DOA

Posted on Updated on

1. Pendahuluan

Banyak ungkapan tentang doa yang menggugah kita untuk hidup dalam doa. Ungkapan-ungkapan itu antara lain:

• Let us pray, not for lighter buderns, but for stronger backs (Berdoalah bukan agar beban menjadi lebih ringan, melainkan agar punggung menjadi lebih kuat).
• A Christian must get on his kness before he can get on his feet (Seorang Kristen harus berdoa dulu sebelum melangkah).
• P-U-S-H (Pray Until Something Happen) (Berdoalah terus sampai sesuatu terjadi).
• Life is fragile – handle it with prayer (Hidup ini rentan, jalani dengan doa).

Salah satu ungkapan lain tentang doa yang sangat baik adalah bahwa “doa adalah nafas orang percaya”. Itu berarti doa bukan sekedar kegiatan agamawi tetapi merupakan gaya hidup (life style) setiap orang percaya. Kali ini kita akan melihat kembali apa yang Alkitab katakan tentang hakekat doa, agar tidak terbiasa oleh banyak definisi lain yang dibuat manusia bagi kepentingannya sendiri.

2. Definisi Doa

Ada yang mendefinisikan doa sebagai “permohonan yang diajukan oleh manusia kepada yang ilahi (Tuhan)”. Benarkah doa hanya berupa ‘permohonan’ saja? Inilah penjelasan dari Alkitab tentang doa:

(a) 2 Tawarikh 7:14 – doa adalah suatu penyembahan penuh kerendahan hati di mana kita mencari Allah dengan segenap hati kita.
(b) 1 Samuel 14:36-45; 2 Samuel 5:17-19 – doa adalah permohonan kepada Allah agar Ia memimpin dan membimbing perjalanan hidup kita.
(c) Markus 1:35 – doa adalah suatu hubungan intim dengan Bapa Sorgawi kita yang mengasihi kita dan menjadi sumber pertolongan kita.
(d) Matius 6:5-13 – Doa Bapa Kami merupakan teladan doa tertinggi bagi kita di mana Yesus mengajarkan bahwa doa adalah suatu hubungan intim dengan Bapa yang mengandung ketergantungan penuh akan kebutuhan sehari-hari, komitmen ketaatan dan pengampunan dosa.

3. Unsur-unsur Doa

Dari definisi Alkitabiah tentang doa di atas, kita melihat adanya 4 (empat) unsur doa yang harus ada, yang disingkat ACTS (Neh. 1:4-11):

Adoration atau Pengagungan – ini adalah bagian doa di mana kita memuji dan menyembah Tuhan melalui puji-pujian dan ucapan-ucapan kita yang meninggikan nama-Nya (Maz. 9:1-3).
Confession atau Pengakuan – ini adalah bagian doa di mana kita mengaku dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat, baik ‘disengaja’ maupun ‘tidak disengaja’, baik yang ada dalam pikiran, perasaan, perkataan, maupun perbuatan kita (Maz. 38: 15-18; 1 Yoh. 1:9). Di sini juga ada pengakuan untuk berkomitmen dalam pertobatan dan kesetiaan kepada Tuhan.
Thanksgiving atau Pengucapan Syukur – di sini kita bersyukur kepada Tuhan atas segala sesuatu yang telah Tuhan berbuat dalam hidup kita, juga atas pelbagai pengalaman hidup ini, baik ‘suka’ maupun ‘duka’ karena kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya (1 Tes. 5:17; Roma 8:28).
Supplication atau Permohonan – di sini barulah permohonan atas segala kebutuhan kita bisa dipanjatkan dengan penuh iman kepada Allah, di mana Ia akan memenuhi segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Flp 4:19). Permohonan itu bisa berupa permohonan berkat jasmani, kesembuhan dan kesehatan, damai sejahtera, kekuatan, hikmat dan pengertian, bimbingan dan pimpinan Tuhan (1 Sam. 14:36-45; 2 Sam. 5:17-19).

4. Contoh-contoh Doa dalam Alkitab

Di dalam Alkitab terdapat banyak contoh tentang doa yang diperkenan Tuhan, antara lain:

(a) Doa Yabez (1 Taw. 4:9-10) – di mana TUHAN mengabulkan doa Yabez yang memohon agar ia diberkati melimpah-limpah, daerahnya diperluas, disertai Tuhan dan dilindungi dari malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpanya.
(b) Doa Nehemia (Neh. 1:4-11) – di mana TUHAN mengabulkan doanya sehingga ia mampu membangun kembali tembok Yerusalem dan mendatangkan kesejahteraan atas bangsanya.
(c) Doa Yesus (Mat. 26:36-44) – di mana Ia berserah dalam ketaatan penuh kepada Bapa-Nya, sehingga Ia memperoleh kekuatan untuk menanggung penderitaan akibat dosa seluruh umay manusia hingga sampai di kayu salib.
(d) Doa Paulus (Efs. 1:15-23) – di mana ia memohon agar jemaat memiliki pengertian tentang kemuliaan Kristus.

5. Doa Yang Efektif

Doa yang efektif adalah doa yang dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

(a) Doa yang sesuai dengan kehendak Allah di dalam firman-Nya. Itu berarti pembacaan firman Tuhan (Alkitab) menjadi dasar dari doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan.
(b) Doa yang dinaikkan oleh orang yang mau hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, yaitu dalam kasih, kebenaran, kekudusan, dan kesetiaan.
(c) Doa yang dinaikkan dengan penuh iman dan kesungguhan hati, dengan tetap berserah kepada kedaulatan-Nya dalam menjawab doa kita.
(d) Doa yang dinaikkan dengan pertolongan Roh Kudus, yaitu doa yang penuh kuasa (Roma 8:26).

—– 00000 —–

oleh: petrus f. setiadarma

2 pemikiran pada “DOA

    realone berkata:
    Oktober 19, 2009 pukul 7:16 am

    Yang penting dari doa adalah juga mau mendengar ya pak. Karena doa adalah komunikasi, keintiman dengan Bapa di sorga. jadi kita harus mau n peka untuk mendengar apa kata Tuhan. Like this article!

    petrusfs berkata:
    Oktober 20, 2009 pukul 2:27 am

    Doa tidak diukur dari panjangnya, melainkan dari kualitasnya …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s