada 10 (sepuluh) penyebab mengapa seseorang bisa sakit: ketidaktaatan, penyembahan berhala, keserakahan, kebimbangan, pekerjaan Iblis, sakit hati dan kepahitan, beban pelayanan, pemberontakan, usia lanjut, dan bagi kemuliaan Tuhan. Namun apapun penyebab penyakitnya, Allah kita adalah Yehovah Rapha, TUHAN yang menyembuhkan! Kini kita akan melihat salah satu peristiwa kesembuhan ilahi yang Tuhan Yesus kerjakan, yaitu ketika Ia menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya <strong>(Yoh. 9)</strong>.Dalam peristiwa ini ada beberapa pelajaran penting, yaitu rahasia mengalami mukjizat kesembuhan ilahi yang sejati.</p>
<p><em>Pertama, </em>karena Yesus lewat! <em>Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat … </em><strong>(ayat 1)</strong>. Tahukah Anda bahwa Yesus tidak pernah melakukan suatu tindakan tanpa suatu tujuan yang pasti? Ia selalu mempunyai tujuan, termasuk ketika Ia berjalan dan melihat ada orang yang buta sejak lahirnya. Apa tujuan-Nya? Menyembuhkan orang buta itu! Peristiwa dan mukjizat penyembuhan yang akan dilakukan-Nya akan mendatangkan kemuliaan bagi Bapa. Jadi kita dapat mengalami mukjizat Tuhan hanya apabila ia sendiri yang berdaulat mau melakukannya, bukan karena keinginan kita atau orang lain. Berdoa bagi kesembuhan diri sendiri? Harus! Mendoakan orang lain bagi kesembuhannya? Itu juga harus! Namun doa kita tidak secara otomatis mengatur atau mengklaim Tuhan. Ia punya maksud dan tujuan tersendiri, yang tidak bisa digugat siapa pun. Berdoa adalah bagian kita. Menyembuhkan dan mengadakan mukjizat adalah hak dan otoritas Tuhan Yesus sepenuhnya!</p>
<p><em>Kedua, </em>tahan terhadap ejekan atau olokan <strong>(ayat 2)</strong>. Murid-murid Yesus memberikan penghakiman yang salah. Mereka menduga bahwa kebutaan yang diderita oleh orang ini sejak lahirnya adalah perbuatan dosanya atau dosa orang tuanya. Namun Tuhan Yesus menyatakan bahwa kebutaan itu bukan akibat dari dosanya atau dosa kedua orang tuanya, melainkan supaya pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Sebagaimana umumnya orang buta, biasanya mereka lebih peka mendengar suara-suara di sekitarnya. Itu berarti apa yang disampaikan oleh para murid bisa saja terdengar oleh orang buta itu. Mendengar itu ia bisa saja tersinggung dan marah. Namun ternyata tidak demikian. Berarti orang buta ini tahan terhadap ejekan atau olokan, bahkan penghakiman dari para murid. Hanya orang yang tahan terhadap suara-suara megatif di sekitarnya yang bisa mengalami mukjizat Tuhan. Yang penting bukan apa kata orang, tetapi apa kata Tuhan kita Yesus Kristus.</p>
<p><em>Ketiga, </em>penyerahan kepada cara Tuhan Yesus bekerja <strong>(ayat 6)</strong>. Sebenarnya Tuhan Yesus bisa langsung menjamah mata orang buta itu sambil berkata, “Jadilah kepadaku menurut imanmu.” Bukankah cara seperti itu yang Ia lakukan hal itu terhadap dua orang buta lainnya <strong>(Mat. 9:27-31)</strong>? Namun kali ini Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta itu. Wow, suatu cara yang baru! Itulah Tuhan kita Yesus Kristus. Ia memiliki banyak cara untuk menolong anak-anak-Nya. Banyak cara untuk menyatakan kuasa dan mukjizat-Nya. Orang buta tadi tidak menuntut Tuhan Yesus menolongnya sesuai dengan car ayang diinginkannya. Ia pasrah kepada Tuhan. Apapun cara yang digunakan-Nya, diyakininya pasti akan mendatangkan pemulihan dan kesembuhan.</p>
<p>Bandingkan dengan kasus Naaman dalam 2 Raja-raja 5. Ia adalah panglima Kerajaan Aram yang tersohor, namun mengidap penyakit kusta. Segala upaya telah dilakukannya, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh. Seorang budak perempuan yang ditawan dari negeri Israel yang dipekerjakan di rumahnya memberitahu isteri Naaman bahwa ada seorang nabi di Israel, yaitu Nabi Elisa, yang dipakai Tuhan untuk melakukan mukjizat kesembuhan. Naaman pun pergi ke sana, dan Nabi Elisa menyuruhnya untuk pergi mandi di Sungai Yordan tujuh kali. Naaman nyaris tak tersembuhkan karena pada mulanya ia menolak cara yang dianggapnya sangat sederhana itu. Dalam pengalamannya, biasanya orang yang berusaha menyembuhkan penyakitnya berseru kepada ilahnya dan menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian [enyakit itu sembuh <strong>(2 Raja 5:11)</strong>. Naaman mencoba memaksa Tuhan melakukan sesuatu dengan cara tertentu. Ia mencoba membatasi cara kerja Tuhan. Hal seperti inilah yang sama sekali tidak boleh kita lakukan.</p>
<p>Kita harus percaya bahwa Allah kita kreatif. Ia bisa menyatakan mukjizat dan kesembuhan dengan banyak cara, termasuk melalui dokter. Tidaklah berdosa jika kita memeriksakan diri ke dokter, asalkan iman kita tidak ditujukan kepada dokter itu, melainkan tetap kepada Tuhan. Sekalipun Tuhan punya banyak cara, tidak berarti semua cara bisa digunakan untuk kesembuhan kita. Kita harus waspada terhadap cara pengobatan alternatif, karena ada yang bertentangan dengan firman Tuhan. Ada model pengobatan <em>new age </em>seperti tenaga prana, yoga, dan sebagainya, yang jelas bertentangan dengan iman Kristiani. Sebaiknya berkonsultasi dengan hamba Tuhan jika akan menjalani terapi atau pengobatan alternatif.</p>
<p><em>Keempat, </em>ketaatan terhadap perintah Tuhan <strong>(ayat 7)</strong>. Orang buta itu menerima cara Tuhan Yesus, bahkan ia juga menaati perintah-Nya agar pergi membasuh dirinya ke Kolam Siloam. Akhirnya orang buta ini sembuh. Matanya bisa melek. Dalam ketaatan ada kuasa mukjizat. Orang yang taat tidak akan banyak bertanya untuk apa ketaatan itu dilakukan, atau manfaat apa yang akan diperoleh dengan ketaatannya itu. Orang buta itu masih dalam keadaan buta ketika Ia menaati perintah Tuhan Yesus. Dan Tuhan Yesus pun belum berkata apa-apa tentang akibat dari ketaatannya. Orang buta itu taat dengan penuh penyerahan diri, dan ia mengalami mukjizat Tuhan.</p>
<p>Ini sama halnya dengan kesepuluh orang kusta yang datang kepada Tuhan Yesus dan memohon belas kasihan-Nya. <em>Lalu Ia memandang mereka dan berkata</em>: <em>“Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementar amereka di tengah jalan mereka menjadi tahir </em><strong>(Lukas 17:11-19)</strong>. Sayangnya kemudian hanya satu orang yang langsung kembali kepada Tuhan Yesus untuk mengucapkan terimakasih atas mukjizat yang telah dialaminya. Kesepuluh orang kusta itu taat untuk pergi memperlihatkan diri kepada iman-imam, dan ketika mereka taat, mukjizat kesembuhan terjadi!</p>
<p><em>Kelima, </em>pertumbuhan rohani <strong>(ayat 12, 17, 35-39)</strong>. Sesudah orang itu sembuh dari kebutaannya, ia banyak ditanya orang tentang proses kesembuhan yang dialaminya, dan apa pendapatnya tentang Yesus Kristus yang telah menyembuhkannya. Yang menarik di sini ialah jawaban orang buta yang telah dicelikkan Tuhan itu. Ketika para tetangganya mengorek keterangan dari dia tentang siapa Yesus, jawabnya: “Aku tidak tahu.” Kemudian ketika ia ditanya oleh orang Farisi tentang siapa Yesus, ia menjawab: “Ia adalah seorang nabi.” Itu berarti sekalipun ia telah melek mata jasmaninya, tetapi belum melek mata rohaninya. Ia belum melihat Tuhan Yesus Kristus sebagaimana adanya. Ia keliru karena hanya melihat Yesus Kristus sebagai nabi. Oleh sebab itu Tuhan Yesus memandang perlu untuk sekali lagi menemui orang ini. Tuhan Yesus bertemu dengannya dan bertanya: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?” Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya?” Kemudian Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya bahwa Dialah Anak Manusia yang telah datang ke dalam dunia ini. Orang itu pun akhirnya melek secara rohani, mengenal Tuhan Yesus dengan sebenar-benarnya, … lalu ia sujud menyembah-Nya. Mukjizat jasmani dilanjutkan dengan mukjizat rohani. Apa gunanya mata jasmani melek tetapi mata rohani tetap buta? Jika mata rohani juga melek, seseorang akan mengenal Yesus Kristus dengan benar dan sujud menyembah Dia, karena Dia bukan sekedar nabi, melainkan Anak Allah yang hidup, yang berkuasa atas sorga, bumi, dan di bawah bumi, Raja segala raja, Tuhan segala tuan!</p>
<p>Dengan mukjizat kesembuhan yang kita alami, kita akan menghasilkan buah kesaksian kapan saja dan di mana saja kita berada. Jadi Tuhan dapat memperbanyak buah pohon-pohonan kita dan hasil ladang kita, yaitu buah kesaksian yang menjadi berkat bagi banyak orang, baik kesaksian melalui perkataan maupun sikap dan perbuatan kita, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan!</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=410&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/02/kesembuhan-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ELIA DAN NABI BAAL</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/02/elia-dan-nabi-baal/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/02/elia-dan-nabi-baal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[  Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat …   Ibrani 2:4   Pada zaman pemerintahan Raja Ahab atas Kerajaan Utara (Israel) (874-852 SM), kehidupan umat Tuhan jauh dari Tuhan. Izebel, puteri Raja Etbaal, raja orang Sidon, yang dipersunting Ahab menjadi isterinya, merupakan penyembah berhala, yaitu menyembah Baal dan Asyera. Kata “Baal” sendiri berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=408&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="right"><em>Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat …</em></p>
<p align="right"><em> </em></p>
<p align="right"><strong>Ibrani 2:4</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Pada zaman pemerintahan Raja Ahab atas Kerajaan Utara (Israel) (874-852 SM), kehidupan umat Tuhan jauh dari Tuhan. Izebel, puteri Raja Etbaal, raja orang Sidon, yang dipersunting Ahab menjadi isterinya, merupakan penyembah berhala, yaitu menyembah Baal dan Asyera. Kata “Baal” sendiri berarti “tuan,” merupakan dewa kesuburan orang Kanaan dan bangsa-bangsa di sekitarnya. Sedangkan “Asyera” adalah dewi kesuburuan yang dipercaya sebagai isteri Baal.</p>
<p>Ahab ikut menyembah baal. Ia membuat mezbah untuk Bal di kuil baal yang didirikannya di Samaria, ibukota kerajaan Israel. Sesudah itu Ahab membuat patung Asyera, dan Ahab melanjutkan bertindak demikian, sehingga ia menimbulkan sakit hati Tuhan, Allah Israel, lebih dari semua raja-raja Israel yang mendahuluinya <strong>(1 Raja 16:32-22)</strong>.</p>
<p>Nabi Elia yang melayani Tuhan pada masa itu diutus oleh Tuhan untuk menantang 450 nabi Baal dan 400 nabi Asyera di Gunung Karmel <strong>(1 Raja 18:19).</strong> Bentuk tantangannya adalah barang siapa yang bisa mengirimkan api dari langit dan membakar lembu korban persembahan, maka dialah Allah yang hidup, Allah yang sejati. Tantangan itu disambut baik oleh para nabi berhala tersebut. Mereka diberi kesempatan terlebih dahulu. Merek aberseru kepada dewa Baal, tetapi tidak ada jawabab. Nabi Elia mengejek mereka dengan mengatakan agar mereka berseru semakin keras, mungkin saja dewa Baal sedang merenung, atau ada urusan, atau sedang bepergian, atau sedang tidur. Bahkan para nabi Baal itu mulai menorah diri mereka dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka saat beribadah kepada dewa Baal, sampai mereka kerasukan, namun tetap … tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian! <strong>(1 Raja 18:25-29)</strong>.</p>
<p>Akhirnya tibalah giliran Elia. Ia berseru kepada Yahweh (TUHAN), Allah Abraham, Ishak dan Yakub, dan Ia pun menjawab dengan api dari langit yang menyambar habis korban persembahan Elia. Akhirnya umat Israel sadar, bahwa TUHAN-lah Allah yang hidup. Mereka pun akhirnya berseru, “TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!” <strong>(1 Raja 18:39). </strong>Beberapa waktu kemudian Ahab mati dalam peperangan dan darahnya dijilat anjing <strong>(1 Raja 22:34-38)</strong>, Izebel mati dijatuhkan dari jendela istananya, mayatnya terinjak-injak sehingga tubuhnya tidak utuh lagi karena sebagian besar dimakan anjing <strong>(2 Raja 9:30-36)</strong>. Sedangkan Nabi Elia tidak mengalami kematian. Ia diangkat hidup-hidup ke sorga <strong>(2 Raja 2:1-12)</strong>. Ada beberapa langkah penting yang dilakukan oleh Elia sehingga ia memperoleh kemenangan dalam peperangan rohani itu, yang dapat kita lihat dari 1 Raja-raja 18:30-39.</p>
<p><em>Pertama, </em>Elia menyuruh orang Israel mendek ke mezbah Tuhan. Ini adalah kerinduan Tuhan sendiri agar umat-Nya dating mendekat kepada-Nya. Hanya orang yang mau dating mendekat kepada Tuhan yang akan memperoleh kemenangan. Tuhan, Allah kita adalah Allah yang transenden atau begitu agung dan mulia, namun Ia juga imanen, yaitu dekat dengan umat-Nya. Oleh sebab itu datanglah kepada-Nya, dan Tuhan membuka tangan-Nya menyambut kita. Tuhan tak pernah membuang siapa pun yang datang kepada-Nya <strong>(Yoh. 6:37)</strong>.</p>
<p><em>Kedua, </em>Elia memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan. “Memperbaiki mezbah Tuhan” berarti memperbaiki kehidupan yang telah rusak, atau bertobat. Ketika seseorang datang kepada Tuhan, ia bisa saja datang dalam keadaan berdosa. Namun kemudian ketika Tuhan menyampaikan firman-Nya, ia sadar dan mau bertobat. Zakheus, misalnya, ketika berjumpa dengan Tuhan, lalu memperbaiki hidupnya. Ia tidak memeras orang lagi. Ia tidak egois lagi <strong>(Luk. 19:1-10)</strong>.</p>
<p><em>Ketiga, </em>Elia mengambil dua belas batu menurut jumlah suku Israel dan mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama Tuhan. Itu berarti Elia mengingat kembali perjanjian Allah kepada umat-Nya dan mengutamakan kesatuan. Di mana ada kesatuan, di situ ada mukjizat Tuhan. Beberapa puluh tahun sebelumnya umat Tuhan terpecah menjadi dua: Kerajaan Utara (Israel) dengan 10 suku yang beribukota di Samaria, dan Kerajaan Selatan (Yehuda) dengan 2 suku yang beribukota di Yerusalem. Tuhan menghendaki umat-Nya bersatu. Demikian pula dengan setiap keluarga. Memang bisa muncul ada perbedaan satu dengan yang lain, tetapi perbedaan itu justru melengkapi kita. Dalam kesatuan ada kuasa mendatangkan mukjizat Tuhan.</p>
<p><em>Keempat, </em>Elia memotong kayu api dan memotong lembu. Ini berbicara tentang pengorbanan. Ketika seseorang rela berkorban maka ia akan mengalami kemenangan. Jika kita rela berkorban untuk mengalah, maka mukjizat pemulihan atas keluarga: suami dengan isteri, mertua dan menantu, orang tua dan anak, pasti akan terjadi. Bukankah Tuhan Yesus Kristus sendiri telah rela berkorban bagi kita? Ia telah rela meninggalkan kemuliaan-Nya dating ke dalam dunia yang hina. Ia rela menjadi manusia, bahkan sebagai hamba, dan taat sampai mati. Itulah sebabnya Allah meninggikan Dia sehingga setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan! <strong>(Filipi 2:1-11)</strong>.</p>
<p><em>Kelima, </em>Elia menyuruh orang menyiramkan air sebanyak-banyaknya atas korban itu sehingga tidak ada peluang rekayasa datangnya api yang membakar korban. Pada masa itu ibadah terhadap Baal penuh dengan rekayasa. Elia mau mematahkan anggapan orang terhadap rekayasa dalam ibadah semacam itu. Ia mau hidup dalam ketulusan dan kemurnian, tidak ada maksud-maksud tersembunyi dalam hidup dan pelayanan. Kita pun hendaknya demikian. Kita harus menjadi pengikut, bahkan murid Tuhan, dengan menjaga hati dan pengiringan kita tetap murni dan tulus. Melayani Tuhan benar-benar tulus, berbuat baik juga tulus, menyapa orang lain juga tulus. Inilah nasihat yang diberikan Rasul Paulus kepada Timotius agar hatinya tetap tulus dan murni <strong>(2 Tim. 2:22)</strong>.</p>
<p><em>Keenam, </em>Elia menaikkan doa yang benar di hadapan Allah. Mukjizat terjadi bukan karena kita memaksa Allah melakukan sesuatu yang kita mau, melainkan dengan menaikkan doa yang benar dalam penyerahan total kepada kehendak-Nya. Isi doa Elia adalah agar dengan menjawab doanya ini Tuhan dipermuliakan. Biar semua orang tahu siapa Tuhan dan siapa Elia sebagai hamba Tuhan, dan mereka tahu bahwa Tuhanlah yang mendatangkan pertobatan atas mereka. Jika kita berdoa meminta mukjizat terjadi, apakah tujuan akhirnya? Jangan supaya kita yang dipuji dan ditinggikan, atau nama hamba Tuhan tertentu yang disanjung, melainkan hanya nama Tuhan kita Yesus Kristus semata-mata.</p>
<p>Melalui peristiwa kemenangan Elia melawan nabi-nabi Baal ini, kita melihat bahwa Allah meneguhkan kesaksian iman Elia oleh tanda-tanda dan mukjizat. Hal serupa banyak terjadi di lading misi, di mana sering terjadi ‘adu kekuatan” antara kuasa gelap dengan kuasa Terang, antara roh Iblis dengan Roh Tuhan, antara kejahatan dan kebenaran. Kita harus yakin bahwa mukjizat kemenangan pasti terjadi, sebab … Roh yang di dalam kita<em> </em>lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia <strong>(1 Yoh. 4:4b)</strong>.<em></em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/408/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=408&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/02/elia-dan-nabi-baal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PASKAH</title>
		<link>http://petrusfs.com/2011/12/02/paskah/</link>
		<comments>http://petrusfs.com/2011/12/02/paskah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>petrusfs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://petrusfs.wordpress.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.   Roma 5:8             Oleh karena Firaun menolak untuk untuk mengizinkan umat Tuhan beribadah kepada Tuhan Allah, maka Tuhan menurunkan berbagai tulah ke atas seluruh negeri Mesir. Ada 10 (sepuluh) tulah yang Tuhan turunkan ke atas Mesir. Kesembilan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=406&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:0;"><strong><br />
</strong></div>
<p align="right"><em>Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita,</em></p>
<p align="right"><em>oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.</em></p>
<p align="right"><em> </em></p>
<p align="right"><strong>Roma 5:8</strong></p>
<p align="right">
<p><strong>            </strong>Oleh karena Firaun menolak untuk untuk mengizinkan umat Tuhan beribadah kepada Tuhan Allah, maka Tuhan menurunkan berbagai tulah ke atas seluruh negeri Mesir. Ada 10 (sepuluh) tulah yang Tuhan turunkan ke atas Mesir. Kesembilan tulah yang pertama adalah: air menjadi darah, katak, nyamuk, lalat pikat, penyakit sampar pada ternak, barah, dan hujan es, belalang, dan kegelapan. Akhirnya sebelum tulah kesepuluh dijatuhkan oleh Tuhan atas Mesir, yaitu kematian anak sulung orang Mesir, dari anak sulung Firaun sampai anak sulung hewan, Tuhan menyuruh umat-Nya melakukan sesuatu yang menjadi simbol dari kebebasan dan keselamatan dari Allah yang akan diterima oleh manusia.</p>
<p>Dalam Keluaran 11:1-3 Tuhan memerintahkan umat-Nya untuk mendatangi tetangga-tetangganya dan meminta barang dari mereka. Tuhan membuat hati para tetangga itu berkemurahan sehingga barang-barang dari emas dan perak diberikan kepada umat Tuhan. Semua barang yang mereka terima akan menjadi bekal bagi kehidupan umat Tuhan dalam perjalanan menuju ke Tanah Perjanjian, bahkan sampai di Tanah Perjanjian. Namun berkat jasmani itu belum seberapa dibandingkan dengan berkat rohani yang Tuhan sediakan, yaitu keselamatan.</p>
<p>Selanjutnya Tuhan memerintahkan agar setiap keluarga atau beberapa keluarga kecil mengambil seekor anak domba jantan, tidak bercela, berumur setahun. Anak domba taau kambing itu selanjutnya dikurung selama 4 hari kemudian disembelih pada waktu senja. Dari darahnya harus diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya. Daging itu dipanggang kemudian dimakan pada malam itu juga beserta dengan roti tidak beragi dan sayur pahit. Jika masih ada kelebihan dagingnya harus dibakar habis. Mereka harus makan dengan pinggang berikat, kaki berkasut, tangan bertongkat, dan memakannya dengan segera. Peristiwa inilah yang disebut dengan “Paskah” <strong>(Kel 12:1-11)</strong>. Rumah yang di tiang serta ambang pintunya ada tanda darah tadi tidak akan mengalami kematian anak sulung.</p>
<p>Kata “paskah” (Ing. <em>passover</em>) berasal dari kata Ibrani js&#8217;Pà, <em>(pesah)</em> yang berarti “melewati”. Artinya, di mana ada rumah dengan tanda darah akan dilewati oleh malaikat maut yang bertugas mencabut nyawa setiap anak sulung di Mesir. Dari peristiwa paskah ini kita mempelajari banyak hal penting.</p>
<p><em>Pertama, </em>mukjizat terbesar dalam kehidupan umat Tuhan adalah keselamatan atau kebebasan dari perbudakan. Keberadaan umat Tuhan di Mesir dimulai pada zaman Yusuf. Ia menjadi raja muda di Mesir oleh karena Tuhan yang memilih dan menetapkannya. Kemudian ia memboyong seluruh keluarga ayahnya, yakub, dan tinggal di daerah Gosyen di Mesir. Kemudian muncullah pemerintahan baru di Mesir, di mana Firaun yang baru ini tidak mengenal Yusuf. Keberadaan umat Tuhan pada generasi berikutnya terus ditindas dan diperbudak. Mereka berseru kepada Tuhan dan Ia pun membebasakan mereka melalui pelayanan hamba-Nya, Musa. Ia dibantu Harun, kakaknya, untuk menghadap Firaun dan meminta supaya ia membebaskan mereka. Tak ada orang yang senang berada dalam perbudakan. Kebebasan bisa diperoleh hanya apabila kita berseru kepada Tuhan, karena Ia adalah Sang Pembebas. Tuhan tak pernah membiarkan umat-Nya. Ia dating dengan tangan yang teracung dan membebaskan mereka.</p>
<p><em>Kedua, </em>keselamatan atau pembebasan itu diperoleh umat Tuhan berdasarkan iman akan janji Allah. Penderitaan umat Allah itu sudah dinubuatkan oleh Allah sendiri yang disampaikan kepada Abraham.Ia pun sudah berjanji kepada Abraham, bahwa sesudah generasi yang keempat, Ia akan membawa mereka keluar dari Mesir ke tempat di mana Abraham ada pada masa itu, yaitu Kanaan <strong>(Kej. 15:12-16)</strong>. Dengan beriman kepada janji Tuhan itulah maka umat Tuhan memperoleh kebebasannya.</p>
<p>Abraham sebagai Bapa Orang Beriman telah meneruskan imannya itu kepada Ishak, anak perjanjian yang diperolehnya dari Sara, isterinya. Kemudian Ishak meneruskan iman itu kepada Yakub, salah seorang anaknya. Dan Yakub yang kemudian namanya diganti oleh Allah menjadi Israel itu meneruskannya kepada Yehuda dan saudara-saudaranya.</p>
<p>Allah kita adalah Allah Perjanjian. Ia berjanji dan Ia setia terhadap janji-Nya, Zaman bisa berubah, generasi bisa terus berganti, tetapi Allah tetap konsisten pada janji-Nya. Ia berjanji untuk menyertai kita dan memampukan kita mengatasi segala tantangan hidup <strong>(Maz. 20:7-9)</strong>.. Dengan berpegang kepada janji Allah inilah kita bisa memperoleh kemenangan.</p>
<p><em>Ketiga, </em>keselamatan itu merupakan anugerah Allah semata-mata, dan bukan karena perbuatan baik umat-Nya. Tak ada syarat yang harus dipenuhi oleh umat Tuhan untuk memperoleh kebebasan yang dari pada Tuhan. Standar atau syarat yang Allah tetapkan begitu tingginya, sehingga tidak ada seorang manusia pun yang mampu memenuhi syarat itu untuk memperoleh keselamatan dari Tuhan. Mereka tinggal berserah kepada-Nya dan menerima anugerah-Nya. Semuanya oleh kasih anugerah Allah!</p>
<p>Kata “anugerah” berarti suatu pemberian yang tak ternilai harganya, yang diberikan kepada seseorang di mana ia sebenarnya tidak patut menerimanya. Apabila keselamatan bisa diperoleh melalui perbuatan baik, maka manusia akan meninggikan dirinya. Anugerah keselamatan diberikan agar manusia dapat berkata, “Ini semata-mata karena anugerah-Nya!” <strong>(Efs 2:8-9)</strong>.</p>
<p><em>Keempat, </em>di dalam proses penyelamatan atau pembebasan itu ada darah yang tertumpah. Surat Ibrani 9:22b berkatan <em>… dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. </em>Allah bisa saja mengeluarkan umat-Nya secara langsung, tetapi itu akan bertentangan dengan rencana kekal yang telah ditetapkan-Nya sendiri. Darah harus ditumpahkan, agar pengampunan bisa diberikan. Harus ada yang menggantikan orang yang seharusnya menerima hukuman atas dosanya. Dalam peristiwa Paskah itu, anak domba yang disembelih itulah yang ‘menggantikan’ umat Tuhan, sehingga mereka memperoleh pengampunan dan keselamatan dari Tuhan.</p>
<p>Untuk kata ‘mengampuni” dalam bahasa Ibrani dipakai kata rp&#8217;K; <em>(kafar) yang</em> berarti “menutupi” namun bisa juga berarti “melepaskan, mengambil, menyembunyikan, mencuci, memurnikan.” Sedangkan untuk kata “keselamatan” digunakan kata Ibrani [v&#8217;y‡ <em>(yash’) </em>yang berarti “melapangkan”. Jadi untuk bisa menikmati kelapangan, segala dosa dan kesalahan harus dibuang jauh-jauh <em>… sejauh timur dari barat … ke dalam tubir laut</em> <strong>(Maz. 103:12; Mikha 7:19).</strong></p>
<p><em>Kelima, </em>keselamatan itu keselamatan itu harus diberitakan kepada orang lain, supaya ada yang ikut diselamatkan. Ada orang-orang yang tadinya bukan orang Israel ikut dengan umat Tuhan keluar dari Mesir. Alkitab berkata demikian: <em>Juga banyak orang dari berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka; … </em><strong>(Kel. 12:38)</strong>. Itu berarti bahwa sebelumnya mereka telah melihat kehidupan umat Tuhan, telah mendengar kisah-kisah tentang karya Tuhan yang luar biasa dalam kehidupan nenek moyang umat Israel, dan telah melihat bagaimana Tuhan mendatangkan hukuman atas Mesir. Penggabungan bangsa-bangsa ini guna memperoleh keselamatan yang dari Tuhan terus terjadi dari generasi ke generasi. Umat Tuhan tidak boleh menikmati keselamatan itu hanya bagi diri mereka sendiri. Mereka harus memberitakannya, dan akan ada orang lain yang memberikan tanggapan positif serta menerima Kabar Baik itu.</p>
<p>Peristiwa ini sekaligus merupakan nubuatan terhadap Tuhan Yesus Kristus. Ia adalah <em>“Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” </em><strong>(Yoh. 1:29)</strong>. Rasul Paulus menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah “Domba Paskah” kita. <em>Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus </em><strong>(1 Kor. 5:7)</strong>. Jadi, ketika kita percaya kepada karya pengorbanan dan penebusan oleh Tuhan Yesus Kristus, maka darah-Nya menghapus segala dosa kita. Kita dipindahkan dari kegelapan kepada terang, dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran, dari hidup yang sia-sia kepada hidup yang berarti, dari mati kepada hidup!</p>
<p>Di kayu salib, Yesus Kristus telah menyerahkan nyawa-Nya. Di sana terjadi penggantian <em>(substitution), </em>penebusan <em>(redemption)</em>, pendamaian <em>(reconciliation)</em>, pembenaran <em>(justification)</em>, pengudusan <em>(sanctification), </em>penyelamatan <em>(salvation) </em>dan pembaharuan <em>(renewal).</em> Jadi, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan wujud memberikan Anak-Nya Yang Tunggal, Yesus Kristus, untuk mati ganti kita, bukan ketika kita hidup sebagai orang benar, melainkan ketika kita masih berdosa. Sungguh suatu anugerah yang tak terkatakan. Itulah karya terbesar Allah dalam kehidupan kita … keselamatan dan pembebasan dari belenggu dosa.</p>
<p>Namun Ia tidak tetap mati. Pada hari yang ketiga Yesus Kristus bangkit, dalam kemenangan-Nya atas dosa, maut, dan neraka! Kita pun yang telah menerima-Nya memperoleh kuasa kebangkitan-Nya itu.</p>
<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/petrusfs.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/petrusfs.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/petrusfs.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/petrusfs.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/petrusfs.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/petrusfs.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/petrusfs.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/petrusfs.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/petrusfs.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/petrusfs.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/petrusfs.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/petrusfs.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/petrusfs.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/petrusfs.wordpress.com/406/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=petrusfs.com&amp;blog=1851339&amp;post=406&amp;subd=petrusfs&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://petrusfs.com/2011/12/02/paskah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/faf867eda91353fdb164aebecf2ead9a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">petrusfs</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
