MELAYANI DALAM PANDANGAN ALLAH

Posted on Updated on

1.Pendahuluan

Kita dipanggil untuk melayani! Pernyataan ini sama sekali tidak bisa ditawar. Pelayanan merupakan suatu keharusan sekaligus gaya hidup. Namun dewasa ini makna pelayanan telah keluar dari apa yang Allah sendiri maksudkan. Hal ini terbukti dengan timbulnya banyak masalah internal dalam pelayanan yang menjurus kepada pertikaian bahkan perpecahan. Banyak hal yang menjadi penyebabnya yang pada intinya adalah tidak dimilikinya pandangan yang benar tentang pelayanan.

Dalam renungan kali ini kita akan mengembalikan konsep pelayanan ke dalam pandangan Allah sendiri.

2. Melayani dalam Pandangan Manusia

Dalam pandangan manusia, pelayanan mempunyai banyak ragam pengertian, baik menyangkut alasan, fungsi, maupun tujuannya. Misalnya, ada orang yang mau melayani orang lain dalam pemahaman pantheisme. Motto mereka adalah “semua manusia bersaudara”. Motto ini berdasar kepada kepercayaan bahwa Allah sebagai Zat Tertinggi telah terpercik ke dalam alam semesta, termasuk dalam diri manusia. Jadi di dalam diri setiap manusia ada percikan zat ilahi di mana sekali waktu kelak seluruh percikan zat itu akan menyatu. Oleh sebab itu setiap orang harus melayani sesama karena sama-sama memiliki percikan zat ilahi.

Ada pula yang melihat pelayanan sebagai suatu strategi untuk mencapai keuntungan. Misalnya, dalam dunia bisnis. Kini berkembang apa yang disebut dengan “manajemen pelayanan”, “kepemimpinan pelayan”, dan sebagainya. Nampaknya mereka memang memberikan pelayanan yang baik, namun di balik itu semua mengarah pada profit atau keuntungan.

Yang lain lagi melihat pelayanan sebagai keterpaksaan dalam menuntaskan kewajiban keagamaan. Akhirnya pelayanan menjadi beban yang menimbulkan rasa frustrasi bagi mereka yang melakukannya.

Masih banyak pandangan lain tentang pelayanan dari sisi manusia yang pada intinya tidak sesuai dengan firman Tuhan. Kalaupun ada kebenaran di dalamnya namun tidaklah lengkap.

3. Melayani dalam Pandangan Allah

Pandangan Allah tentang pelayanan dapat kita lihat dalam beberapa bagian Alkitab, namun kita hanya akan menyoroti dari Yohanes 12:20-36. Dalam bagian ini kita belajar beberapa hal penting sebagai berikut.

(1) Pelayanan dalam kasih –

(a) Nampak jelas bagaimana para murid menaruh kepedulian atas kebutuhan orang untuk berjumpa dengan Yesus. Filipus memberitahukan kepada Andreas, kemudian mereka berdua menyampaikannya kepada Yesus (ayat 20-22). Hanya orang yang memiliki kasih Bapa yang bisa menaruh kepedulian semacam itu.

(b) Selanjutnya Yesus menyatakan bahwa pelayanan yang dilakukan dalam kasih akan penuh dengan pengorbanan, bahkan sampai kepada nyawanya sekalipun (ayat 24-25). Itu berarti bahwa adanya pengorbanan dalam pelayanan adalah suatu hal yang biasa, bahkan bisa sampai mengorbankan nyawa kita.

(2) Pelayanan dalam ketaatan dan kesetiaan – Yesus juga berkata bahwa orang yang melayani Dia harus mengikut Dia dan di mana Ia berada di situlah orang-orang yang melayani-Nya harus berada (ayat 26). Memang mudah melayani bersama Yesus saat kita bersama-Nya dalam pelbagai mukjizat yang dilakukan-Nya. Tetapi bagaimana ketika Ia di Taman Getsemani, ketika Ia didera dan tergantung di Kalvari? Apakah kita tetap taat dan setia kepada-Nya?

(3) Pelayanan dalam kehormatan dan kemuliaan – Yesus juga berkata bahwa orang yang melayani Dia dihormati oleh Bapa (ayat 26b). Itu berarti bahwa ketika kita melayani, pembelaan Bapa ada sepenuhnya atas kita. Tak perlu minder, tetapi juga tidak arogan. Karena Bapa menghormati kita, maka tak ada yang perlu dikuatirkan lagi mengenai hal-hal yang kita butuhkan.

(4) Pelayanan dalam kepekaan – Saat itu ada suara dari surga, yaitu pernyataan Allah Bapa yang memuliakan Yesus (ayat 28). Banyak orang mendengarnya tetapi secara tidak jelas: ada yang mendengar seperti suara guruh, ada pula seperti suara malaekat. Hanya Yohanes – murid yang paling dekat dengan Yesus –yang mampu mendengar dengan baik. Sudahkah kita menangkap visi Allah yang jelas? Kejelasan itu hanya bisa diperoleh ketika kita memiliki persekutuan yang erat dengan Dia.

(5) Pelayanan yang berpusatkan Kristus – Yesus berkata bahwa jika Ia ditinggikan, Ia akan menarik semua orang datang kepada-Nya (ayat 32). Bahaya yang paling besar dalam pelayanan adalah “mencuri kemuliaan Tuhan.” Seharusnya pelayanan yang kita lakukan meninggikan hanya Yesus Kristus saja, bukan diri sendiri atau organisasi gereja di mana melayani. Saat kita meninggikan Yesus, maka keberhasilan dalam pelayanan akan nampak nyata.

4. Penutup

Jadi, dalam pandangan Allah, pelayanan itu harus dilakukan di dalam kasih, dilakukan oleh orang-orang yang taat dan setia kepada-Nya, memiliki kepekaan untuk mendengar suara-Nya, dan berfokus kepada Yesus Kristus.-

—– 00000 —–

3 thoughts on “MELAYANI DALAM PANDANGAN ALLAH

    ROPIKA said:
    November 30, 2009 pukul 1:19 am

    Bagaimana cara untuk memperingati orang yaang bersalah,sementara orang yg kita peringati itu lebih tua dari kita

      petrusfs said:
      Februari 16, 2010 pukul 7:21 am

      tetap dengan penuh kasih dan etika. Di Alkitab banyak orang muda yang dipakai Tuhan untuk menegur orang yang lebih senior, mislnya Timotius.

    Rani said:
    November 30, 2009 pukul 1:26 am

    motivasi untuk mempertahankan iman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s