035. MENJADI KORBAN

Posted on


Tak ada seorang pun di antara kita yang mau menjadi korban. Tetapi kadang-kadang dalam hidup ini, Tuhan mengijinkan sesuatu terjadi dan kita menjadi korban. Kisah berikut menjadi salah satu contoh yang sangat baik.

Ada seorang ibu di Amerika Serikat yang menasihati anaknya agar berhati-hati jika bermain sepeda sebab banyak kendaraan lain berlalu-lalang. Nasihat itu ditaati oleh si anak. Tetapi apa yang kemudian terjadi? Anak itu tertabrak mobil yang dikemudikan oleh seorang pemabuk. Akhirnya anak yang dikasihinya itu pun meninggal. Anak ibu ini telah menjadi korban dari tindakan orang lain yang tidak bertanggungjawab. Selama beberapa waktu ibu ini begitu sedih. Rasanya ia ingin memberontak kepada Tuhan. Ia seorang yang setia dan taat kepada Tuhan, tetapi mengapa Tuhan mengijinkan hal buruk itu terjadi padanya. Namun setelah dikuatkan dan dihibur oleh teman-temannya, ia pun dapat menerima hal itu. Ia kemudian memiliki beban di hatinya agar tidak ada lagi korban berikutnya. Apa yang kemudian dilakukannya? Ia mengumpulkan semua orang tua yang anaknya pernah menjadi korban dari pengemudi yang mabuk dalam suatu konferensi. Hasil konferensi itu berupa permohonan kepada Dewan Perwakilan Rakyat di Amerika, agar hukuman dijatuhkan lebih keras kepada pengemudi yang mabuk sebelum jatuh korban lebih banyak lagi. Lembaga itu pun setuju dan kemudian dihasilkanlah undang-undang yang memberikan sanksi berat kepada pengemudi mabuk.

Ada orang-orang yang menjadi korban ketidak-adilan, korban kejahatan, korban keserakahan, dan sebagainya. Apakah yang seharusnya kita lakukan ketika kita menjadi korban? Hanya ada dua kemungkin: kita terus diliputi dengan amarah dan kebencian serta keinginan untuk membalas dendam, bahkan menyalahkan Tuhan; atau. kita mensyukuri hal itu dan terus melekat dengan Tuhan sebab yakin bahwa Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Untuk bisa bersyukur dalam keadaan seperti itu ada beberapa hal yang perlu kita lakukan. Pertama, bahwa tidak ada satu hal pun terjadi dalam kehidupan kita tanpa seijin Tuhan. Seutas rambut di kepala kita telah dihitung-Nya. Jika kita mengalami sesuatu, mungkin Allah tidak menghendaki itu terjadi. Tetapi Allah mengijinkan itu terjadi. Jika Ia mengijinkannya, tentu ada maksud Tuhan yang indah di dalam kehidupan kita.

Kedua, bahwa bisa saja perbuatan yang dilakukan oleh orang lain terhadap kita tidak disadarinya telah menyakiti kita. Itu berarti bahwa kita harus terus belajar memaafkan dan mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Ingatlah bagaimana Yeuss Kristus pun telah menjadi korban dari pemahaman keagamaan yang keliru sehingga Ia disalibkan. Namun, di atas kayu salib yang kasar itu Ia berseru, “Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya.” Doa ini harus menjadi doa kita. Sebagaimana kita telah diampuni-Nya, kita pun harus belajar mengampuni orang lain.

Ketiga, hal itu bisa menjadi pelajaran penting dalam hidup kita. Kita bisa menjadi lebih bijaksana dalam hidup ini. Ketika ada orang yang berhasil menipu kita dan kita menjadi korban penipuan tersebut, maka kita akan menjadi lebih bijaksana, sehingga tidak akan terkena tipuan semacam itu lagi di masa mendatang. Bahkan keberadaan kita sebagai korban terkadang menjadi inspirasi bagi orang lain sehingga mereka juga menjadi lebih hati-hati.

Jadi tetaplah bersyukur ketika sesuatu menimpa kita, karena di balik itu semua ada manfaat yang besar bagi kehidupan kita dan orang lain.

—– 00000 —–

by: petrus f. setiadarma

About these ads

Satu pemikiran pada “035. MENJADI KORBAN

    imelda berkata:
    Maret 12, 2010 pukul 7:58 am

    Makasih untuk renungan “Menjadi Korban” ya Pak.. Emang kita percaya kalo TUHAN punya rencana yang terbaik dalam hidup kita dan itu terkadang melalui proses yang tidak menyenangkan, bahkan sangat menyakitkan.. Kalo itu terjadi dengan orang yang tidak begitu dekat tentu tidak bermasalah, tinggal kita jauhi aja orang itu, ya kan Pak? Tapi bagaimana jika orang yang sering membuat kita jengkel adalah orang yang serumah dengan kita Pak, dan itu dilakukan berulang kali? Mohon bantuan Pak Petrus ya.. TUHAN MEMBEERKATI..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s